Love Is Sick

1.2K 113 12
                                        

Second Chance

Genre : Romance , Hurt
Rate : T+
Pairing : ChanStal
Part : 1/?
Warning : Straight , Miss Typo(s)
Summary : Dia hanya bisa merenung ketika menyadari segala kesalahannya. Tidak, perasaan itu terlalu menyalahkan kebodohannya sendiri. Lalu sekarang, apa yang dia dapat? Ada dua hati yang mungkin akan ia sakiti. Namun, jika ia terus diam dan membiarkan segalanya berjalan tanpa tindakan berarti, ialah yang akan lebih tersakiti. Hingga saat ini, dia hanya bisa menyalahkan keputusan bodoh yang pernah ia ambil. Mungkinkah, mungkinkah ia akan mendapat kesempatan untuk memperbaiki segalanya di saat ia ingin kembali menata kisah cintanya?Disclaimer : Saya hanya meminjam nama dari mereka. Ini hanya sebuah fanfiction dari fans untuk fans dengan kemampuan menulis yang standar-standar saja. Jadi saya membuatnya berdasarkan imajinasi. Not alowed to bashing the cast or other, please! UNLIKE DON'T READ!
Music : Love Sick by TTS SNSD

Tap...

Sebuah map berwarna kuning cerah jatuh begitu saja di hadapan Krystal. Perempuan itu mendongak, menatap siapa yang melempar map ini di hadapannya. Krystal meletakkan kaca mata miliknya di atas permukaan meja, mengalihkan perhatiannya ke wajah sang suami.

"Apa ini?" Krystal meraih map tersebut tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan sang suami.

Lelaki itu menghela nafas, lalu melipat kedua lengannya di depan dada. "Buka saja."

Krystal yang menyadari gelagat dari sang suami memicingkan mata. Tidak seperti biasa lelaki itu memasang wajah seperti itu di hadapannya. "Wajahmu terlihat begitu murung. Apa Chansoo merepotkanmu?" tanya Krystal, telapak tangannya mulai bergerak meraba pinggiran map.

Lelaki itu berdecak sebal manakala pertanyaan dari Krystal kembali ia dengar. "Krystal Jung kau hanya perlu membuka map itu," perintahnya sembari mengalihkan pandangan ke segala penjuru ruangan.

"Arasseo, yeobo," Krystal terkikik pelan menanggapi sifat sang suami yang memang kurang sabar. Perempuan itu pun merundukkan kepala, jemari lentiknya membuka cover map tersebut. Mata foxy perempuan itu membaca setiap deretan huruf hangul yang terketik di sana. Dan pada detik ke sepuluh, tatapan tak percaya kini ia layangkan. "Aa-apa maksudmu?" tanyanya, nyaris menjerit.

"Kita akan bercerai," ucap sang suami dengan nada datar. Dan tentu suara bernada datar itu ia layangkan bersamaan dengan pandangan tak berperikemanusiaan miliknya.

Krystal mengerjap-ngerjapkan matanya yang mulai berair. Ia pun bangkit dari kursi kerjanya, menatap nanar ke arah Chanyeol. "Ada apa ini? Kau sakit?" tanyanya dengan sehati-hati mungkin.

Lagi, lelaki itu kembali menghela nafas."Mianhae."

"Tt-tapi, atas dasar apa kau menceraikanku?" Krystal beringsut mendekati tubuh tegap sang suami, menelangkup pipi tirus milik lelaki itu. Nafas Krystal mulai terdengar tak beraturan, ia begitu tak percaya dengan semua yang terjadi. Bagaimana bisa seorang Park Chanyeol, suami yang mencintainya, berbuat seperti ini?

Mereka adalah pasangan yang begitu sempurna. Menjalin hubungan cinta dengan Chanyeol membuat Krystal tahu, apa itu saling membutuhkan satu sama lain. Semua dapat terlewati dengan segala pengertian dan sifat saling menerima selama ini. Namun, malam ini adalah suatu malam petaka yang membuat suatu pertengkaran terjadi.

Telapak tangan besar Chanyeol membungkam jemari Krystal menurunkan telapak tangan milik istrinya. "Mianhae ..," permintaan maaf itu terlontar dengan selipan nada penuh permohonan. Ini adalah kali kedua Krystal melihat Chanyeol meminta maaf seperti ini. Yang pertama adalah saat di mana mereka bertengkar karena perselingkuhan Chanyeol-saat itu mereka masih berpacaran. Dan yang kedua adalah saat ini-ketika dia ingin mengakhiri pernikahannya.

Second Chance (ChanStal)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang