14. Getting Worse

2.5K 380 35
                                        

Motor Kai berhenti melaju tepat di depan sebuah toko roti dan kue, membuat Seulgi mengernyit bingung. Gadis itu turun dari motor Kai dan berdiri di samping Kai.

"Lho, Chanyeol sekarang kerja di toko roti?" tanya Seulgi dengan wajah super polosnya.

Kai cuma ketawa. Cowok itu kemudian melepaskan helm yang masih membungkus kepalanya.

"Bukan, gih sana lo beliin apa gitu buat Chanyeol. Gue yakin dia belum makan"

Seulgi menatap Kai dengan tatapan aneh. "Sebenernya ceweknya Chanyeol siapa sih? Lo atau gue? Kenapa sekarang lo yang tau banget tentang dia? Jangan - jangan kalian homo ya?"

"Emang!"

Seulgi memukul lengan Kai keras. "Serius ih"

Lagi - lagi Kai tertawa. "Jangan serius - serius. Nanti beneran diseriusin aja bingung"

Seulgi melongo, gak ngerti maksud dari ucapan Kai. "Maksudnya apa?"

Kai menarik nafas lelah, cewek satu itu beneran polos atau emang lolo sih? Kai jadi gemas sendiri. "Maksudnya gue pegel. Udah sana beliin makanan buat Chanyeol"

"Yee nyebelin lo!"

Seulgi kemudian berjalan masuk ke dalam toko, baru beberapa langkah Kai kembali memanggilnya.

"Apa lagi?"

Kai nunjuk helm yang masih berada di kepala Seulgi. "Gak mau dilepas dulu?"

Seulgi memegang kepalanya yang masih terbungkus helm, kemudian cewek itu nyengir. "Hehe lupa"

Cewek itu kemudian melepaskan helmnya dan memberikannya pada Kai.

"Gak pake lama ya" Kai mengingatkan.

Baru Seulgi akan membuka pintu toko kue, Kai kembali memanggilnya.

"Apa lagi sih?"

"Nitip cheese cake satu ya?"

"Uangnya?"

Kai nyengir lebar. "Pake uang lo dulu"

Seulgi mendengus sebal. Kalau bukan karna ia membutuhkan bantuan cowok itu, Seulgi pasti udah pulang. Dasar gak modal.

Gak sampai sepuluh menit, Seulgi kembali dengan dua kantong plastik berisikan beberapa roti dan kue.

"Nih!" Seulgi menyodorkan satu plastik pada Kai.

"Makasih, cantik. Yuk naik lagi" goda Kai.

"Najis lo!"

Kai ketawa. Dengan sabar ia menunggu Seulgi untuk naik dan memakai kembali helmnya. Setelah siap, Kai kembali melajukan motornya. Kali ini agak cepat.

Dan motor Kai kembali berhenti di sebuah tempat pemakamam umum.

Kai masih menunggu Seulgi turun dari motornya. Tapi cewek itu sama sekali gak bergerak.

"Udah nyampe. Buruan turun" ucap Kai gak sabar.

"Kai ih jangan bercanda. Masa kita ke kuburan. Gue takuuuttt"

"Mau ketemu Chanyeol gak?"

Seulgi mengangguk. "Mauu"

"Yaudah ayo buruan turun"

Seulgi nurut. Cewek itu turun dari motor Kai dan melepaskan helmnya.

"Kai jangan bercanda dong. Gak lucu tau" Seulgi masih memandang Kai dengan tatapan cemas.

"Siapa yang bercanda sih ya ampun. Udah ah ayo buruan. Abis ini gue mau cabut lagi ke rumah Ayang Krystal"

Seulgi menurut. Cewek itu berjalan di belakang Kai. Memegang ujung jaket jeans Kai dengan erat.

Keduanya berjalan menyusuri jalan setapak yang memisahkan kumpulan makam satu dengan kumpulan makan yang lain.

Mendadak langkah Kai berhenti membuat Seulgi menabraknya.

"Kalo berhenti jangan mendadak kek"

Kai menunjuk sosok Chanyeol yang tengah berjongkok di samping sebuah makam. Posisi Chanyeol membelakangi mereka, membuat Seulgi hanya dapat melihat punggung cowoknya. Tapi meski begitu Seulgi yakin itu adalah cowoknya. Itu adalah Chanyeolnya.

"Dah ya, gue udah nganter lo kesini. Sekarang lo samperin cowok lo, bilang lo kangen sama dia, lo sayang sama dia" perintah Kai layaknya seorang ayah sedang memberi nasihat pada anaknya.

Seulgi hanya mengangguk. Gak bisa bohong, jantungnya berdebar cepat saat ini.

"Terus lo mau kemana?"

"Ya ke rumah si sayang lah"

Seulgi kembali mengangguk. Kai menepuk bahu cewek itu sebelum berjalan pergi. "Good luck, Seul. Doain gue cepet jadian sama Krystal" ucap Kai ngaco.

-

Berulang kali Chanyeol menghapus air mata yang mengalir membasahi pipinya. Entah apa yang cowok itu tangisi. Sampai sebuah suara lembut memanggil namanya.

"Chan.."

Chanyeol menoleh dan mendapati Seulgi berdiri tak jauh darinya. Mata cewek itu udah berkaca - kaca.

"Seulgi?"

Chanyeol melihat Seulgi berlari susah payah melewati beberapa makam yang menghalangi langkahnya, sebelum akhirnya cewek itu memeluknya erat.

-

Gak sampai satu jam, Kai udah muncul lagi di depan kamar Krystal. Ternyata udah gak ada teman - teman Krystal di sana. Berulang kali Kai mengetuk pintu kamar Krystal, taoi cewek itu sama sekali gak membukakan pintunya. Krystal mengunci pintu kamarnya.

"Ayaaanggg bukain pintunya dong" rengek Kai.

Dari tempat tidurnya, Krystal dapat mendengar rengekan Kai. Tapi ia terlalu malas untuk bertemu Kai. Entah, di hatinya masih tersimpan rasa gak suka kalau mengingat Kai yang membawa Seulgi pergi.

"Sana lo pergi aja sama Seulgi. Gak usah ketemu gue lagi"

Kai mendengarnya dengan jelas. Cowok itu gak bisa nahan senyumnya. Meski dengan kalimat tersirat, Kai paham maksud terselubung dari ucapan gadis itu.

Krystalnya cemburu!

"Ayang, kan udah bilang, aku hanya pergi untuk sementara, bukan untuk meninggalkanmu selamanya"

Krystal mendengar Kai yang malah bernyanyi lagi Pasto. Krystal gak bisa gak senyum dengernya. Tapi tuntuan egonya lebih besar.

"Bodo. Sana pergi. Gue gak mau liat lo"

Kai mendesah kecewa. "Yaudah gue pulang ya? Kalo kangen line aja. Gue titipin cheese cakenya ke bunda ya?"

Gak ada jawaban. Kai akhirnya memutuskan untuk pulang.

--

Seulgi masih menenggelamkan kepalanya pada dada Chanyeol. Cewek itu masih menangis. Melihat itu, rasa bersalah dalam hati Chanyeol kembali muncul. Ia telah melukai Seulgi.

"Seul, udah dong. Jangan nangis. Aku baik - baik aja"

"Aku khawatir sama kamu. Ngilang gitu aja gak ada kabar" ucap seulgi di sela tangisnya.

"Maafin aku ya?"

Seulgi akhirnya melepaskan pelukannya pada Chanyeol dan agak mendongak untuk menatap mata Chanyeol.

"Aku kangen kamu, Chan.."

Chanyeol hanya diam. Ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya. Sebuah perdebatan dalam hati cowok itu. Di satu sisi Chanyeol senang melihat Seulgi hadir di hadapannya. Tapi di sisi yang lain Chanyeol gak tega harus ngeliat Seulgi nangis karnanya.

Chanyeol menarik nafas panjang. Dia gak boleh terus menerus membohongi Seulgi dan membuat cewek itu bertambah sakit semakin jauh. Chanyeol memantapkan keputusannya.

"Seul, kita putus aja ya?"

.

To be continued...

Love Me Right [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang