THIRD :

108 8 1
                                    

Malam itu,
Terdapat sebuah pesan muncul di layar Hp Luna
" Luna"
" ya?" ,ternyata itu pesan dari Sammy.
"Kaka boleh tanya ga?" Tanya Sammy serius.
"Boleh, iya?"
"Kamu udah punya pacar sebelumnya? " tanya Sammy dengan penasaran
"Sebelumnya punya, baru aja putus ka huhu, memangnya kenapa?" Tanya Luna
"Gapapa sih hehe, besok kita ke Mall dulu yu kita makan " ucap Sammy sambil mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu serius.
"Siap ka, see you!" Balas Luna
Dalam hati Luna berkata dengan riangnya
"Beneran? Aduh jangan - jangan mau nembak ah ya kali, tapi Amir lagi apa yaa hmm" Luna teringat Amir kembali, karena dia masih belum bisa untuk move on.

Lalu hp Luna pun berdering kembali dan ternyata ada telepon masuk dari Amir
"Amir? Serius?!?" Penuh kejut
"Oke bismillah, Hai ya?"sambil ketakutan
" hei, kirain udah tidur, gimana harinya? Baik-baik ajakan?" Tanya Amir
"Iya pasti mir pasti hahaha, kamu juga pasti baik lah" dengan menjawab pertanyaan tersebut Luna berkaca-kaca
"Ohiya, kamu nanti jumat mau les?" Tanya Amir
"Iya kayaknya mir, kamu?"
"Engga, soalnya aku mau main sama nabilah sama temen-temen aku juga" jawab Amir
Jawaban Amir yang membuat hati Luna terluka tak kuasa menahan air mata nya
"Hahaha iya mir kamu kan mau ulang tahun, pasti lah di jailin haha ,langgeng ya sama nabilah nya " jawab Luna dengan lantang sambil menahan tangis.
"Lun.." tutur Amir dengan pelan dan lembut
Luna tak kuasa menjawab
"Lun.. dengerin aku, aku sayang kamu, maafin aku, aku malah sama nabilah, yang aku pingin, kamu ada di masa depan aku, bukan sekarang" ucap Amir
"Huhuhuhu "sambil menangis
"Aku ga ngerti ya Mir apa yang kamu pikirin soal aku yang jelas aku gatau aku salah apa , tanpa ada alesan yang jelas kamu mutusin aku terus beberapa menit kemudian kamu sama nabilah? Ya aku banyak kekurangan,tapi masihkah kurang rasa cinta aku ke kamu mir selama ini? Kamu tega biarin aku jalanin hari-hari sendiri, Kamu dateng seenaknya kayak yang ga punya dosa, bilang Sayang atau apa,tanya aku baik baik aja apa ngga? Aku patahin hati kamu, coba, masih baik baik aja? Enggakan? please jangan buat aku terus berpikir mir tolong pahamin aku" penjelasan Luna yang membuat ia segera memutuskan teleponnya karena tak sanggup.

"Semoga kamu baik-baik aja ya Lun, aku tetap bersama mu" sebuah pesan singkat dari Amir untuk Luna.

Malam itu Luna sangat Rindu kepada Amir,ia tak tahu apa yang harus ia lakukan kala itu, ia pun menangis tersedu-sedu sampai akhirnya ia tertidur.

Keesokan harinya,
Seusai pulang sekolah Luna pun pergi ke sebuah Mall di dekat sekolahnya bersama Sammy, dan mereka menuju foodcourt dan berbincang
"Lunaa mau mesen apa? Tar kaka yang bayar yah" ucap Sammy sambil mengeluarkan dompet
"Hmmm aku mau minuman aja, uang nya ini ka, ga usah dari kaka " sambil memberi uangnya
"Gapapa, bentar yaa" ucap Sammy sambil membeli minuman

Luna melamun kan sosok Amir yang tadi malam masih menghubungi dia, membuat ia semakin tidak rela untuk melepaskan Amir.

