Krystal bosan. Hampir satu jam cewek itu nungguin Kai yang lagi di ruang guru, Krystal sendiri gak tau ngapain. Yang jelas tadi Kai cuma bilang mau ke ruang guru sebentar dan nyuruh dia nunggu, buat pulang bareng. Sekolah udah mulai sepi, mungkin karna besok masih ujian jadi para murid langsung pulang dan belajar buat ujian besok.
Bolak – balik Krystal cek hpnya, tapi gak ada satu pun pesan masuk dari Kai. Cewek itu menghela nafas panjang. Baru Krystal berdiri, mau beli minum di kantin, sosok Kai datang sambil lari – lari kecil.
"Lama banget sih, ngapain aja coba?"
Krystal mengambil tasnya yang masih tergeletak di kursi dan menyampirkannya di bahu kiri. Kai Cuma nyengir, gak jawab pertanyaan Krystal.
"Pulang sekarang?" Kai malah balik bertanya.
"Jawab dulu kamu abis ngapain?" Krystal masih gak mau kalah.
"Nanti aja di motor aku jelasinnya, biar cepet sampe rumah. Makan siang di rumah aku dulu ya? Tadi aku udah minta izin sama Bunda kamu"
Krystal cuma ngangguk. Memang selalu begitu, kemana pun Kai akan membawa Krystal, cowok itu selalu minta izin pada Bunda Krystal.
Kai menggandeng Krystal menuju parkiran. Krystal melirik tangannya yang berada dalam genggaman tangan besar Kai. Meski udah sering digenggam tapi tetap aja ada rasa deg-degan yang Krystal rasain kalo tangannya yang kecil tergenggam sempurna oleh tangan Kai. Krystal gak pernah gak senyum kalau begini.
Pernah beberapa hari yang lalu, Krystal di hadang segerombolan cewek – cewek kelas duabelas yang entah ngapain masih berkeliaran di sekolah padahal mereka udah liburan nunggu hasil ujian nasional cuma gara – gara gak permisi pas lewat depan mereka.
Krystal saat itu kebetulan lagi ke kantin sendiri untuk pertama kalinya. Iya, pertama kalinya selama ia sekolah di sana. Tipikal kakak kelas yang gila hormat yang beraninya cuma sama adik kelas yang jalan sendiri.
Krystal cuma diam aja pas lagi dibentak – bentak gak jelas. Tapi beruntung gak lama Kai datang dan langsung menggenggam tangannya. Tangan Kai yang hangat menyatu dengan tangannya yang udah keringat dingin. Dalam genggaman Kai, Krystal merasa begitu aman. Cowok itu membawanya pergi.
"Emang mereka pohon angker yang kalo lewat mesti permisi - permisi"
Krystal masih ingat itu. Jelas dalam ingatannya.
"Kamu ngapain senyum – senyum sendiri gitu?"
Ucapan Kai membuyarkan lamunan Krystal. Tau – tau mereka udah sampai di parkiran. Kai memakaikan helm pada Krystal dan menunggu cewek itu naik ke atas motornya. Kemudian Kai tancap gas menuju rumahnya.
Krystal menyandarkan kepalanya pada punggung besar Kai. Angin semilir bikin dia ngantuk.
"Kamu ngantuk ya gara – gara nungguin aku tadi? Tapi jangan tidur disini, nanti jatuh. Tidurnya nanti aja di rumah aku"
Ah, Krystal jadi ingat pertanyaannya yang belum terjawab. Krystal mengangkat kepalanya.
"Kamu tadi ngapain lama banget di ruang guru?"
"Aku tadi ujian ulang di ruang guru"
"Hah? Kok bias?"
"Bu Suzy bilang aku nyontek tadi pas ujian"
"Tapi bener?"
Kai menggeleng. "Aku cuma nanya aja."
Krystal memukul bahu Kai gemas. "Itusih sama aja!"
"Beda, Yang. Kalo nyontek aku gak minta izin dari yang punya jawaban, kalo ini kan aku nanya yang otomatis bilang dulu sama yang punya jawaban"
Krystal menghela nafas. Percuma berdebat dengan Kai yang sampai saat ini belum ia pahami jalan berpikirnya. Kai ini sulit banget buat ditebak. Kadang benar, kadang gak waras.
Motor Kai berhenti di depan pagar rumahnya. Krystal turun untuk membukakan pagar dan membiarkan Kai masuk terlebih dahulu bersama motornya. Mendengar suara motor Kai, Kai keluar untuk menyambut kepulangan putranya.
Krystal cium tangan. Dia memang udah dekat dengan Ibu Kai sama halnya seperti Kai yang sangat dekat dengan Bundanya.
"Gimana ujiannya? Lancar?"
"Lancar, Kapten!" ucap Kai sambil cium tangan.
"Bohong!" sela Krystal. "Ketauan nyontek tuh dia, Bu"
"Gak nyontek cuma nanya" ucap Kai masih kekeuh.
Ibu Kai cuma geleng – geleng. Udah biasa dengan tingkah putra satu – satunya itu. Sampai di dalam rumah Kai, Krystal di sambut oleh seorang pria paruh baya yang mirip banget sama Kai.
"Lho, ada Ayah?" Kai yang pertama kali membuka suara. Cowok itu menghampiri ayahnya dan cium tangan.
Sama halnya seperti Ayah Krystal, Ayah Kai juga seorang pebisnis yang sering keluar kota sehingga jarang ada di rumah. Dan ini pertama kalinya Krystal bertemu dengan ayah Kai.
"Yang, ini Ayah aku" Kai mengenalkan Ayahnya.
Krystal cuma senyum dan cium tangan.
"Wah cantik banget ini. Kok bisa mau sama Kai?" ucap Ayah Kai bercanda.
Krystal cuma ketawa. Bingung juga sih mau jawab apa, masalahnya dia juga gak tau kenapa bias mau sama Kai.
"Wah, penyerangan internal nih" ucap Kai.
"Udah – udah ini anak sama Ayah kalau udah ketemu memang suka gak jelas. Ayo makan dulu aja, kasian ini Krystal pasti lapar kan?"
"Wah iya, gadis cantik gini gak boleh dibiarin kelaparan"
"Ayah!"
Lagi – lagi Krystal cuma tertawa. Sekarang ia tau dari mana asal kelakuan Kai.
-
Sorenya, Kai kembali mengantar Krystal pulang. Kali ini gak pakai mampir. Krystal yang nyuruh Kai langsung pulang buat belajar. Krystal gak mau Kai nyontek lagi diujian besok. Krystal masuk ke dalam rumah dan mendapati ayahnya sedang membaca Koran di ruang tamu.
"Ayah~"
"Lho udah pulang? Kai mana gak mampir dulu?"
"Langsung pulang tadi, biar belajar di rumah. Aku yang suruh, kalau masuk dulu nanti malah gak mau pulang" ucap Krystal.
Ayah Krystal cuma mengangguk.
"Yah, tadi aku ke rumah Kai terus ketemu Ayahnya. Mirip banget deh sama Kai, mukanya terus kelakuannya" ucap Krystal antusias. "Nih tadi aku diajak foto bareng soalnya aku cantik katanya" Krystal tergelak mendengar ucapannya sendiri.
"Mana coba Ayah liat"
Krystal mengeluarkan ponselnya dari tasdan menunjukkan fotonya bersama orang tua Kai, tanpa Kai. Karna cowok tu yang fotoin.
Krystal bias liat ekspresi wajah Ayahnya berubah begitu melihat foto yang ia tunjukkan.
"Ini orang tuanya?"
"Mirip banget sama Kai kan?"
Ayah mengembalikan ponsel Krystal. "Ayah mau ke kamar dulu. Kamu jangan lupa belajar"
Krystal cuma ngangguk. Ada yang beda dengan nada biacara Ayahnya. Krystal mengangkat bahunya, gak mau ambil pusing.
.
.
To be continued... .
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me Right [COMPLETED]
Fiksi PenggemarKarna gak ada yang tau akhir dari sebuah kisah.
![Love Me Right [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/74547855-64-k217182.jpg)