Kau pun terbangun di tempat yang sama. Lukamu pun sudah sembuh dan itu membuatmu menyerngit heran. Kau langsung menjerit tertahan ketika melihat Kaneki tertidur di sofa yang berseberangan denganmu. Dengan perlahan kau bangkit dan mulai keluar dari tempat itu. Manik coklat mu langsung melebar sempurna ketika melihat Hide dan Touka yang sedang membicarakan sesuatu. Sadar akan kehadiran mu, Hide langsung menyapamu dan dengan segera kau tersenyum.
"Gimana keadaanmu Hide-kun?"
"Baik. Oh ya, gimana dengan novelmu yang akan kau terbitkan?"
"Tenang it-"ucapanmu langsung terhenti. Kau terdiam cukup lama sebelum akhirnya,-"ASTAGA! NOVEL ITU! Aku pergi dulu! Bye, Hide-kun to Touka-chan!"
Kau langsung panik dan dengan segera berlari pulang untuk melanjutkan pekerjaan mu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Arghh! Kenapa susah?! Biasanya ideku langsung muncul ketika duduk di depan laptop seperti ini!" Teriakmu frustasi. Kau langsung mengacak-acak rambutmu kesal karena sudah sejam kau duduk di depan laptop tapi ide itu tidak mau keluar juga.
'Ternyata membuat cerita romance itu susah yah?'
Kau langsung tertawa lirih ketika kau melihat lemari bukumu. Semua novel disana berisikan genre misteri, fantasi dan horror. Kau langsung menarik napas lelah ketika mengetahui bahwa kau tidak ahli dalam soal percintaan. Perkataan sahabatmu itu langsung memenuhi indra pendengarmu.
"Hei (your name)-chan! Lihat! Aku punya novel baru bergenre romance! Coba kamu baca! Siapa tau ini akan berguna ketika kau ingin menulis bergenre romance!"
Waktu itu kau menulikan telingamu karena merasa terganggu dengan ucapan temanmu. Kau yang awalnya fokus ke novelmu pun akhirnya hancur. Mengingat kejadian itu kau langsung tertawa sebelum akhirnya berhenti dan menatap album foto yang berada di sampingmu. Tatapanmu langsung berubah sedih ketika memori kelam memasuki kepala mu. Air matamu pun jatuh dari manik coklat indahmu. Kau langsung menghapus air mata itu dengan kasar dan dengan segera menatap kembali layar laptop.
'Apa sebaiknya ku telfon Mioko-chan saja?' Kau langsung berpikir sejenak sebelum akhirnya tersenyum dan menelpon Mioko.
"Moshi-mosh-"
"(YOUR NAME)-CHAAAAN?!"
"Ugh." Kau langsung menjauhkan kupingmu dan segera menarik napas guna menahan amarah.
"Bisakah kau tidak berteriak Mioko-chan?"
"Gomenne yo. Salahkan dirimu yang sudah lama tidak menghubungi ku."
"Baiklah. Hei, bisakah aku meminta bantuanmu?"
"Tentu saja bisa! Jadi apa yang ingin kau minta tolong?"
"Bisakah kau menolong ku untuk membuat cerita bergenre romance?"
"...."
"Mi-Mio-"
"Hahaha, sudah ku bilang kau untuk membaca cerita bergenre romance saja kau tidak mau. Dan sekarang meminta bantuanku?"
"Onegai Mioko-chan! Ku ingin membuat cerita romance supaya para pembaca tidak bosan dengan ceritaku yang terus bergenre itu-itu saja! Onegai, bantulah aku Mioko-chan!"
Tampak diseberang telpon terdapat Mioko yang sedang berpikir sambil meminum es jeruknya. Ia kemudian tersenyum dan kembali menatap layar Hpnya.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat!"
"Apa itu?" Tanyamu. Kau pun langsung berdoa dalam hati agar syarat yang di berikan Mioko tidak jauh dari kata normal.
"Kau harus mentraktir ku novel romance yang terbaru."
"Itu saja?"
"Iya! Cuma itu saja yang ku mau!"
Kau langsung mengucap syukur dalam hati ketika mengetahui bahwa permintaan Mioko tidak aneh-aneh. Kau pun langsung menjawab iya dan segera mengakhiri percakapan itu.
'Ah dasar bodoh. Kan aku ingin menemuinya hari ini. Lebih baik ku email dia saja deh..'
Kau pun langsung mengambil Hp mu dan dengan segera mengetik kalimat di dalam sana. Kau langsung menekan tombol send dan dengan segera pergi bersiap.
Sementara itu, Mioko yang sedang membaca novelnya pun tergelonjak kaget ketika Hpnya berbunyi. Ia menatap Hp itu datar sebelum akhirnya membuka email darimu.
From: (your name)-chan neko nyan~
To: Shirakunai Mioko-chan.
Subject: pertemuan.
Gomenne Mioko-chan. Ku lupa memberitahukan tadi bahwa ku ingin mengajakmu bertemu di cafe dekat tempat kerjamu. Onegai, soalnya novel ini harus selesai dalam waktu seminggu. Itulah kesepakatan yang ku buat bersama Aoiyuki-san. Ku yang traktir kamu tidak apa-apa. 10 menit lagi kita bertemu di sana. Bye to arigatou Mioko-chan.
Mioko langsung bersweatdrop ria ketika membaca email darimu. Ia langsung terkekeh ketika melihat sifatmu yang jarang sekali muncul di hadapannya. Ia dengan segera berganti pakaiannya dan pergi ke cafe dekat tempat kerjanya.
Tbc.
Hai! Gomenne minna-san Kirana jarang publihs cerita. Kirana sempet mengalami WB sehingga akhirnya Kirana jarang publish cerita. Gomenne^-^. Btw, arigatou udah membaca critaku ini. Sekali lagi terimakasih untuk kalian yang memberikan vote, comment ataupun yang cuma membaca crita ini alias silent reader. Gitu aja dariku see you next chapter!^-^
Salam manis.
Kiran Gz.