"Hoy! "Sammy menepuk pundak Luna
"Ngelamun aja kesambet lho, ini" ucap Sammy sambil memberi minuman yang tadi di pesan
" aduh kakak ngangetin aja hahaha"
Seketika mereka berbincang dan bercanda tawa, Luna seakan-akan lupa soal Amir dan
"Luna? "
"Iya? " sambil meminum minuman nya
"Maaf kaka lantang, mau ga jadi pacar kaka?" Ucap Sammy dengan muka penuh harapan
"Ckk uhuk uhuk" tiba-tiba Luna batuk,
"Hah? Apa ka? Pacar? " tanya Luna serius
"Iya, mau ga?? " tanya Sammy
"Aduh ka ini terlalu cepet, kita aja baru kenal terus aku juga baru putus sama Amir" jawab Luna
"Pikir-pikir lagi ya Luna, udah sore ayo kita pulang" ucap Sammy sambil meninggalkan Foodcourt dengan Luna

Malam tiba, Luna semakin bingung, kerjaannya hanya mondar-mandir sambil memegang hp nya dan berpikir harus apa yang ia lakukan sekarang
"Terima apa engga? Aduhhh aku masih suka sama Amir tapi disisi lain ada Ka Sammy"
Tiba-tiba hp Luna berdering
"Ah shit, ka Sammy!" Teriak Luna
"I-iya ka?" Tanya Luna
"Gimana hehe, mau gaaa lun? "
"Aku gatau ka kasih aku waktu 2 hari lagi ya" ucap Luna
"Baiklah" jawab Sammy

Keesokan harinya,
Tanggal 30 Agustus dimana hari itu adalah hari ulang tahun Amir.
"Happy birthday Amir" sambil mengelus-elus foto Amir di Hpnya,
"Ga udah jangan nangis Lun, siap sekolah!" Menghapuskan air mata nya dan segera ke sekolah.

Di sekolah,
Pemilihan ekskul di mulai
Kali ini Luna memilih ekskul pramuka,
"Kamu ekskul apa?" Tanya Riki
"Aku pramuka aja deh" jawab Luna sambil mencontreng ekskul pilihannya
"Yaudah aku juga deh" ucap Riki
"Kok nurutin dihh"
"Gapapa kali " jawab Riki
"Mohon perhatian! Kalian mana kertas pemilihan ekskulnya kumpulin di aku yaa" ucap Riki, Riki kala itu menjabat sebagai Ketua Murid kelas 7.9

Seusai pulang sekolah, Luna,Vani, Salma, Hani, Fathin melewati kelas-kelas menuju ruang Aula dan mereka berbicara sebentar, saat itu banyak sekali yang melihat Luna dengan penuh keseriusan, ya salah satunya Alisa, Alisa adalah perempuan yang menyukai Sammy, ia kelas 7 11, kebetulan ia satu ekskul dengan Luna dan ia temannya Hani

"Hani!" Teriak Alisa
"Alisa!" Jawab Hani
Alisa menghampiri kerumunan Hani, Salma, Vani, Fathin dan Luna
"Hai aku Alisa temennya Hani"
Sambil menjabat tangan satu per satu
"Luna "
"Oh kamu Luna? Deket sama Ka Sammy juga yah?" Tanya Alisa penasaran
"Hah? Engga deket ko biasa aja" jawab Luna
"Btw liat ka Sammy ga han?" Tanya Alisa kepada Hani
"Eh itu bukan dia? Yang tinggi sekali kayak tiang bendera" jawab Hani sambil menunjuk
"Ka Sammy!" Teriak Alisa
"Iya, lis? " menghampiri kerumunan itu.
Sammy memandang Luna, Luna pun sebaliknya,
"Ini kak dari mamah oleh- oleh dodol hehe semoga suka ya" kata Alisa sambil memberi setoples dodol.
"Ngerepotin, makasih yah lis" sambil menatap Luna,

"Van ayo ah pulang, duluan ya semuanya buru- buru, daaaah" sambil terburu-buru menarik tangan Vani.

Cinta Tahu Kemana Dia Akan PulangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang