Aomine
Pagi itu kau bersiap akan menuju SMA Touou. Kau berjalan menuju halte bis dan menunggu bis lewat. 15 menit kemudian, sebuah bis berhentu dan kau menaikinya.
Kau duduk di bagian belakang dengan pemuda berambut navy blue yang sedang tertidur.
Kau melihat-lihat pemandangan dan tiba-tiba merasakan kepala seseorang bersandar di pundakmu. Ternyata pemuda yang tadi.
Ia sepertinya tertidur dan tak sadar kalau ia bersandar padamu. Kau sedikit menggeser tubuhmu dan pelan-pelan membenahi posisi kepalanya agar tak bersandar padamu lagi.
Brugh.
5 menit kemudian, ia melakukannya lagi! Kaupun membenahi kepalanya lagi, dan hal ini terjadi berulang-ulang hingga ketiga kalinya.
Temeeeeee~
Perempatan siku muncul di dahimu.
"Bangun! Hei bangun! Kau sungguh-sungguh menjengkelkan, Ganguro!" Kau berusaha membangunkannya namun ia tak bangun juga. Akhirnya kaupun membenahi lagi kepalanya dan bergeser jauh darinya.
Kau menahan tawa ketika melihat ia berusaha bersandar lagi dan kepalanya malah terbentur jendela tempatmu tadi. "Pfffft."
"Ouch." Dia mengelus-elus kepalanya dan mendeathglaremu. "Hei gadis pendek! Kau sengaja melakukannya ya!"
Twitch.
"Apa kau bilang, ganguro?" Kaupun balas mengatainya dan menunjuk mukanya. Kau melihat nama di nametagnya dan menyadari ia satu sekolah dengamu.
"Aomine Daiki? Kau anak Touou juga? Bagaimana bisa aku tak mengenalimu? Jadi kau yang katanya pemain basket andalan itu? Wajahmu tidak meyakinkan, ganguro😛😛😛😛😛."
Dia menyeringai dan berusaha menahan emosinya. "Temeeeee~"
Kau melipat kedua tanganmu dan menjulurkan lidah ke arahnya. "Kau kalau tidur benar-benar tak bisa diam. Jangan-jangan kau curi-curi kesempatan bersandar padaku ya, Ahomine!"
Aomine langsung menjulurkan tangannya dan mencubit pipimu. "Dasar pendek! Cerewet pula!"
Aomine melirik ke arah dadamu, kau hanya berpikir mungkin ia melihat nametagmu. Namun tiba-tiba matanya melebar dan ia menyeringai.
"Kau...... Besar juga dadamu, (Your Name)."
Kaupun membelalakkan mata, wajahmu tiba-tiba memerah dan kau menjambak rambutnya. "AHOMIN-ECCHI!!!!!!!!"
"Aw! Ittai ittai! (YOUR NAME) LEPASKAN! OUCH!"
Murasakibara
Pagi ini, kau berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan umum untuk pertama kalinya. Tahu akan menunggu lama, kau sengaja membawa banyak pocky untuk menemanimu.
Bis yang menuju Yosen datang 15 menit lagi, kau memutuskan untuk membuka sebungkus pocky dan memakannya.
Di kejauhan, kau melihat pemuda setinggi 208cm dan berambut ungu berjalan ke arah halte. Ia terlihat mengantuk dan meracau tak jelas.
"Muro-chin~ Kenapa tak masuk sekolah? Aku malas berangkat sendiri~" gerutunya sambil mengerucutkan bibir. Ia lucu sekali, seperti anak kecil.
Ia berjalan melewatimu seakan kau tak ada disana, sedetik kemudian, ia berhenti dan berbalik menatapmu. Wajah malasnya melihatmu dengan tatapan berbinar-binar yang terpancar dari mata sayunya.
Kau kebingungan melihatnya, sementara ia berjalan ke arahmu dan berjongkok di depanmu. Tentu saja mukamu sudah semerah kepiting rebus.
"K-kau ma-mau apa?" Tanyamu terbata-bata, kau sudah berpikiran yang tidak-tidak karena gerak-geriknya tersebut.
Kau menutup matamu karena ketakutan, tapi kau tak merasakan apapun dan perlahan kau membuka matamu untuk melihat pemuda itu.
Dia hanya diam saja dan fokus memandang sesuatu yang sedang kau gigit. "Boleh minta pockynya tidak?"
Kau sempat terpaku beberapa saat. "...Jadi kamu cuma mau minta pocky?" Tanyamu kemudian, ia mengangguk dan lihatlah bagaimana melasnya wajahnya.
Kaupun menepuk-nepuk pipimu sesaat. Baka! Memangnya apa yang kau pikirkan?
"Ini..." Kau menyodorkan 4 kotak pockymu untuknya. "Untukmu saja."
Senyumnya makin melebar ketika menerima pemberianmu. "Arigato nee~ kau siapa?"
"(Full Name). Kalau kau?"
"Murasakibara Atsushi. Jadi (Your Name)-chin sekolah di Yosen juga?" Kau mengangguk dan melihat bisnya datang dari kejauhan.
"Kalau begitu, kita berangkat bersama saja yaaa (Your Name)-chin~"
Ia berkata sambil mengenggam tanganmu dan menarikmu menuju bis.
Kuroko
"Aduh, dimana ya? Aku ingat betul aku membawanya tadi!" Kau bersungut-sungut sambil mengitari lorong berkali-kali, mencari dompetmu yang hilang.
Kau mengitari tempat yang sama berkali-kali, tetap tak menemukannya.
"Ini masih pagi, dan dari tadi belum terlihat satupun siswa--"
"Doumo." Sebuah suara misterius terdengar di sebelahmu.
"GYAAAAAAAAA!" Kau berteriak dan berjongkok menutupi mukamu.
"Maaf kalau aku mengagetkanmu, kau mencari ini?" Suara tersebut terdengar lagi, kau membuka matamu perlahan dan melihat seorang bersurai babyblue di hadapanmu.
"Se-sejak kapan kau ada disitu?!"
"Sejak melihatmu datang kemari sambil menghentak-hentakkan kaki dan mengomel sendiri, sepertinya kau kehilangan sesuatu."
Kau facepalm mendengar penjelasannya. "Daritadi? Aku tak melihatmu sama sekali." Hawa keberadaannya tipis sekali.
"Kau bahkan melewatiku yang sedang membaca, jujur saja aku sedikit terganggu dengan hentakan kakimu itu." Ia menyodorkan benda tersebut padamu.
"Su-sumimasen. Terimakasih sudah mengembalikannya padaku..." Aku bahkan tak tahu namanya.
"Kuroko Tetsuya." Ia menyodorkan tangannya dan kau menyambutnya.
"Kuroko-kun ya... (Full Name) desu."
Kagami
Pulang sekolah, kau merasa suntuk dan memutuskan berjalan-jalan ke taman.
Sesampainya disana kau memilih duduk dekat ring basket dan tak lama kemudian terlelap dalam lamunanmu. Kau bahkan tak menyadari ada pemuda dengan gradasi merah-hitam yang bermain basket di dekat situ.
Bruagh.
Sebuah bola basket memantul ke arahmu dan mengenai kepalamu.
"ADUHHHH! ITTAI HUAAAAAAAAAAAA!" Kau berteriak kesakitan dan seseorang berjalan ke arahmu.
"Gyaaaaaaaaaa gomenasai! Aku tak sengaja! Uwaaaaah maafkan aku!"
Ia mengusap pelan bagian kepalamu yang terkena bola. Kau melihat ke arah pemuda tersebut dan menemukan fakta bahwa dia memakai seragam yang sama denganmu.
"Eh? Kau sekolah di Seirin juga?" Sejenak kau mengusap air matamu dan memberikan senyuman ke arahnya.
"Iya... Kau tidak marah?" Tanyanya.
Kau menggeleng pelan, "Salahku juga sih melamun di dekat sini..."
Ia masih mengusap kepalamu, "Sungguh maafkan aku... Pasti sakit nee?"
"Tidak apa-apa kok, oh iya siapa namamu?"
"Kagami Taiga, dan kau?"
"(Full Name)." Ujarmu pelan. Kau melihat Kagami yang wajahnya masih khawatir melihatmu. "Sungguh aku tak apa, Kagami-kun."
Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Sebagai permintaan maafku, bagaimana kalau kau ikut denganku ke Maji Burger (Your Name)?"
Dia masih saja merasa bersalah, padahal kau berkata kau baik-baik saja. Karena kebaikan hatinya, kau menerima ajakannya.
(Author Note): open request untuk scenario sama (Various! X Reader) ya^^
KAMU SEDANG MEMBACA
KNB Scenario [PRIVATE]
FanfictionIni soal KAMU dan chara KNB favoritmu. OPEN REQUEST
![KNB Scenario [PRIVATE]](https://img.wattpad.com/cover/65264542-64-k369504.jpg)