27

705 81 9
                                        


Author's POV

Malam ini Sydney begitu dingin.Salju turun dengan perlahan menyambut datangnya sang purnama.Membuat orang-orang merapatkan jaketnya.

Ya,musim dingin telah tiba.

Gadis itu kini tengah duduk termenung memandang indahnya gemerlap kota Sydney yang perlahan tertutup oleh salju.Pikirannya melayang membayangkan 4 hari kedepan.

4 hari terakhir ia berada di Australia.4 hari terakhir sebelum ia meninggalkan semuanya.Bahkan melupakannya.

"Sudah sampai Nona." ucap sang supir.

"Ah ya.Terima Kasih,ini ambil kembaliannya." Katheryn tersenyum sambil menyerahkan beberapa lembar uang.

"Terima Kasih." Lalu sang supir keluar dari mobil dan membawakan sebuah koper besar milik Katheryn.

Setelah mobil itu pergi,perlahan,ia melangkah menuju rumah yang sangat ia rindukan.Rumah yang bersejarah baginya.Dan bahkan,rumah yang akan ia tinggalkan untuk selamanya.

Tok..tok..tok..

"Wait!" teriak seseorang dari dalam rumah.Katheryn tersenyum mendengar suara yang sangat ia kenal itu.

Ceklek...

"Udaranya dingin sekali,ya?" ucap Kath sambil terus tersenyum pada kakaknya itu.

"Katheryn? Benar ini kau? Ya,Tuhan! Aku merindukanmu,sangat sangat merindukanmu.." Carliss memeluk Katheryn sangat erat.

"Hey! Nafasku sesak!" gurau Kath.

"Ayo masuk!" ucap Carliss antusias sambil melepaskan pelukannya.

"Mommy! Liat siapa yang datang.."

***

Tidak ada yang berubah dari kamarnya.Lemari,kasur,meja belajar kesayangannya dan....Foto mereka.Semuanya.

Perlahan,Katheryn menghampiri bingkai foto itu.Foto yang sudah lama tidak dipandangnya.Foto 2 tahun lalu saat ia wisuda.

Foto saat lelaki itu masih mengingat semuanya.

"Huh,sayang ya? Takdir tak memihak pada kita." Ia tersenyum miris memandangi foto itu.

Ia ingat betul bagaimana hari wisuda itu membuatnya menjadi gadis paling bahagia.Hari terbaik,juga hari terburuknya.

"I wish that i could wake up with amnesia,Cal." dengan sigap,ia membuka bingkai itu lalu mengeluarkan foto mereka.

Membiarkan bingkai itu kosong.

***

Kath's POV

Foto ini sudah tidak berguna lagi.Untuk apa aku masih menyimpannya? Sedangkan aku ingin melupakannya.Lebih baik kulenyapkan saja semua barang yang mengingatkanku padanya.

Aku sudah berjanji pada diriku sendiri.Untuk merelakannya.Melupakannya seperti ia yang lupa akan diriku.

Mungkin,membawa barang-barang ini kebelakang rumah akan sedikit membantuku.

Kukumpulkan beberapa lembar foto dan barang-barang yang pernah ia berikan padaku.Lalu kumasukkan ke sebuah kardus.

Maaf,Cal.Sudah saatnya aku 'amnesia' sekarang.
Maaf,aku menyerah.

Saat aku menuruni tangga,kulihat Carliss sedang duduk santai di sofa.Aku takut ia akan menanyaiku tentang barang-barang ini.

"Hai,Liss!" sapaku.

"Hey,kau mau kemana? Dan apa itu?" tunjuknya pada kardus yang kubawa.Benar kan? dia pasti bertanya.

"Aku mau ke belakang rumah.Ini barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai,hehe.." aku tersenyum kikuk.Memang benar kan ini barang bekas?

"Oh.." Aku pun mengangguk dan melanjutkan perjalanan ke kebun belakang rumah.Memang ini sudah malam,tapi untung saja salju sudah berhenti turun.

Author's POV

Gadis itu menaruh barang-barangnya di bawah.Lalu ia menyiapkan sebuah korek api dan sedikit air keras.

Ditumpahkannya seluruh barang-barang itu menuju bak sampah.Seluruh foto maupun barang lainnya,tak bersisa.

Ia menyiramkan air keras kedalam bak itu dengan wajah sendu."Selamat tinggal,masa lalu."

Disulutnya korek api lalu ia lemparkan begitu saja kedalam bak sampah itu.Katheryn tersenyum miris.Akhirnya,ia bisa hidup dengan lega sekarang walaupun hatinya hancur.

Kath membalikkan badan dan kembali kedalam rumah dengan perasaan sakit.Tanpa diketahuinya,tiba-tiba..

Byurr!

Seseorang menyiramkan air pada bak sampah itu.Api yang tadinya berkobar,kini telah padam.

Orang itu menatap barang-barang yang separuh hangus itu dengan sendu.Hatinya mencelos mendengar ucapan Katheryn barusan.Bahwa ia telah menyerah.

"Katheryn,maaf..."




Wohoo tinggal beberapa part lagi udah ending!

vmmnts pls :D

TIMELESS | Calum HoodTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang