(Hayama x Reader)

2.4K 190 18
                                        

Requested by megane_aikoooo

"(Your Name)-chan, (Your Name)-chan!!!" Suara seseorang menggelegar di koridor dan membuat semua orang menoleh. Aku menoleh dan melihat senpai itu lagi.

Gawat, jangan sampai bertemu dia lagi. Aku mempercepat langkah tapi seseorang menarik tanganku.

"(Your Name)-chan, matte!"

"Senpai mau apalagi?!" Teriakmu sebal. Tapi sepertinya dia nggak terlalu peduli, dia malah mencubit bibirmu dan menarikmu pergi. "Ayo ayo ikut aku ke gym!"

.

.

.

"Halo (Your Name)." Akashi menyapaku dan mengusap kepalaku pelan. "Kotaro menyeretmu kesini lagi, ya?" Godanya sambil menaikkan alis.

"Halo Sei-nii. Yah, begitulah~"

"(Your Name)-chan~~~" Seorang senpai gondrong datang dan men-cipika-cipikiku, Reo-nee namanya, aku bahkan memanggilnya Mama Reo. "Akhirnya kau datang juga, Taro kangen tuh."

(Name) mendeathglare Reo. "Mama Reo apaan sih~ Ih sebel deh." Gerutu (Name) sambil menggembungkan pipinya, bikin Hayama makin gemezh.

"HUAAAAAAAAAA (Name)-CHAN LUCU SEKALIIIIII!!!!" Ia memeluk (Name) erat, sehingga (Name) kesulitan bernafas.

"TARO! KAU MINTA DIBUNUH SEI-CHAN?! ADIKNYA TAK BISA BERNAFAS!!!" Reo menatap horror ke arah Hayama.

"Biarkan saja, Reo. Lagipula mereka kelihatan bahagia kan?"

.

.

.

(Name) terlihat murung di kamarnya, Akashi menghampirinya diam-diam. Ia terlihat sedang memandangi sebuah foto.

"(Name) sedang apa?" Tanyanya sambil duduk disebelahnya. "Itu foto siapa?"

"Ah, Sei-nii!" Ia terlonjak hingga menjatuhkan foto tersebut, Akashi mengambilnya dan mengerutkan dahinya.

"Ini... Naruto," Jawabnya dengan nada sendu. "Sei-nii sudah tahu soal itu kan?"

"Aijima Naruto?" Akashi mencoba mengingat sesuatu, sedetik kemudian, ia terkesiap. "Maaf sudah mengorek luka lamamu..."

(Name) hanya diam, namun wajahnya seperti ingin menangis. Akashi mencoba membaca pikirannya.

"Jadi," Akashi sedikit berhati-hati menanyakan hal ini pada (Name). "Kau menjaga jarak dari Kotaro, karena hal ini?"

(Name) mengangguk pelan. "Mereka sungguh mirip, Sei-nii. Berada didekat Hayama-senpai hanya membuatku teringat dia."

Aijima Naruto, kekasih lama (Name) yang meninggal akibat kecelakaan. Saat itu mereka berdua bertengkar, Naruto tertabrak ketika berusaha mengejar (Name). Naas, nyawanya melayang di tempat. (Name) sungguh shock dan ia depresi, namun Akashi menjemput sepupunya dan mengajaknya pindah ke Kyoto.

Akashi menghela nafas, ia bisa merasakan perasaan kehilangan (Name). "Mau tidak mau kau harus moveon. Kotaro orang yang baik kok."

"Kan percuma kalau nanti aku kehilangan dia lagi, aku memang pembawa sial, Sei-nii."

"(Name), itu bukan kesalahanmu. Lagipula kau juga tak akan bisa merubah apa yang sudah ditakdirkan."

"Aku bahkan tak tahu harus berkata apa jika suatu saat bertemu keluargaㅡ"

"(Name), hen-ti-kan." Akashi mulai mengeluarkan nada absolutnya. "Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, soal Kotaro, kau bisa memikirkannya, tapi... Jangan sampai menyesali keputusanmu."

KNB Scenario [PRIVATE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang