NINTH : SPEECHLESS

107 7 1
                                    

Ketika tanggal 6 Febuari kala itu Luna mengucapkan ulang tahun kepada Putra sekitar jam 12 malam, karena itulah Putra semakin ingin memiliki Luna, hari demi hari mereka lewati, dan saat- saat menegangkan

Di Personal Message

"Lun, aku boleh ngomong sesuatu? " tanya Putra
"Iya boleh lah, memang apa?" Jawab Luna
"Maaf banget, aku berusaha buat lupain kamu semenjak kamu berapa kali pacaran sama mantan kamu, tapi ga bisa Lun, gatau kenapa udah stuck gitu aja, aku sayang kamu" ujar Putra
"Hah? Gimana gimana? Ucap Luna tidak mengerti apa yang dimaksud Putra
"Iya, ga gimana gimana" ujar Putra
"Ih apaan sih, ulang-ulang, to the point aja " ujar Luna yang semakin penasaran
"Aku takut hehe" ucap Putra sambil gugup
"Ayo dong apaan, dosa bikin orang penasaran tuh" ujar Luna sambil merayu
"Aduh gimana yaaa hehe ga bisa Lun, aku masih gugup mungkin lain kali" ujar Putra
"Hah apaan sih emang mau ngomong apa?" Kali ini Luna benar-benar tak mengerti maksud Putra.

Keesokan harinya,
Di kelas
"Tuh kan liat deh putra bilang gitu maksudnya apa coba?" Tanya Luna kepada teman-temannya yang kala itu duduk mengelilingi meja Luna sambil menunjukan personal message dari Putra.

"Ih greget, dia tuh takut kamu malah ngecewain dia lagi" ujar Fathin
"Kecewain gimana coba?" Tanya Luna nampak bingung
"Iya, gini deh mending aku tanya, kamu suka sama Putra apa engga?" Ujar Hani
"Hmmm aduh gimana ya, suka sih pengen pacaran sama dia tapi dia ga nembak-nembak tuh " ucap Luna dengan tenang
"Ih sumpah kalian tuh greget, sama-sama sayang, suka tapi malah saling nunggu" ucap Vani
"Trus gimana dong? Kalian kode in kek si Putra biar nembak aku " ujar Luna sambil mencurahkan idenya
"Siaaap bos!" Ujar mereka semua.

Istirahat pun tiba, mereka segera pergi ke kantin,
"Lun liat deh katanya Adyra , tuh noh yang itu, lagi deket sama Putra juga lho" Ujar Vani sambil menunjuk Adyra
"Serius? Masa sih Putra ngedeketin banyak cewe?" Luna sambil memperhatikan Adyra dan

Tiba-tiba hatinya *sreeeeeet* hasratnya turun.
"Gatau sih, gatau Putra deketin gatau Emang Adyra suka sama Putra, katanya sih kenal di BBM" Ujar Vani sambil memilih-milih makanan
"Oh gitu, lumayan cantik ko cocok" ujar Luna sambil tersenyum
"Ah so cocok, aku tau kok kamu jadi down, nihya masih cantik kan kamu lagian bisa kok bisa, kamu bisa sama Putra " ujar Vani sambil menyemangati Luna yang lemas
"Hahaha bisa aja" ujar Luna sambil membungkus makanan yang dibelinya.

Di personal message,

"Putra?"
"Ya? Ada apa? Tumben kamu yang greet duluan hehe" ujar Putra
"Kamu lagi deket sama siapa aja? Maaf kepo hehe" tanya Luna
"Kamu aja " ujar Putra
"Serius?" Tanya Luna
"Iya duarius malahan"
"Ohh" ujar Luna singkat
"Ohiya Luna, kali ini aku mau ngomong serius sama kamu aslian deh gakan bikin kamu penasaran apalagi gantung" ujar Putra
"Emang apa?"
"Tapi kamu harus bilang iya yaa hahaha" ujar Putra
"Iya" jawab Luna yang makin badmood soal Adyra
"Ih jangan bilang iyanya sekarang, tar aku ngomong terus jawab iya " ujar Putra
"Ohaha oke"
"Lun, udah lama aku suka sama kamu, dari awal SMP aku perhatiin kamu dari atas sampai bawah, sampe aku tau seluk beluk kamu, siapa aja yang deketin kamu, termasuk Heri temen aku sendiri, untungnya kamu hirauin dia hehe, aku sayang kamu Lun, gatau he, aku suka kamu banget, kamu mau ga jadi pacar aku? Aku harap kamu ga ngegantungin aku lagi" ujar Putra

*oh god, Damn!*
Putra menembak Luna untuk kedua kalinya

"Kamu nembak aku? " tanya Luna
"Iya lunaaaaa"

.........................

"Maaf putra, aku gabisa nerima kamu dulu" ujar Luna
"Lhoo kenapa ayolah tolong, please terima aku, aku suka banget sama kamu" ujar Putra sambil memohon
"Ya aku lagi ga bisa, aku punya berita buruk tentang kamu, dan aku belum bisa nerima kamu dulu" ujar Luna
"Berita? Berita apa? Terus kapan bisanya aaaaaa ayolah Lunaaa" ujar Putra terus memohon
"Katanya kamu deket sama adyra kelas 7.1 yakan? Yang pake kerudung itu ,pendiem sih, kamu kenal dia? Deket juga?" Tanya Luna
"Hah Adyra? Oh dia, engga, aku ga deket sama dia,suka aja engga, dia yang suka aku kayaknya soalnya kemarin-kemarin pas aku pasang status greet, dia greet aku, serius deh lun, masa gara-gara dia kita gajadi jadian ayolah" ujar Putra
"Ga, belum bisa, maaf ya Putra" ujar Luna sambil melemas

.....................

"Ya, mau gimana lagi kalau Luna udah kayak gini, gapapa mungkin aku yang salah waktu buat nembak kamu, asal kamu tau aja, aku ga pernah deket sama siapapun kecuali kamu, makasih juga ya Luna udah pernah deket sama aku" ujar Putra
"Iya" jawab Luna singkat.

Berita dari Vani itu membuat mereka berdua gagal berhubungan, namun Luna kala itu tidak ingin menghubungi Putra lagi, pintahnya, bahwanya Putra itu sama saja seperti Sammy, Amir, dan Revan.
Tapi semakin hari mendekati Ulangan Kenaikan Kelas, Luna semakin memperhatikan Putra dari jarak jauh, mencari berita-berita soal tentangnya.

Selang Waktu,
Kala itu Luna sedang berada di Aula dan kelas Putra berada di Lapangan yang sedang berolahraga,
"Ih Vani! Itu Putra!!! " teriak Luna sambil menunjuk ke arah putra yang kala itu sedang bermain bola
"Iya lah, hahaha cie modus aja " ujar Vani
"Di liat-liat cool banget ya dia hmm jadi nyesel" ujar Luna

Tiba -tiba sosok Adyra dan temannya melewati aula dan dia melihat Luna juga Vani yang melihat Putra sedang bermain bola ,seketika mereka berpapasan muka.

.......................

"Van van itu a-adyra kan?" Tanya Luna
"Iya, emang napa? Gila ya masa cewe greet cowo gimana sih dia tuh" jawab Vani
"Duh Putra tuh suka ga sih sama Adyra aku bingung, aku pengen ditembak Putra aaaaa!!!!" Ujar Luna sambil teriak dan cemberut
"Udah kita ke kelas aja yu" ujar Vani

Tiba-tiba ,
"PUTRAAAAAAA!!!!!!"
"Hah van? ada yang teriakin Putra" ujar Luna sambil berbalik melihat ke lapangan
Dan Putra terjatuh entah mengapa, sesak mungkin, dan Putra pun masuk Ruang UKS
"Putraaa! Ih vani ,putra ih putra kasiaan aaaa aku harus apa " ujar Luna sambil panik melihat teman-teman Putra menggotong Putra ke UKS .

Tiba-tiba Alisa datang menghampiri Luna dan Vani
"Luna! Itu putra sesak kasian ayo ke UKS" ujar Alisa
"Hah? Aku malu, aku kan bukan 7.11 dan bukan siapa-siapa nya Putra" ujar Luna sambil berkaca-kaca
Kemudian perempuan kelas 7.11 datang menghampiri Luna
"Ayoo Luna ke UKS" ujar mereka sambil menarik tangan Luna
"Engga enggaa, aku doain dia dari sini, aku ke kelas dulu yaa dah, ayo Van" ujar Luna sambil menarik Vani dan meninggalkan mereka.

"Aneh emang aneh ya kamu " ujar Vani
"Aneh kenapa si Luna " ujar Aulia Dan Salma
"Iya dia tuh sayang ,perhatian aama putra tapi gengsi huu" ujar Vani
Luna hanya terdiam memikirkan kondisi Putra yang tadi terjatuh karena sesak.
"Yaa ayo dong Luna, kamu tuh sadar, Putra tuh sukanya sama kamu doang, masalah adyra sih lewat" ujar Salma
"Eh eh tapi ya si Sammy kayak yang suka lagi sama kamu Luna, kemarin dia pc aku katanya sih Nanya Luna dah punya pacar lagi apa belum? Gitu" ujar Hani
"Serius? Gila Luna, Putra apa Sammy nih? " tanya Fathin
"Apasih ah aku lagi mumet" ujar Luna
"Ohh aku tau pasti si Fadhlan hahaha, dia suka tuh kayaknya sama kamu, kalau dia ketemu kamu pasti senyum-senyum yang beda gitu" ujar Aulia
"ih tau ga sih kayaknya si Lukman juga suka sama Luna haha si atlet lari diam-diam suka ngeliatin Luna haha" ujar Fathin

Ya Lukman itu teman sekelasnya Luna, memang benar, Lukman selalu memandangi Luna tiap 2 detik sekali.
"Namanya aja sama-sama dari L hahaha jodoh-jodoh" ujar Fathin
"Kenapa sih aku yang di bully huaaa" Luna sambil merengek
"Hahahahaha it's bully time!" Ujar Vani.

Bel berbunyi, Waktunya untuk pulang ke rumah,
"Vani! Ayo pulang ayooooo" ujar Luna sambil menarik tas yang di gendong Vani
"Ihh ni anak ribetin iya iya" ujar Vani
Tiba-tiba dari kejauhan datang Sammy menghampiri Luna
"Lunaaaa" ujar Sammy
"Ehiya ka?" ucap Luna Sambil melihat Sammy
"Nomor kamu masih yang kemarin kan?" Tanya Sammy
"Iya kenapa memangnya?" Tanya Luna
"Gapapa nanti telepon kaka angkat ya, kaka kumpul OSIS dulu daaah hati-hati pulangnya " sambil mengusap rambut Luna sekilas, dan pergi.
" duh bener nih apa kata Hani, bisa-bisa kalian jadian lagi hahah" ujar Vani sambil tertawa
"Ih apaan!" ucap Luna sambil menarik Vani kali ini rambut Vani yang di tarik.

Malam itu,
Putra menguhubungi Luna,
Luna pun meresponnya.
Tiba-tiba HP Luna berdering keras dan ada telepon masuk dari Sammy
"Hallo?"
"Iya ka? Ada apa? " ujar Luna
"Gapapa sih, hehe lagi apa Lun?" Tanya Sammy
"Lagi main Hp tadinya, sekarang lagi teleponan sama kaka hehe" ucap Luna
"Iya,hahaha"
Merek pun menghabiskan waktu telepon selama 30 menit berbincang.
Dan seusai itu, tumbuh bibit-bibit cinta baru untuk Sammy
"Lunaaaaa" ujar Putra di personal chat
"Iya?"
"Balesnya kok lama, lagi belajar ya?" Tanya Putra
"Hmmmm iya he" jawab Luna berbohong.
Selang waktu , Luna malah yakin kepada Sammy yang muncul kembali ke kehidupan Luna
Dan,

............................

Cinta Tahu Kemana Dia Akan PulangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang