Esoknya, Hari Sabtu Luna pergi ke sekolah untuk Latihan Pramuka seperti biasa ,semangat, periang, cerewet juga hiperaktif, tentu saja pasti itu Luna.
Di pramuka ada seorang Kaka kelas bernama Mukti, jutek,cuek,ga peduli-an, sangar, galak itulah ia.
Kala itu Luna berada dalam sanggar mengambil HPnya di dalam tas, dan disitu pula Mukti berada
"Kak boleh minta tolong, tas Luna " pinta Luna dengan sopan agak terburu-buru
"Nyuruh? " tanya Mukti dengan sinis
"Hmmm" Luna langsung mengambil tas nya dengan jangkauan yang jauh karena disana banyak tas-tas murid sehingga sulit mengambil tas itu."Biasa aja dong mukanya gausah di jutek-jutek in segala" ujar Mukti
"Ngejek diri sendiri sih eh, Assalamualaikum ka" ujar Luna sambil kabur terburu-buru karena takut dimarahi Ka Mukti yabg sangar itu.Minggu- minggu berlalu, Luna masih saja menggantungkan Putra, karena ia masih terpikiran oleh Amir kala itu. Ia berusaha menghindar dari masalah yang sangat rumit itu.
Di kantin,
"Aku mesen mie goreng cepe ya pa 1"
Ucap Luna
"Aku juga 1 pak!" Ujar Mukti yang tiba-tiba di samping Luna
"Lah kok ada kaka? Ngintilin mulu " ujar Luna sambil sinis
"Ini baru pertama kalinya aku ketemu adik kelas, berani sama seniornya" ujar Mukti sambil menatap Luna
"Senioritas" jawab Luna singkat pelan
"Kamu masuk sini emang nem berapa? " tanya Mukti
"Kaka berapa?" Tanya balik Luna
"Yaudah bareng " jawab Mukti
"27,25!" Ucap mereka bersamaan
"Hah sama? Sama? " tanya Luna
"Tuh ngikutin mulu" ujar Mukti
"Ga lah enak aja " ucap Luna
"Heh yang masuk pertama ke sekolah sebelum kamu tuh siapa? Ya kaka lah" sambil menunjuk dirinya
"Yayayayayaaaahahah aku duluan makannya babai" ujar Luna sambil tertawa
Disitu Luna tidak sendiri melainkan ada Selia ketua pemimpin regunya. Kejadian tadi disaksikan oleh Selia, setelah makan sudah selesai,"Kamu kok ada rasa yang beda gitu sama si Ka Gembul chubby itu?" Tanya Selia
"Siapa? Ka mukti? Dih engga" ujar Luna
"Hmmm cuma penasaran sama ka Mukti abis aku orangnya suka gitu sama orang yang misterius, galak atau pendiem, kayaknya orang itu punya sesuatu yang misterius, jadi ya pengen aja ganggu biar aku tau dalem orang itu gimana" jawab Luna
"Jadi kamu penasaran sama ka Mukti?" Tanya Selia sambil nyengir
"Lah ......" ujar Luna terpotongTiba-tiba teman-teman regu Luna memanggil mereka
"Kaliaan, Fadila mau ditembak sama Ka Haikal! Di kelas sunda 1! Buruan" teriak Ratu,
Mereka semua ricuh dan berteriak-teriak karena aksi Ka Haikal menembak Fadila, ya Haikal itu yang pernah suka dengan Luna. Luna hanya berpikir kalau mereka jadian, pasti tidak akan lama karena Ka Haikal itu pecandu wanita.Setelah itu, jawaban Fadila
"Aku ga terima Ka Haikal abis aku udah yang nembak duluan tapi masih gantungin" ujar Fadila
"Yaaaah, yaudah sama Akbar aja " ujar Selia
"Iya deh, doain ya!" Ujar Fadila sambil menuju sanggar.Malam itu datang,tiba-tiba saja ada pesan masuk dan pesan itu dari,
"Ini Luna?"
"Iya? Siapa?" Ujar Luna
"Ini Ka Mukti"
Oh god, nama lelaki baru lagi untuk Luna ,
"Ada perlu apa?" Tanya Luna
"Gapapa, kamu tadi curhat ke Selia ya?" Tanya Mukti
Ternyata Selia menceritakan semua yang dibicarakan Luna soal orang yang misterius, dan alhasil mereka pun chat yang berkepanjangan.2 hari setelah itu,
Luna masih berkomunikasi dengan Putra, begitu Fadhlan.
Fadhlan tahu semua cowok yang dekat dengan Luna.Dan,
"Lun?"
"Iya ka?" Jawab Luna di tempat duduk,luar gerbang.
"Kamu udah punya pacar? Cowo yang lagi deketin kamu siapa aja?" Tanya Mukti
"Lah kok tiba-tiba?" Tanya Luna
"Ga kok nanya doang, sewot" jawab Mukti
"Ga punya, ada sih" ujar Luna sambil melihat jalan
"Siapa?"
"Putra, trus Amir mantan aku trus aku deket sama Fadhlan anak PMR tapi cuma temenan aja kok" ujar Luna
"Ohh si putra? Seriusan? Yesss" ujar Mukti kegirangan
"Kenapa? Horror" lantur Luna
"Gapapa"

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tahu Kemana Dia Akan Pulang
Teen FictionCinta tau kemana dia akan pergi, jika cinta dipaksa untuk bersama manakala percuma kalau memang harus berpisah Cinta tau kemana dia akan pulang, jika cinta di biarkan mengalir begitu saja manakala memang kalau harus bersama