Requested by: @kimikoctz17
Waras tidak, sih? Kalau kita punya temen seorang hantu? Itu yang terjadi padaku sekarang, aku punya teman seorang hantu yang namanya Kuroko. Kejadiannya bermula waktu aku sedang olahraga dan nggak sengaja buka gudang tempat penyimpanan barang, aku bertemu dengan Kuroko. Aku sendiri rada indigo sih, kita sama-sama kaget waktu itu dan dia terlihat sepantaran denganku.
"Kamu bisa lihat aku?" Tanya sosok melayang itu. Wow, tak seram sama sekali! Dia...Tampan.
"Bisa dong! Buktinya aku saja bicara denganmu sekarang!"
"Kamu ngapain disini?"
"Mau ngambil bola basket lah, kamu sendiri?"
"Aku sih sudah lama disini..." Dia kelihatan bingung, "Dan aku nggak ngerti kenapa bisa ada disini."
Aku jadi penasaran soal dia, akhirnya aku duduk dan mendengarkan ceritanya dari awal hingga akhir. Ternyata hal terakhir yang dia ingat, dia main bola basket dan pingsan, ketika sadar dia sudah menjadi sosok melayang seperti sekarang.
.
.
.
Satu bulan kemudian...
"[Name], [Name]..." Kuroko berbisik padaku ketika aku tertidur di kelas, dan dia sangat hobi muncul tiba-tiba, menilik ceritanya sih, dia sudah bisa muncul dan hilang seperti itu sejak sebelum menjadi hantu. "Aku inget sesuatu!"
Aku membelalakkan mataku dan menatap antusias ke arahnya. "Buruan kasitau dah!"
Kuroko b ercerita panjang lebar, dan aku mengikutinya menuju tempat yang dimaksud, ruang rahasia di bawah tanah.
"Yakin kita masuk kesini?" Tanyaku sambil menuruni tangga menuju ruang bawah tanah yang gelap.
"Seratus persen, aku merasa ada sesuatu disini."
Aku berjalan pelan sambil mengayunkan senter, dan aku melihat sesuatu di pojok ruangan. "Kuroko... Ada sesuatu tuh."
Kuroko melayang pelan dan ia terkesiap melihat sesosok manusia yang terbaring lemah disitu, aku berjalan makin mendekat dan sama terkejutnya dengannya. Aku berjalan pelan mendekati sosok itu dan... Kuroko?
"Itu... Kamu?" Tanyaku ke hantu disebelahku. Tiba-tiba dia mengerang kesakitan dan perlahan menghilang. Akupun panik dan berlari keluar gudang, kemudian mencari pertolongan ke siapapun yang aku temui. Mereka mengikutiku dan beberapa guru juga mengikuti.
"Dimana tempatnya, [Name]?" Tanya salah satu senpai yang bernama Aomine.
"Disitu, senpai."
Aomine mendekati tempat yang kumaksud, lalu berteriak kencang, "ASTAGA, TETSU!!!"
.
.
.
Aku berada dirumah sakit bersama dengan keenam senseiku yang berambut pelangi. Mereka semua tampak kaget dan tidak percaya kalau ternyata Kuroko sudah ditemukan.
"[Name]... Bagaimana kau bisa menemukannya?" Tanya Akashi. Dia menatapku harap-harap cemas, begitu juga dengan yang lainnya.
"Sebenarnya, sejak sebulan yang lalu, aku berteman dengan hantunya," Mereka membelalakkan mata tak percaya, "Suatu hari, ia mengajakku ke sebuah tempat karena dia bilang dia ingat sesuatu... Aku yang memang penasaran mengikuti dia dan menemukan tubuhnya di gudang itu, sejak saat itu, aku tak pernah lagi bertemu dengan hantunya."
"Tetsuya... Dia bercerita padamu tentang apa yang terjadi?"
"Dia hanya bilang kala itu dia bermain basket dan tiba-tiba pingsan, ketika siuman, dia sudah menjadi sosok melayang."
Mereka berenam terdiam dan terlihat menyesali sesuatu. Aku memutuskan tidak ikut campur dan masuk menuju ruang tempat Kuroko dirawat, keadaannya sungguh menyedihkan, berbagai macam selang terpasang di tubuhnya. Aku duduk di meja di sebelahnya, dan seseorang masuk ke dalam sambil memeriksanya.
"Kuroko teman kami berlima... Kalau dia masih sadar sekarang, mungkin dia berumur dua puluh tiga tahun sekarang. Dua tahun lebih tua daripada kau, kan?"
Aku mengangguk lalu menatap senpai berambut hijau tersebut, "Apa kala itu terjadi sesuatu?"
Dia tersenyum kecut. "Banyak kejadian, dan mungkin yang membuat Kuroko tak sadarkan diri sekarang karena pertandingan winter cup waktu itu, kami hanya terlalu keras padanya, itu saja..."
.
.
.
7 hari kemudian...
Dia masih saja tak sadarkan diri dan kondisinya makin memburuk. Aku juga tak pernah bertemu hantunya lagi. Sungguh, aku sebenarnya menyukainya! Dia orang yang menyenangkan, tapi sayangnya... Keadaannya yang seperti ini membuatku makin putus asa, aku juga semakin dekat dengan teman-temannya.
"[Name], kau menyukai Tetsuya, kan?" Goda Akashi sambil tersenyum miring. Sialan, dia kan tahu segalanya.
"Tak perlu kujawab juga kau sudah tahu jawabannya kan, senpai?"
Akashi mendengus geli. "Jangan memanggilku senpai, toh kita satu angkatan. Kau akselerasi kan?"
Aku hanya mengangguk pelan.
"Kalau Kurokocchi sadar nanti... Apa kau akan menyatakan perasaanmu padanya, [Name]cchi?"
"Masa perempuan yang mengatakannya dulu?" Protesku sambil menggembungkan pipi. Mereka semua terkikik geli.
"Tapi aku yakin, kalau Tetsuya juga menyukaimu, [Name]. Aku tak pernah salah soal itu..." Ujar Akashi sambil berdiri dan mendekatiku. "Kau yakin mau berjaga sendirian malam ini?"
"Yep, kalian istirahatlah dulu. Kebetulan, tugasku sudah selesai jadi aku punya banyak waktu senggang."
.
.
.
Sinar matahari membuatku mengerjapkan mata.
"Eh...?"
Aku terkejut mendapati diriku berada di ranjang yang ditiduri Kuroko semalam, dan aku sama sekali tak menemui sosoknya, aku terbangun tiba-tiba dan tak melihatnya dimanapun.
"Ohayo¸[Name]..."
Seseorang mengagetkanku dan hampir membuatku terjungkal, namun dengan sigapnya ia menangkapku dan tersenyum padaku. Senyum itu... Mata itu... Wajahnya yang datar itu tampak nyata dan... Dia memang nyata sekarang.
"Ku-kuroko?!"
The End
KAMU SEDANG MEMBACA
KNB Scenario [PRIVATE]
FanfictionIni soal KAMU dan chara KNB favoritmu. OPEN REQUEST
![KNB Scenario [PRIVATE]](https://img.wattpad.com/cover/65264542-64-k369504.jpg)