Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Ancaman

536 47 1
                                        

@ Kantor Kepolisian

"Jung Hoseok. Ada yang membesukmu!"

Lelaki berambut hitam legam menoleh, ke arah jeruji besi.

Klang!

Terdengarlah suara terbukanya kunci sel, Hoseok dibawa ke tempat besuk dengan di bantu berjalan oleh polisi tersebut.
Jungkook dan Jaehyun berdiri dari duduknya ketika melihat Hoseok datang.

Polisi itu mendudukkan Hoseok pada kunci di depan Jungkook dan Jaehyun dengan kaca yang memisahkan mereka.

Salah satu polisi yang berjaga di sana memencet tombol untuk melepaskan efek kedap suara pada kaca tersebut.

"Aku baru tau ada polisi sebaik itu. Membantu tahanan untuk berjalan." kata Jaehyun

Hoseok tertawa pelan, dari wajah polosnya seperti tak mencerminkan rasa bersalah, atau wajah benci apalagi kecewa.

"Dia polisi yang menyelidiki kasusku, aku yakin ia akan datang ke sekolah nanti. Lalu kalian sendiri tidak sekolah?"

Mereka berdua saling berpandangan, sebenarnya mereka punya rencana untuk sampai kesini yaitu Jaehyun yang pura - pura sakit dan Jungkook yang alasan keluarga hingga akhirnya mereka mendapat izin tidak berangkat sekolah.

"Apa kau baik - baik saja di sini?" kali ini Jaehyun yang bertanya

Hoseok mengangguk, dari senyumnya ia seolah - olah baik - baik saja.
"Walaupun terkadang ada nyamuk tapi tidak apa - apa."

"Bagaimana dengan hukum kasusmu?"

Hoseok mendecak kurang yakin
"Aku masuk penjara karena tuduhan pembunuhan terhadap tiga orang, mungkin aku akan di penjara seumur hidup atau mungkin hukum mati."

Jaehyun mengeluarkan sebuah surat dari kantung jaketnya

"Seunghee menemukan ini di lokernya, apa kau yang mengirim surat ini padanya?"

Hoseok menatap kertas yang di letakkan oleh Jaehyun di kaca, wajahnya tampak berpikir sejenak.

"Ini..."

****

Seunghee berjalan menyusuri lorong dengan sekaleng minuman di tangan kanannya.

Duk!

Sebuah bola basket mendarat di kakinya, Seunghee berhenti, ia menatap bola di depan kakinya dengan intens.

"Oh.. Seunghee-ssi?"

Seunghee menoleh ketika telinganya menangkap suara seseorang memanggilnya, lelaki yang memanggilnya berjongkok mengambil bola di depan kaki Seunghee.

"Kevin Wu.." ucap Seunghee menatap lelaki yang memanggilnya barusan

Lelaki bernama Kevin Wu tersenyum cerah, tanpa diminta ia menarik tangan Seunghee untuk berjabat tangan dan menggoyangkan lengan mereka.

"Aku senang sekali melihatmu di sini! Bagaimana dengan sakitmu? Apa kau sudah sembuh?"

Seunghee menggeleng pelan

"Begitu ya.. Wah! Rupanya kau makin lama semakin cantik saja, terakhir kali kita bertemu ketika kita berumur tujuh tahun."

Seunghee tersenyum kecut
"Kau sendiri, bagaimana dengan penyakit leukimia-mu?"

"Aku sudah sembuh karena itu aku keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh total."

Nama Kevin di panggil, lelaki itu beralih ke lapangan basket, dimana teman - teman barunya menunggu permainan di mulai.
Lekas Kevin memberi salam perpisahan pada Seunghee lalu berlari menuju lapangan basket.

Detective, Trap And TrickCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang