Back In Time

894 83 13
                                        

Second Chance

Genre : Romance , Drama

Rate : T+

Pairing : ChanStal

Part : 9/?

Warning : Straight , Miss Typo(s)

Summary : Dia hanya bisa merenung ketika menyadari segala kesalahannya. Tidak, perasaan itu terlalu menyalahkan kebodohannya sendiri. Lalu sekarang, apa yang dia dapat? Ada dua hati yang mungkin akan ia sakiti. Namun, jika ia terus diam dan membiarkan segalanya berjalan tanpa tindakan berarti, ialah yang akan lebih tersakiti. Hingga saat ini, dia hanya bisa menyalahkan keputusan bodoh yang pernah ia ambil. Mungkinkah, mungkinkah ia akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki segalanya di saat ia ingin kembali menata kisah cintanya?

Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON'T READ!

Music : Back in Time by Lyn

Kepala gadis cilik itu menggeleng dengan gerakan mantap, ia pun melipat kedua lengan mungilnya di atas dada. "Tidak mau! Soo-ie ingin makan dengan eomma!"

Helaan nafas berat terdengar dari Chanyeol. Sedari tadi Chansoo menolak makan karena hal tersebut. Chansoo ingin bertemu dengan eomma-nya-karena Chanyeol tak dapat mengabulkannya, akhirnya ia ngambek dan mogok makan seperti detik ini.

Jika saja hubungannya dengan sang istri masih baik-baik saja, dengan segera Chanyeol akan menghubungi Seulgi dan memaksa perempuan itu untuk pulang sekarang saja. Namun, jika keadaan telah seperti ini, apa yang dapat Chanyeol lakukan?

"Makanlah, jagi .. Eomma pasti sedih jika tahu Chansoo tidak makan ..," Chanyeol masih mencoba merayu Chansoo dengan suara memelasnya.

"Tidak mau!" Chansoo kembali berteriak. "Soo-ie ingin makan dengan eomma! Soo-ie ingin bertemu eomma!"

Plak!

Mata bulat itu mengerjap-ngerjap ketika tamparan sang appa mendarat di salah satu permukaan pipi chubbynya. Pada awalnya ia hanya merasa kaget, tetapi ketika bekas tamparan itu terasa panas, air mata mulai menggenangi sudut matanya. Bibir bawah gadis mungil itu maju beberapa senti, tak lama kemudian isakan terdengar.

Apa yang kau lakukan, Park Chanyeol?

Sentakan keras itu terasa menampar jiwa Chanyeol. Ketika ia sadar bahwa salah satu telapak tangannya baru saja menampar Chansoo, ia hanya mampu memandang wajah sendu Chansoo. Chanyeol menelan air salivanya dengan perasaan kelu mengiringi. Dan saat isakan pelan Chansoo menyentuh gendang telinganya, sengatan-sengatan halus mulai menggores dinding hatinya. Chanyeol merendahkan tubuhnya, berjongkok lalu mengangkat tangannya.

"Soo-ie benci appa!" Teriaknya sembari menangkis lengan Chanyeol. Chansoo memejamkan kedua kelopak matanya, lalu terisak semakin keras. Ia mengelus pipinya yang terasa panas dengan telapak tangannya sendiri. "Soo-ie benci appa .."

"Maafkan appa, jagi," Chanyeol berusaha merengkuh tubuh Chansoo.

"Tidak mau! Jangan peluk Soo-ie! Lepas!" suara melengking itu terdengar bersamaan dengan pukulan dari kepalan tangan Chansoo ke wajah Chanyeol. "Appa benci Soo-ie .., hiks .."

Second Chance (ChanStal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang