Wattpad Original
Ini bab cerita gratis terakhir

BAB 5 : Boyfriend and Girlfriend

65.8K 4.4K 103
                                        

ERVAN

Dengan tidak sabaran aku menekan bel rumah Ersa. Hanya butuh waktu 15 menit aku sampai di rumahnya, padahal jika hari biasa, aku harus menempuh waktu kurang lebih setengah jam. Mungkin karena rasa khawatir yang mengerubuniku, memaksaku untuk mengebut dan ugal-ugalan di jalanan ramai Ibu kota.

Pintu terbuka pelan dan wajah Ersa muncul dengan senyuman kemenangan miliknya.

"Ersa," desisku saat menyadari bahwa aku baru saja terkena tipuannya. "Kamu bohongin aku ya?"

"Hanya ada 3 hal yang membuat Ervan akan menuruti seseorang. Pertama kemauan sendiri. Kedua paksaan dari orang tua. Dan ketiga adalah keadaan yang genting."

"Ersa."

Lagi-lagi aku mendesiskan namanya. Sudah siap meledak, tapi saat menyadari ini rumah Ersa, alhasil aku harus menahan diri.

"Masuk, Van." Ersa menarik tanganku dengan paksa untuk memasuki rumahnya. "Papa sama Mama mau kenalan sama pacarku gara-gara aku bilang kalau aku sudah punya kekasih. Jadi, mereka ingin ketemu sama kamu."

"Tapi, nggak gini caranya, Sa."

Aku benar-benar ingin meledak rasanya. Sayangnya, aku menjaga sopan santunku, aku tidak boleh mengomelinya. Lagi pula, ini hanya bertemu dengan kedua orang tua Ersa, bukankah ini hal biasa? Aku sudah sering bertemu mereka, jadi tidak masalah jika aku melakukannya dengan status yang berbeda.

Tunggu, aku baru menyadari sesuatu yang salah. Memangnya sejak kapan kami berdua berpacaran? Aku hanya menyetujui pernikahan ini, bukan menyetujui menjadi kekasihnya.

"Sejak kapan kita berpacaran?" tanyaku seraya menghentikan langkahku.

Ersa ikut berhenti. Wajahnya menoleh kepadaku dengan mata yang disipit-sipitkan. Dia kesal, aku tahu itu.

"Van, harus aku tulis di surat perjanjian kita bahwa pernikahan pasti diawali dengan menjadi sepasang kekasih lebih dulu?" omelnya lirih.

Aku mendengkus kesal. "Terserah."

"Bagus. Senyum sekarang. Ingat, adat pernikahan. Mengenal keluarga satu sama lain."

Ersa lagi-lagi menarikku menuju bagian belakang rumahnya. Lebih tempatnya, ke tempat di mana kedua orang tuanya berada di Sabtu pagi yang seharusnya sempurna untukku.

Mama Ersa yang lebih dulu menyadari kehadiranku. Beliau segera berdiri, lalu menghampiriku. "Ervan, kok, kamu ke sini?" tanyanya dengan ramah seperti biasa.

"Hi, Tante." Tiba-tiba saja aku merasa gugup saat menyadari bahwa suatu hari nanti, wanita yang berdiri di hadapanku dengan senyuman ramahnya ini akan menjadi ibu mertuaku.

"Ma, ini pacar Ersa."

"Oh my God!" Mama Ersa tiba-tiba saja berteriak sembari menutup mulutnya. "Mama nggak nyangka, maksud Mama, tidak menyangka secepat ini."

Aku hanya bisa memaksa senyum di wajahku. Tanpa aku sadari tanganku tahu-tahu saja ditarik oleh Mama Ersa dan digiring menuju ke tempat Papa Ersa berada.

Pria bertubuh subur dengan kumis tipis di wajahnya. Terlihat cukup galak, tapi tidak, beliau baik, hanya saja penampilannya sedikit menyeramkan. Baiklah, aku bertambah gugup sekarang. Perlahan aku memperhatikan pakaianku yang terlihat tidak layak sama sekali, coba kalau aku memilih ganti baju tadi, mungkin aku tidak akan segugup ini.

Siapa yang tadi mengatakan bahwa ini akan menjadi pertemuan seperti biasanya? Nyatanya sekarang, peluhku bercucuran menuruni pelipisku.

"Pa, pacar Ersa sudah datang."

icon lock

Tunjukkan dukunganmu kepada Desy Miladiana, dan lanjutkan membaca cerita ini

oleh Desy Miladiana
@DesyMiladiana
Didesak untuk segera menikah, Ersa mendapati jalan keluar dengan memb...
Beli bab baru cerita atau seluruh cerita. Yang mana pun itu, Koinmu untuk cerita yang kamu sukai dapat mendukung penulis secara finansial.

Cerita ini memiliki 40 bab yang tersisa

Lihat bagaimana Koin mendukung penulis favoritmu seperti @DesyMiladiana.
Proposal For WeddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang