15. Cenayang

2.6K 409 34
                                        

"Seul, kita putus aja ya?"

Seulgi masih mematung di tempatnya mendengar ucapan Chanyeol. Cowok itu masih memandangnya.

Seulgi gak tau harus gimana. Hatinya sakit. Matanya mulai memerah dan genangan air mata mulai memenuhi area matanya.

Plastik bungkusan untuk Chanyeol pun lepas dari genggamannya, tapi Seulgi gak peduli.

"Ngga Chan. Aku gak mau!" teriak Seulgi sambil mulai terisak. Ia memejamkan kedua matanya rapat - rapat dan menutup telinganya. Tak ingin mendengar kata - kata Chanyeol selanjutnya.

Namun, guncangan keras di bahunya membuatnya kembali membuka mata. Seulgi mengerjap beberapa kali.

Lho?

Kemana Chanyeol? Kenapa sekarang malah ada Kai di hadapannya?

"Lo kenapa sih, Gi? Teriak - teriak gak jelas" ucap Kai kesal.

Seulgi kembali mengerjapkan matanya. Masih bingung dengan keadaan saat ini.

"Chanyeol mana? Kenapa malah ada lo?"

Kai mengernyit bingung. "Lo sawan ya? Jelas - jelas kita baru nyampe di sini dan lo tau - tau teriak - teriak gak jelas. Pake nangis - nangis segala lagi"

Seulgi menatap sekitar. Dan semakin bingung ketika mendapati dirinya masih berada di luar pemakaman.

"Kok kita masih di depan?"

"Ya kan kita emang baru nyampe, Seulgiiiii"

"Ngga, Kaiii. Tadi tuh kita udah masuk terus gue ketemu Chanyeol terus dia mutusin gua terus-"

"Terus apa?"

"Terus semuanya berubah. Tiba - tiba ada lo di sini"

"Kebanyakan nonton drama korea lo!"

"Tapi semuanya tuh terasa nyata banget, Kai. Makam ini pun sama persis sama yang tadi di bayangan gue"

"Udah jangan bikin gue bingung ah! Buruan keburu Chanyeol pergi."

Masih dalam kebingungan yang luar biasa, Seulgi mengikuti langkah Kai.

"Tuh jalanan ini pun persis sama. Gue kayak ngerasa dejavu. Nanti lo bilang mau ke rumah Krystal terus pas nyampe rumah Krystal lo diusir gara - gara di cemburu ter-

Ucapan Seulgi terhenti. Langkah Kai yang mendadak berhenti membuat Seulgi menabraknya.

"Kok lo tau gue bakal bilang gitu? Jangan - jangan lo keturunan cenayang ya Gi?"

"Kan gue udah bilang. Tadi tuh dibayangan gue-

"Bentar, tadi lo bilang ayang gue marah terus gue di usir? Wah gak bisa dibiarin nih. Gue harus buru - buru ngejelasin. Ayo - ayo buruan" Kai menarik tangan Seulgi agar cewek itu berjalan cepat.

"Terus itu Cheese cake buat Krystal kan? Gak modal lo dasar"

Kai gak jawab. Cowok itu masih berjalan dengan cepat. Bikin Seulgi mau gak mau harus memperlebar langkahnya.

Perhatian Seulgi beralih pada tangan kanannya yang masih memegang bungkusan untuk Chanyeol. Yang dalam bayangannya tadi sudah ia buang.

Jadi, dari saat ia datang, kemudian berlari ke arah Chanyeol, memeluk cowok itu sampai pada akhirnya Chanyeol minta putus cuma halusinasi? Seulgi mendesah lega. Bodoh banget sih bisa sampai ngelamun disaat kayak gini, batinnya.

"Nah, itu Chanyeol. Gih sana samperin!" Kai menunjuk Chanyeol yang tengah berjongkok di samping makam.

"Tuh kan bahkan posisi Chanyeol pun sama. Gue pulang aja ya?"

"Lah kok pulang?"

"Takut diputusin beneran" rengek Seulgi.

"Gak akan. Udah sana buruan pergi" Kai mendorong Seulgi pelan agar cewek itu segera menghampiri Chanyeol.

Kai menepuk bahu Seulgi. Baru Kai akan mengatakan sesuatu saat Seulgi berbalik.

"Gue tau lo pasti mau bilang; Good luck ya. Iya kan?"

Kai tertawa. "Curiga gue kalo lo beneran cenayang"

Cowok itu kemudian berbalik dan naik ke atas motornya.

"Duh kalo ayang Krystal marah, gagal lagi ini pdkt" ucap Kai sembari memakai helmnya.

Kemudian Kai tancap gas dan menjalankan motornya menuju rumah Krystal.

--

Seulgi berdiri beberapa meter di belakang Chanyeol. Cowok itu masih juga belum menyadari kehadirannya.

"Chan.." panggil Seulgi pelan.

Chanyeol menoleh dan menatap Seulgi kaget.

"Seulgi? Kok kamu ada di sini?"

Seulgi masih berdiri di tempatnya. Gak berani menghampiri Chanyeol.

Seulgi melihat Chanyeol menyeka air matanya. Chanyeol menangis?

Cowok itu kemudian menghampiri Seulgi dan memeluknya erat.

"Aku kangen kamu, Chan.."

Chanyeol mencium puncak kepala Seulgi. "Aku juga kangen banget sama kamu, Seul"

"Kamu... gak akan mutusin aku kan, Chan?" Seulgi bertanya agak takut.

Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatap Seulgi bingung. "Putus? Maksud kamu?"

Seulgi menghela nafas lega kemudian menggeleng. "Aku cuma takut kamu ninggalin aku, Chan..."

Chanyeol menggeleng. "Hal itu gak akan terjadi Seul."

Seulgi mengangguk. Ternyata yang ia takutkan tak terjadi.

"Itu.. makam siapa Chan?" Seulgi menunjuk makam tempat Chanyeol berjongkok tadi.

"Itu makam kembaran aku. Yuk, aku kenalin"

Chanyeol menggandeng tangan Seulgi dan menuntunnya ke makam Jinri.

-

Selama perjalanan, Kai masih memikirkan Krystal. Ia ingin segera sampai di rumah Krystal.

Kai sampai di komplek rumah Krystal. Hanya tinggal dua blok lagi untuk sampai di rumah cewek itu. Beberapa kali Kai menoleh ke bungkusan cheese cake untuk Krystal sampai tak menyadari seekor kucing menyebrang.

Saat Kai berusaha menghindari kucing yang berada di tengah jalan, cowok justru kehilangan kendali.

Dan...

Braaakkk!!

Kai menabrak pohon besar di pinggir jalan.

--

To be continued..

HAPPY #100DAYSWITHKAISTAL ❤

Love Me Right [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang