Chapter eighteen

364 53 1
                                        

Song : 18-1D

HARRY'S POV

Aku tau kalau Barbara akan menolakkku mentah-mentah,aku cukup senang karena bisa menyatakan perasaanku padanya dan sedikit merubahnya.

Aku sudah pulang kerumahku, aku bosan dengan suasana seperti ini,aku teringat semua pakaian yang Barbara kenakan tertinggal dimobilku,aku segera mengambilnya.

Sekarang sudah pukul 8malam, aku sudah merasa rindu dengannya,apa aku terlalu berlebihan mencintai Barbara? tapi aku tidak pernah merasa seperti ini kepada siapapun bahkan mantanku Taylor.

~~~~~~~~~~~~

BARBARA'S POV

Aku pusing mendengar kata-kata Harry yang terus terulang dikepalaku,aku tidak pernah mengira bahwa Harry akan sejauh ini padaku.

"Barbs,kenapa melamun?kau sudah makan?" tanya bibi Anne membuyarkan lamunanku

"Tidak.iya aku sudah makan tadi"

"Any problem?"

"No,im just sleepy.good night bi"

Aku mengecup pipi kiri bibi dan menuju kekamarku,aku mendengar suara aneh disamping kamarku,ya suara itu dari kamar Anna,aku segera membuka pintu kamarku tapi aku malah melangkah kedepan pintu kamar Anna dan mengintip sedikit.

"Holly shit!" umpatku karena apa yang kulihat,tentu saja itu Anna dan Christian sedang melakukan sex.

Aku langsung masuk kekamarku dan membasuh wajahku,aku belum mengantuk tapi aku paksakan untuk tidur,cuacanya lumayan dingin malam ini.

Bug..

Suara benda jatuh membuatku terkejut dan membuka mataku, saat aku ingin berteriak,mulutku malah dibekap dengan,entah siapa aku tak tau karena kamarku yang gelap.

"Ssh,everything alright its me"

Ya,tentu saja itu Harry lagi,oh Tuhan ini sudah pukul berapa! dasar tak tau diri.

"Shit!ini sudah larut dan kau masuk kerumahku seperti pencuri!!" pekikku

"Im sorry Barbs,kalau aku lewat pintu pasti aku mengganggu kalian semua"

"Apa dengan kau lewat jendela itu tidak mengganggu?huh?!"

Bukannya menjawab ia malah tiduran dikasurku dan menggunakan gulingku.

"Fuck,what do you want Harry?!"

"Aku hanya ingin mengembalikan itu" ucapnya sambil menunjuk paper bag yang terletak dibawah jendelaku

"Baguslah kau mengembalikan barang-barangku" balasku sambil menaruh pakaianku dikamar mandi

Tiba-tiba Harry memelukku dari belakang yang membuatku terkejut dan langsung menyikutnya.

"Dont touch me,bastard"

"Fine" balasnya langsung kembali kekasurku lagi

"Go back to ur home!"

"Diluar dingin"

"So what?!i dont care foolish"

"Barbs,cobalah terima aku,aku benar-benar menyukaimu dan menyayangimu bahkan lebih dari itu,you're different Barbs,i dont care about you is lesbian, i will make u normal again and be mine" ucapnya pajang lebar membuatku diam seribu kata

"No.You cant Hazz,i wont be a normal!"

"Aku akan berusaha"

"Bisakah kau melupakan perasaan itu?!"

"Bisakah kau menerimaku?"

"Tidak."

"Aku juga tidak bisa."

"You not understand about my life,and im never be ur mine!"

"Kalau begitu,buat aku mengerti tentangmu Barbs"

Harry menggeser duduknya, wajahnya hanya berjarak beberapa centi lagi dari wajahku.

Dan akhirnya bibir lembutnya menyentuh bibirku,aku merasakan sengatan aneh diperutku,tidak aku tidak boleh.

"Stop it!"

"Aku tau kau merasakan sesuatu, itu tandanya kau normal Barbs"

"Idc.lebih baik kau pulang!" pekikku

Harry langsung bangkit dari tempat tidurku dan merapikan rambut keritingnya itu dengan tangannya.

"See you Ms.Palvin"

Belum aku jawab,ia melompat lewat jendelaku,aku mengintip dan ia langsung masuk kedalam mobilnya.

Kurasa sudah dua kali Harry menyatakan perasaannya,aku tidak bisa menerimannya,aku takut.

A/n haee readers,maaf ya kemaren ga jadi double apdet,votenya juga dikit ih😢 pliss ya kasih vote nya,vote dari kalian itu berharga bet wat ueeeeh😂😂😂

-cipok bazah aa heri stel👋

Dont Change Me (H.S)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang