Chapter 8

248 78 3
                                    

Harry's POV

Semalam,sepulang dari acara prom aku,liam,zayn,louis,angel dan alexa memutuskan untuk menginap di rumah liam. Namun malam itu malah diisi oleh celoteh dari alexa dan angel. Mereka selalu bertanya tentang kirey,padahal aku sama sekali tidak tertarik. Dia terlihat.. cengeng.

Sampai pagi ini kami masih di rumah liam menghabiskan hari minggu. Karena sebentar lagi kami akan melaksanakan ujian kelulusan,sebisa mungkin kita menghabiskan waktu bersama.

"Harry,louis bangun!" aku mengenal suara itu

"Ini masih pagi angel" jawabku sambil membalikan badan dan menutup telinga dengan bantal

"Hey ini sudah siang harry lihat ke jendela!" Ucap nya sambil menarik selimut ku

"Apa liam sudah bangun?" Tanya louis masih memejamkan mata

"Belum,makanya kau bangun!" bentak angel

"Yang punya rumah aja belum bangun,lebih baik kau kembali tidul angel" celetuk harry,tiba-tiba alexa datang ke kamar dan mengguncangkan tubuh ku

"Har,tolong jemput kirey di apartement ya" ujar alexa sambil membuang bantal ku ke lantai

"Untuk apa menjemput kirey?" Tanya harry

"Harry kau lupa ya? Kita semua kan mau berlibur hari ini" ujar alexa sambil mengguncangkan badan harry

"Kemana? Memang sekolah kirey besok libur?" jawab harry dengan mata terpejam

"Libur, bodoh kau styles. Liam kan satu sekolah dengan kirey dan dia ikut kita ya berarti dia libur! sudah gausah banyak tanya sana mandi terus jemput kirey!" suara lexa semakin meninggi

Dengan setengah sadar aku menuju dapur terlebih dahulu untuk minum air putih.

"Hey louis kau tidak menjemput rachel?" Tanya angel di ambang pintu

"Ya aku akan jemput rachel" ujar louis sambil mengumpulkan nyawa berjalan ke kamar mandi

Rachel adalah pacar louis yang paling lama. Mereka sudah berpacaran selama 6 bulan. Meskipun rachel sangat cuek,louis sangat mencintai nya. Louis sering bercerita bahwa rachel selalu sibuk jika diajak hangout padahal rachel juga masih sma,namun rachel memang seorang model majalah. Terkadang itu yang membuat louis merasa tidak dianggap dan merasa rachel lebih mementingkan photoshoot dibanding dirinya, namun bagaimana pun louis sangat mencintainya.

Hari ini mereka merencanakan untuk berlibur di gunung dan menginap di villa milik ku. Awalnya aku setuju tapi setelah mengetahui rencana nya aku jadi malas. Dan asal kalian tau mereka berlibur hanya untuk mendekatkan ku dengan kirey! Mereka semua sudah aku anggap gila. Hanya demi aku dan kirey mereka merencanakan sedemikian rupa.

Aku sempat tertidur sebentar di meja makan untungnya orang tua liam masih di luar negeri. Aku menuju kamar mandi dan langsung mandi.

Kirey's POV

Apartement sepi tanpa alexa. Sesudah makan aku hanya duduk di sofa dan menonton berita para artis. Terkadang aku ingat dengan cita-cita ku dulu,aku ingin menjadi seorang super model yang dikenal banyak orang. Namun cita-cita itu sepertinya tidak bisa di capai semenjak ayahku meninggal dunia. Rasanya mustahil gadis seperti ku bisa menjadi super model,aku pun tau diri dengan body ku yang kaya lidi.

Tiba-tiba hp ku bergetar dan menunjukan nama alexa di layar. Aku pun dengan malas mengangkatnya.

"Halo lexa,ada apa?" Tanya ku to the point

"Hay kirey,mengapa kau terdengar malas mengangkat telfon ku?"

"Ah tidak,aku hanya merasa bosan, kau sampai kapan menginap di rumah liam?"

"Tidak lama,kirey apa kau besok libur?" tanya lexa basa basi

"Ya,bahkan seminggu besok libur lexa,ada apa?"

"Bagus! Kau harus ikut kami berlibur oke? nanti kau di jemput oleh harry. Siapkan bajumu setidaknya untuk 3hari kedepan"

"What? Kemana?"

"Kita ke gunung dan menginap di villa milik harry,sudah sana bersiap-siap dahhh" alex langsung menutup telfon nya

Memang seminggu ke depan sekolah ku libur karena ada persiapan untuk ujian akhir. Tumben sekali alexa mengajak ku untuk berlibur bersama teman-temannya. Pasti dia punya rencana dan tidak jauh tentang aku dan harry. Tapi karena bosan sepertinya tawaran alexa boleh juga.

Aku berjalan malas menuju kamar mandi. Sesudah mandi aku membereskan baju yang akan aku bawa.

Hampir setengah jam menunggu namun harry belum juga sampai. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dan ketukan itu terus berbunyi semakin keras.

"Ya sebentar" teriak ku sambil berjalan untuk membukakan pintu. Namun ketika ku buka telihat seorang laki-laki dengan jaket hitam nya dan skinny jeans sedang tersenyum kepadaku

"Brad? Ada apa?" Tanyaku

"Apa siang ini kau ada acara? Aku ingin mengajak kau makan siang"

"Hemm maaf brad tapi aku ada janji dengan alexa" mata brad menuju ruang tengah ku dan melihat ada koper disana

"Oh hem ayo masuk dulu,mungkin yang menjemputku masih lama" brad pun masuk ke dalam dan duduk di sofa. Sebenarnya aku sedikit malas bertemu dia

"Kau mau pergi kemana?"

"Oh itu alexa mengajak ku berlibur ke gunung"

"Lalu siapa yang menjemputmu? Alexa?" Banyak tanya sekali dia aku bersumpah jika dia bertanya lagi akan aku lempar dengan gelas. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu. Aku pun membukakan pintu ternyata harry sudah datang.

"Hey" sapaku dengan senyum malu-malu

"Hay kirey,apa sudah siap?" Mata harry melihat brad yang sedang duduk di sofa

"Sudah,ayo harry masuk" harry pun masuk dan langsung menatap brad dengan tatapan sedang-apa-kau-disini. Tatapan brad pun tidak kalah mematikan dengan tatapan bukan-urusan-mu.

"Oh iya brad kenalkan ini harry. Harry kenalkan ini brad. Kalian ternyata mempunyai persamaan ya rambut kalian sama-sama keriting" ujarku mencoba memadamkan api ditengah mereka. Aku terus tersenyum seperti orang bodoh sedangkan mereka tetap saling memandang tanpa melihat ke arahku. Gawat.

"Oh hay kalian berdua bisakah tidak saling memandang dengan tatapan membunuh? Sejujurnya aku takut" ujarku sedikit berteriak

"Aku akan pulang kirey,mungkin kita bisa makan siang lain waktu" ucap brad dan langsung menuju pintu

"Iya brad akan aku usahakan" jawabku dengan sedikit berteriak karena brad sudah di luar

"Ayo key kita berangkat,mereka sudah menunggu kita" ucap harry dan langsung menarik koper ku,aku pun langsung mengambil tasku dan mengunci pintu.

Aku dan harry menuju mobil harry di parkiran. Jujur dia tampan sekali hari ini. Untung aku tidak berteriak saat membukakan pintu tadi. Wajah nakalnya membuat semua wanita menyukai dia. Namun tak bisa dipungkiri brad pun sangat tampan dengan baby face nya.

Saat sudah di dalam mobil wangi parfum mint langsung tercium. Harry pun menyalakan mesin mobil dan melajukan meninggalkan parkiran. Keheningan menyeliputi kami lalu harry pun angkat bicara untuk menghilangkan keheningan ini.

"Key boleh aku bertanya?" Entah mengapa aku mulai suka dia memanggilku key

"Ya?"

"Cowo tadi siapa kamu key?" Pertanyaan itu membuat ku diam untuk berfikir. Apa dia cemburu?

Tolong tinggalkan jejak kalian silent reader. Jangan lupa vote dan comment. Bikin cerita ini ga gampang :')❤
7++ vote untuk chapter 9

Part ini sempet di publish tp pas udh publish ternyata error,yang keluar ceritanya setengah doang jadi di unpublish. Sekarang di publish lagi kalo masih error jg tolong kasih tau ya,thengkyu❤

Pict of Barbara Palvin as Rachel

I Found A Girl [H.S]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang