Sakura yang baru tersadar dari pingsannya terengah kaget, mendapati dirinya bersandar nyaman di batang pepohonan rindang. Ia berusaha mengingat-ingat kejadian yang baru di alaminya beberapa saat yang lalu.'Ah aku lupa, Naruto memang membopohku sebelum aku benar-benar tak sadar diri.. Mungkin dia yang membawaku kesini..'
"Sejujurnya aku tidak pernah benar-benaf berniat membunuhmu.."
DEG
Kata-kata pria Uchiha itu berputar-putar dengan indahnya di dalam memori ingatannya, membuat sang pemilik surai merah jambu itu meringis kesakitan memegangi kepalanya.
"AAAAHH!!"
Kunoichi muda yang berada di bawah bimbingan langsung dari sang sannin legendaris itu tersentak mendengar teriakan kesakitan dari seseorang. Jiwanya sebagai seorang ninja medis seolah terpanggil untuk menemukan asal suara itu dan menyelamatkannya.
SAKURA POV
Mataku melotot lebar melihat pemandangan sadis yang terpampang dengan indahnya di hadapanku. Uchiha Sasuke.. Pria yang aku cintai dalam seumur hidupku sedang menusuk titik vital seorang gadis bersurai merah dengan chidori-nya.
"Sa-sasuke-kun?" Aku terbata-bata.
"Oh Sakura.." Jawabnya santai.
"Mengapa kau tega memperlakukan gadis ini seperti itu?!!" Bentakku tidak terima melihat gadis ini terkulai lemah menderita setelah Sasuke menjauh karena serangan kejutan dari kunai-kunaiku. Ya, kini aku sedang berusaha mengulur waktu agar Sasuke menjaga jarak dan berhenti menyakiti gadis malang ini. Agar aku bisa menyembuhkan lukanya.
"Dia mantan rekan tim ku, dan dia sudah tidak berguna." Jawab Sasuke datar. Sementara itu gadis malang yang sedang ku obati tetap memejamkan matanya, membiarkan bulir sebening kristal mengalir dengan indahnya di matanya. 'Gadis ini pasti sangat terpukul.' Batinku sedih.
"Kau... Keterlaluan Sasuke!!!" Lirihku.
Tiba-tiba saja gadis itu menggerakkan badannya. Membuatku hampir meloncat karena kaget.
"Apa kau baik-baik saja? Apa masih sakit?" Aku menyerbunya dengan berbagai pertanyaan, yang sebenarnya menyiratkan rasa khawatirku.
"I-iya, aku sudah mulai baikan.. Tidak perlu khawatir dan terimakasih... Anoo.." Ku lihat dia menggaruk kepalanya yang sepertinya tidak gatal. 'Wanita cantik ini tidak mungkin kutuan kan?' Batinku polos.
"Sakura.. Namaku Haruno Sakura." Ucapku santai sembari tersenyum hangat dan mengulurkan tanganku, menunggunya menerima pertemanan dariku.
KARIN POV
'Haruno Sakura? Bukankah dia kunoichi hebat yang diceritakan Orochimaru-sama? Dia murid salah satu legenda sannin kan?'
'Iya kau benar, Karin. Dialah orangnya. Dan juga apa kau ingat, sewaktu tidur Sasuke-kun sering kali mengigau menyebut namanya?' Inner ku merespon kerisauan hatiku.
'A-apa kah itu sungguh dia?'
'Tentu saja bodoh! Kenapa? Kau takut kalah saing?' Ledek innerku.
'Tidak bukan begitu.. Hanya saja, sorot matanya memancarkan cinta yang begitu dalam ketika ia menatap Sasuke-kun.. Dan aku rasa Sasuke-kun melakukan hal yang sama...'
'Kau sudah berkorban sejauh ini, apa mau menyerah begitu saja?'
'Pengorbanan gadis itu jauh lebih banyak.. Tentulah dia yang layak.'
'Tapikan Sasuke-kun telah..'
'Berhentilah kau sisi gila hatiku!'
'Kau harus berfikir dua kali, Karin.'
Gadis merah jambu yang berdiri disebelah ku terlihat bingung melihatku yang sedang asik melamun, terkadang ekspresiku berubah-ubah.
"Kau tidak apa-apa? Umm...."
"Karin, namaku Uzumaki Karin." Aku mengambil uluran tangannya dengan senyuman. Kami dua manusia yang mencintai satu pria yang sama, secara tidak langsung sudah menjalin ikatan pertemanan saat ini.
"Nee, Sakura-chan..." Ucapku berbisik.
"Hn?" Jawabnya singkat. Ah gadis ini, kepribadiannya saja mirip sekali dengan Sasuke-kun yang tsundere dan bipolar. Apa aku masih sanggup berbuat jahat kepadanya?
"Apakah kau mencintai Sasuke-kun?"
"Menurutmu?" Jawabnya lembut sembari tersenyum manis. Oh ya Tuhan aku bahkan yakin senyumannya ini telah memiliki tempat tersendiri di hati Sasuke-kun.
"Mungkin? Tapi sejak kapan?" Tanyaku penasaran. Tentu saja aku harus tahu sedalam apa rasa cinta gadis ini.
"Apa kau benar-benar ingin tahu?"
"Tentu."
"Baiklah, mungkin aku akan terlihat seperti mendongeng, namun akan ku ceritakan demi kau, yang mencintainya juga.. Karin-chan!" Aku tersentak kaget,'bagaimana dia tahu?' Dan lalu memutuskan untuk mengangguk.
"Aku mencintainya semenjak kami pertama bertemu, di akademi Konoha..
Saat itu usia kami mungkin baru enam tahun..
Dia selalu terlihat menyendiri, begitu pula aku yang tak pandai bergaul..
Awalnya aku hanya mengira aku sebatas kagum, seperti fangirl lainnya yang tergila-gila oleh ketampanannya..
Tapi ternyata setelah aku berada di kelas yang sama dengannya, bahkan di meja yang sama.. Dan di tim yang sama.. Aku merasa bahwa aku ingin menjadi berguna, aku ingin menjadi kuat agar dapat melindunginya..Semenjak itulah aku sadar bahwa aku mencintainya sedari kecil.." Jelasnya sembari tersenyum tipis, sepertinya ia sedang hanyut dalam memori ingatannya.
Aku memandang gadis yang berdiri tepat di sebelahku. Akal sehatku bertanya-tanya, darimana kekuatan hati gadis ini? Bertahun-tahun menunggu serta mencintai penjahat seperti Sasuke-kun? Yang bahkan ia tidak pernah diberikan sebuah jawaban pasti..
"Sampai kapan kau mau mencintainya?" Tanyaku antusias.
"Sampai jantungku berhenti berdetak.. Sementara aku masih mampu berdiri, aku akan terus melangkah di atas luka yang menancap tajam di kulit kaki ku ini.." Dia menjawabnya dengan tulus, dalam sebuah perumpamaan.
Aku yakin bahkan rasa cintaku terhadap Sasuke-kun tidak lebih besar dari dirinya. Aku bahkan takut dan menghindar disaat dia ingin membunuhku. Lain halnya dengan Sakura yang selalu memperjuangkan cintanya untuk Sasuke sekalipun harus berakhir dalam sebuah pertarungan yang meresikokan nyawanya.
Wushhh
Angin berhembus dengan indahnya, menambah kecanggungan di antara kami bertiga. Manusia yang naif, yang sedang terhanyut dalam perasaan dan pikiran masing-masing.
Ku lihat Sasuke masih pada posisi yang sama, dia seperti sangat nyaman mendengar suatu ungkapan dari seorang Haruno Sakura. Kini aku tahu, pria itu memang mencintainya.
Dapat kurasakan chakra pria itu mulai bergerak tak beraturan. Apa pria itu menangis dalam diam? Jika di lihat-lihat, posisinya yang membelakangi kami menguntungkan dirinya, dimana kami tidak akan bisa melihat segala ekspresi yang dikeluarkannya.Melihat ini hatiku yakin, bahwa sepertinya aku memang harus bertindak egois untuk menjadikan Sasuke-kun sebagai milikku sendiri. Aku harus dapat menyingkirkan gadis-gadis seperti Sakura yang menjadi saingan beratku.
Aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang, rencana itu sudah tersusun matang di dalam otakku beberapa menit yang lalu.'Maaf Sakura..
Aku sangat tidak ingin menyakitimu..Sejujurnya aku tidak ingin berbuat licik, namun jika dilihat peluangmu sangat besar untuk meraihnya, aku tidak akan pernah rela..
Maka aku tidak akan ragu lagi untuk menjadi pribadi yang egois..
Merebut tempatmu dari hatinya..'
-oOo-
Bersambung~
Ditunggu vote dan review nya yaa, Minna-san!💞
Maafkan atas kegajean part ini, niat nya sih bikin kalian para readers baper hehehe~

ESTÁS LEYENDO
The Pain of Sadness (Sasusaku)
Fanfic"Seharusnya dari awal aku sadar diri, bahwa cintamu takkan pernah untukku. Namun biarkanlah aku tetap berfantasi seolah kau milikku, setidaknya hal itulah satu-satunya cahaya kebahagiaanku." -Haruno Sakura (Sasusaku)