"Apa kau sudah membicarakannya kepada kirey?" Tanya alexa
"Aku sudah membicarakannya dengan kirey dan aku rasa dia akan menyukai harry" ujar angel di sambung tawa kecil
"Aku pun berharap begitu,apa harry akan menyukai nya?"
"Percaya padaku, kirey sempurna"
"Aku tidak yakin angel,apalagi kirey baru saja putus tidak secepat itu dia bisa melupakan mantan kekasihnya"
"Aku rasa harry sempurna untuknya lexa,kau tenang saja rencana kita akan lancar"
"Semoga angel"
***
Dengan mata sayup-sayup aku membaca pesan itu. Aku tidak tau siapa pengirim pesan tersebut dan aku memutuskan untuk membalasnya.
"Ya?maaf ini siapa?"
"Engkau mengenal ku kirey"
"Jika aku mengenalmu aku tidak akan bertanya"
"Tapi sungguh kau mengenalku kirey,kita bahkan dekat"
"Apa susahnya kau memberitau namamu?"
"Serius kau tidak mengenal ku? Mungkin aku bisa menjadi penggemar rahasia mu?"
"Terserah"
Kirey tidak memedulikan pesan tersebut dan hanya memikirkan edwin hingga ia terlelap. Ia berharap edwin akan menghampiri mimpinya siang ini.
***
Makan siang vanessa dan edwin di penuhi oleh keheningan. Vanessa tidak pernah berharap akan bersama edwin dengan suasana dan situasi seperti ini.
"Edwin? Apa aku boleh bicara?" Tanya vanessa sambil memainkan sendok diatas piringnya
"Hmm"
"Apa kau mencintai ku edwin? Apa kirey masih ada di hati mu?"
"Menurut mu? Jika kau mempunyai hubungan dengan seorang pria selama 2 tahun apa kau bisa melupakannya dalam 1 hari?"
"Tidak,tapi apa kau mau melupakan kirey untuk ku?" Tanya vanessa dengan tatapan nanar
"Tidak tau,mungkin bisa" jawab edwin tidak memandang wajah vanessa,senyuman langsung terukir di wajah vanessa
"Aku harap begitu edwin, aku tau ini keputusan yang sulit tapi aku rasa kau tidak salah ambil keputusan"
"Kau tidak benar,aku salah mengambil keputusan. Aku mengambil keputusan disaat panik dan mungkin aku ceroboh saat itu"
Senyum vanessa seketika hilang dari wajahnya. Dia tau hubungan tidak bisa dipaksakan apalagi hanya karena mengambil keputusan disaat panik.
Aku sedang mengambil minum di pantry dan tiba-tiba aku melihat edwin dan 2 orang laki-laki sedang berbisik-bisik. Aku seperti mengenal laki-laki tersebut namun aku mencoba tak memedulikannya.
Hari ini niall-kakaku mengikuti lomba softball nasional dan tim nya mewakili sekolahnya dan daerah ku. Suatu kebanggan bagi keluarga karena niall adalah tim kapten. Aku selalu berdoa semoga hari ini adalah hari keberuntungannya.
"Vanessa! Apa kau tau? Kakakmu di diskualifikasi!" Teriak james sambil berlari menghampiriku di pantry
"Apa?! Bagaimana bisa!?" Ujar vanessa
"Kakakmu dianggap tidak melengkapi data tim dan tidak mematuhi peraturan"
"A-apa?! Aku sendiri yang memberikan data tim ke panitia sebulan yang lalu,bagaimana bisa tidak lengkap?!"
"Aku tidak tau vanessa,namun itu alasan yang panitia bilang"
Aku rasa ada yang salah disini. Aku tau ini adalah hal yang paling niall tunggu-tunggu sepanjang hidupnya,ia berlatih setiap hari dan sekarang seperti ini? Aku tidak bisa terima.
Saat aku ingin berlari keluar menghampiri niall,aku mendengar suara edwin tertawa dari balik pintu di ruangan di samping pantry. Aku mendengar dia berbicara kepada 2 orang laki-laki yang tadi tidak sengaja aku lihat juga dengan edwin. Memang suaranya sedikit samar namun aku bisa mendengar itu meski tidak terlalu jelas.
