Bond, Destiny And Friend

500 51 0
                                        

Il Woo terpaku di tempat mendengar pertanyaan dari Jaehyun.
Mereka semua tegang, menunggu jawaban dari Il Woo.

"Maaf, aku kurang tau soal itu karena aku guru baru di sekolah kalian.."

Mereka semua mendengus, lemas, tidak bersemangat, tampaknya ia harus bertanya pada guru yang lain, tetapi mana mungkin ada guru yang mudah untuk ditanyai selain Il Woo.

"Tapi.."

Mendengar kata 'tapi' mereka mulai menegang seperti semula, terus memperhatikan Il Woo dan menunggu - nunggu apa katanya.

"Aku pernah tau, salah satu kasus terbesar di sekolah itu. Dulu pernah ada misteri murid yang gantung diri."

Mereka semua terbengong - bengong, mereka semua tidak habis pikir bahwa sekolah mereka menyimpan kasus seperti itu.

"Yang meninggal itu adalah seorang gadis murid kelas dua, anehnya jika ia bunuh diri tetapi tubuhnya sangat ringan dan setelah di periksa rupanya mayat itu sudah tidak memiliki darah sama sekali."

Kali ini mereka mulai bingung, mungkinkah kasus ini ada hubungannya dengan gadis yang meninggal bertahun - tahun yang lalu? Atau tepatnya 10 tahun yang lalu.

Bahkan para guru yang menjadi saksi atas pembunuhan itu sudah banyak yang pensiun, mungkin yang tersisa hanya lima atau empat guru dari 10 guru di sekolah Big Hit.

"Jika hal ini bisa menemukan pelakunya, aku siap untuk mencari informasi lebih lanjut untuk kalian. Akan kuhajar orang yang sudah menyakiti adikku!"

Il Woo mulai geram, bagaimana orang seperti dia berani dan tega menyakiti adiknya yang bahkan tidak bersalah.

"Kami mohon kerjasamanya." ucap Seok Jin ramah

Il Woo mengangguk, ia berdiri dari duduknya
"Ini menyebalkan. Aku ingin sekali berada di sini untuk menjaga Seunghee. Tapi maaf, aku sedang sibuk mengurus beberapa masalah di sekolah, Jaehyun tolong jaga Seunghee untuk sementara waktu." pinta Il Woo

Jaehyun hanya mengangguk pelan.
Il Woo berjalan menuju pintu, ia menutup pintu hingga terdengar suara debaman pelan.
Salju turun, hari ini memanglah musim dingin, sempat beberapa hari turun hujan dan sekarang turun salju.

"Akhirnya salju turun juga.." ucap Jaehyun
Lelaki itu berjalan mendekati jendela, melihat salju yang turun dengan lebatnya

"Seunghee sangat suka salju, ia pasti sangat senang jika melihat salju turun, tapi sayang hari ini ia tidak bisa melihat salju." tersisip senyum getir di bibir Jaehyun

"Ah.. Benar juga ya, dulu saat masih kecil Seunghee senang sekali bermain dengan kelinci, terutama saat salju turun. Ia bilang bulu kelinci itu sama bersihnya dengan salju." kata Seok Jin sambil ikut tersenyum melihat salju di luar jendela

Taehyung tersenyum kecut, ia menatap Seunghee seolah - olah memikirkan sesuatu.

Taehyung Pov

Bahkan dari kesukaan pun berbeda, ia sangat suka salju, tapi aku suka musim gugur, ia suka kelinci tapi aku suka sekali singa.
Lalu Jungkook... Ia juga menyukai kelinci, walaupun belum tentu Jungkook suka salju.

Flashback

Aku semalaman tidak bisa tidur, tadi siang kami berpencar untuk mencari Seunghee, lalu tak sengaja aku melihat Jungkook bersama dengan Seunghee.
Awalnya aku santai dan biasa saja, bahkan aku berniat untuk mengampiri.

Tetapi aku urungkan niatku..

Aku bersahabat dengan Jungkook saat kita berusia lima tahun.

Dan selama 12 tahun itu, baru kali ini aku melihat wajah Jungkook yang memerah, wajahnya... Tatapannya mengisyaratkan hal lain.
Dari matanya pun aku tau..
Sahabatku sudah jatuh cinta.

Detective, Trap And TrickTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang