Waktu terus berjalan, malam semakin larut tapi aku masih saja menyesali semua ini. Kejadian ini sudah berjalan selama hampir 2 tahun, tapi rasa sesal ini belum juga hilang. Entah hal apa yang membuat aku merasa sangat bersalah padanya. Aku menyesal telah berbuat begitu padanya. Dia mencintaiku dengan sempurna, tapi apa yang aku balas padanya? Aku seperti seseorang yang sedang mempermainkan perasaannya. Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku melakukan kesalahan yang membuatku tak mengerti apa hubungan aku dan dia sebenarnya. Aku tak tau apakah aku pernah jadian atau tidak dengan dia.
Tuhan, sungguh sangat bodohnya diri ini. Aku tidak bisa menjaga pelangiku. Saat Engkau sudah mengirim dirinya padaku untuk mengobati lukaku di masa lalu, aku malah membiarkannya larut dalam ketidakpastian itu. Sungguh jahatnya kah diri ini? Betapa menyesalnya diriku yang mempermainkan perasaannya. Andai waktu bisa diulang, aku ingin kembali ke hari itu. Aku ingin memperbaiki kesalahanku itu. Aku ingin memberikan jawaban yang pasti padanya. Aku ingin menjawab IYA untuk pertanyaan yang sudah dia tanyakan padaku secara langsung itu. Aku tahu dia sangat menginginkan jawaban itu dariku. Kalau tidak, untuk apa dia datang langsung kerumahku di pagi buta. Bahkan pada hari itu, di pagi itu, aku belum sempat mandi karena jujur saat dia datang kerumahku itu, aku baru saja bangun tidur.
Aku ingin sekali meminta maaf padanya. Aku ingin sekali meminta maaf padanya atas semua kesalahan dan kebodohanku selama ini. Entah apakah dia akan memaafkan aku atau tidak. Andai saja aku tau apa yang dia rasakan saat mendapatkan jawaban yang tidak pasti dariku. Saat itu aku hanya melihat raut senang dari wajahnya, tapi di sisi lain, aku juga melihat ada keraguan dalam tatapannya padaku. Sungguh kebodohan itu membuat ku merasakan sesal sampai hari ini, sampai detik ini. Aku belum bisa melupakan semua itu, aku belum bisa melupakannya. Kenangan yang ada sangatlah banyak. Kenangan itu yang membuatku merasa bodoh dan merasa menjadi seorang penjahat yang telah mempermainkan perasaan seseorang yang mencintaiku dengan sepenuh hati.
Tak terasa sudah jam dua pagi. Iya, jam dua pagi. Sudah pagi begini, aku belum juga tertidur. Sudah lelah aku menyesali ini semua hampir di setiap tidur malamku. Sungguh lelah hati ini menyesali hal yang sudah lama terjadi. Aku hanya bisa menyesali semua ini dan tidak bisa memperbaiki apapun. Sungguh lemah dan bodohnya diri ini.
Begitu lelahnya diriku, sampai-sampai aku tertidur dalam keadaan menangis sambil memeluk bantal yang dulu juga aku peluk saat aku gembira mengetahui bahwa dia juga mencintaiku. Ya, tanggal 30 Maret 2013 itu hanya akan jadi kenangan untukku. Entah akan jadi kenangan untuk dirinya atau tidak....
Aku Masih Mencintaimu...
KAMU SEDANG MEMBACA
Regret
Ficción GeneralKenapa dari dulu aku gak pernah sadar kalau di hari itu, dia sudah menyatakan cintanya padaku. Saat dia datang kerumah aku hanya untuk membahas permaianan Truth or Dare nya dengan teman kelasnya dulu, sesalku dalam hati.