"Kalian hebat! Aku yakin sekarang si bodoh-niall sedang menangis hahaha"
"Hahaha harapan nya langsung musnah sejam sebelum pertandingan"
"Aku akan membayar kalian berapapun itu" ujar edwin
"Tidak kawan,kami senang membantu mu untuk membalas dendam"
Tawa mereka pecah namun tawa itu membuat aku sakit hati,aku tidak bisa tinggal diam.
Aku akan marah kepada edwin setelah ini. Dia harus membayar perbuatan nya yang sudah menghancurkan harapan kaka ku yang sudah ia inginkan bertahun-tahun.
Aku menghampiri edwin di lorong. Aku langsung mendaratkan tamparan di wajahnya yang tampan.
"Apa-apaan edwin? Apa yang sudah kau lakukan pada kakaku? Hah? Aku tau kakak ku memang lebih hebat bermain softball dibanding engkau!!!!" Teriak vanessa menggebu-gebu
"Apa-apaan kau?!! Asal kau tau kakak mu sudah memalukan tim ku,memalukan sekolah kita vanessa!! apa yang aku lakukan adalah benar!" Jawab edwin tidak kalah marah
"Kau tau? Kau pecundang edwin!! Apa ini yang kau maksud balas dendam? Hah?! Ini sudah keterlaluan edwin. Kau tidak terima kekalahan di pertandingan sebelumnya? Kau benar-benar pecundang edwin"
"Aku tidak mengerti ya,terserah kau vanessa. Mungkin kau tidak merasa sakit hati sekolah kita dipermalukan dengan kakakmu sendiri"
"Aku akan mengadukan mu kepada panitia dan kau tidak akan bisa mencoba untuk ikut lomba nasional ataupun internasional!!"
"Eh vanessa jangan,kau mau sekolah kita akan turun pamor? Jangan vanessa jangan,aku mohon" ujar edwin sambil memegang lengan tangan vanessa dengan kuat
"Kau takut? Aku tidak peduli edwin,aku akan melakukan itu" ujar ku sinis
"Oke vanessa apa mau mu?" ujar edwin dan melepaskan genggamannya
"Apa mau ku? aku hanya ingin kau membayar perbuatan mu sendiri,mungkin dengan tim mu tidak bisa mengikuti lomba manapun!"
"Bagaimana dengan membayarnya dengan yang lain? Seperti menjadi pacar mu mungkin? Itu kan yang engkau mau sejak lama? Aku akan lakukan asal kau tidak mengadukan itu dan mempermalukan ku di depan pelatih" ujar edwin terburu-buru
Aku tidak menyangka begitu cepat ia mengambil keputusan dan bagaimana bisa dia berfikir untuk mengambil keputusan itu?
Aku memang sudah mengharapkan dia menjadi milikku sejak lama namun aku tau diri bahwa dia kekasih sahabatku. Aku diam tidak bergerak menatap matanya aku tidak menyangka dia akan menjadi pacarku. Aku bingung harus memilih membela niall atau memilih menjadi pacarnya,ya tuhan. mungkin ini akan menjadi awal dari sebuah impian menjadi miliknya,sehingga aku harus membiarkan niall tidak mengikuti pertandingan.
"hmm mungkin bisa,tapi bagaimana dengan kirey? Ia sahabatku sendiri"
Edwin hanya diam dan tidak menjawab mungkin dia menyesal sudah menawarkan kesepakatan itu,raut muka edwin yang bingung menggambarkan sekali perasaan nya saat ini.
"A-akan ku urus vanessa,tapi kau harus menunggu" jawab edwin dan langsung meninggalkan aku
Tanpa vanessa sadari ia tersenyum sangat lebar. Ia begitu egois dan jahat mungkin dan ia sadar itu.
Langsung aku tersadar ketika edwin mengajak ku pulang. Kejadian itu selalu terputar ketika aku dan edwin mengalami krisis bicara. Aku tau aku sudah kelewat keterlaluan tapi itu semua sudah terjadi.
Leave your vote and comment!happy reading.
Pict of alexandra daddario as vanessa

KAMU SEDANG MEMBACA
I Found A Girl [H.S]
Fiksi Penggemar"Aku rasa kau yang terbaik" -Kirey J Hill "Tidak,aku tidak mencintai mu" -Harry E Styles Harry masih mencari jawaban pada dirinya,apakah dia mencintai kirey atau tidak. Kirey masih menunggu Harry menyatakan cintanya,karena Kirey rasa Harry mencintai...