"Oh, sudah pulang?" Wonwoo mengalihkan wajahnya dari buku yang sedang ia baca dan menatap Mingyu yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Mata coklatnya menyusuri tubuh pemuda yang lebih tinggi tersebut. "Kau tampak kelelahan, Mingyu-ya"
Mingyu hanya mengangkat bahu seraya melempar tas ransel hitamnya ke kasur. "Aniya. Aku hanya sedikit kesal dengan pelajaran hari ini yang begitu banyak". Ia pun langsung duduk disebelah Wonwoo dan menyenderkan kepalanya di bahu pemuda itu.
"Kepalamu berat" ucap Wonwoo datar. "Mau kuambilkan sesuatu, Mingyu-ya?"
"Tidak usah, nanti aku ambil sendiri" jawab Mingyu yang sudah memejamkan matanya. "Aku sudah terlanjur nyaman begini"
Wonwoo hanya menghela napas panjang sambil kembali membaca bukunya. "Jangan tertidur. Aku tidak ingin menyeretmu keatas kasur"
Mingyu terkekeh tanpa membuka matanya. "Jahatnya..omong-omong besok kan Sabtu. Kau mau pergi bersamaku?"
Wonwoo terdiam―tak lagi fokus akan buku yang dibacanya. "Kemana?"
"Terserah kau"
"Aku serius..kita akan pergi kemana?"
"Kan aku sudah bilang terserah kau saja. Selama kau disampingku, aku tidak masalah pergi kemana saja"
"Kau mulai melantur ya". Meski Wonwoo mengeluarkan nada sinis, namun dibaliknya, pemuda itu berusaha keras mengalihkan wajahnya yang mulai memerah tanpa membuat banyak gerakan. Ia pun menyelipkan pembatas dan menaruh bukunya disampingnya. Ucapan Mingyu sukses membuatnya kehilangan mood untuk kembali membaca.
"..baiklah. Aku mau ke toko buku" lanjutnya. "Aku sudah lama tidak kesana"
"...oke" jawab Mingyu sebelum akhirnya ia tertidur lelap di bahu pemuda bermata tajam tersebut.
"Aku sudah bilang, kan jangan sampai ketiduran" gerutu Wonwoo. Diam-diam ia memegang tangan pemuda disampingnya. Tangan hangat yang selalu ia ingin sentuh, namun kerap kali hanya sebuah angan di siang maupun malam hari. Wonwoo pun tersenyum tipis sebelum ikut memejamkan matanya.
~~
"Wonwoo-ya, sudah selesai?" Entah sudah berapa kali Mingyu melihat jam tangannya. Setelah berkata begitu, seorang gadis berambut panjang tiba-tiba menyenggol gadis disebelahnya―nampaknya mereka bersahabat lalu saling berbisik seraya melirik kearah Mingyu dan Wonwoo. Pemuda yang lebih tinggi membalas tatapan mereka, dan keduanya pun cepat-cepat pergi.
"Ne, 5 menit lagi" jawab Wonwoo singkat. Mata coklatnya masih tertuju pada deretan buku dengan berbagai judul didalam rak-rak, padahal ia sudah membawa 3 jilid di tangannya.
"Kau selalu bilang 5 menit lagi tapi nyatanya aku menunggu hampir 1 jam disini" ujar Mingyu sambil menendang-nendang pelan ke udara.
"Kan kau yang bilang mau menemaniku kemana saja, Mingyu-ya" Wonwoo tertawa kecil. "Kali ini betulan 5 menit, kok. Tenang saja"
Mingyu yang tadinya ingin membalas, harus bungkam karena lagi-lagi senyum Wonwoo membuatnya dipaksa menelan kembali ucapannya. Pemuda itu hanya menggerutu pelan sambil memalingkan wajahnya.
"Mingyu-ya, aku sudah selesai" wajah Wonwoo tiba-tiba muncul didepannya membuat pemuda berkulit tan itu nyaris terlonjak.
"Yah! Jangan muncul tiba-tiba begitu!" Mingyu segera mengekor Wonwoo yang sudah berjalan agak jauh didepannya
KAMU SEDANG MEMBACA
under the roof
Fanfiction❝Biarpun detik ini aku menghilang dari hadapanmu dan kau tidak dapat melihat sosok-ku lagi..ingatlah aku akan selalu disana..didalam hati terdalam-mu, Mingyu❞
