Setelah menimbang-nimbang, akhirnya David memutuskan untuk menemui Tian.
David pun menghubungi Tian.
"Tian, saya kira kita harus ketemu"
"Ada apa?"
"Ada urusan pribadi yang harus kita bahas."
"Oke. Datang saja langsung ke kantor saya"
Setibanya di kantor Tian, David tidak berbasa-basi lagi.
"Tian, saya harus membicarakan soal Nina dengan kamu"
"Hahaha, kamu mau pakai dia Vid?"
"Jaga mulut kamu Tian! Nina itu adik ipar saya!"
Tian kaget. Dia tidak menyangka kalau Nina itu adik ipar dari David.
"Saya tahu hubungan kamu dengan Nina 4 tahun yang lalu"
"Lalu mau kamu apa vid?"
"Saya hanya ingin menjelaskan masalah ini ke kamu Tian"
Lalu David menceritakan semuanya pada Tian.
"Saya harap kamu memperlakukan Nina dengan baik Tian. Nina sudah cukup menderita selama ini. Permisi." ucap David sambil keluar ruangan.
Tian terdiam.
FLASHBACK ON
Masih teringat jelas ketika dia pertama kali melihat Nina. Dengan celana jeans dan kaos. Tian bingung bagaimana caranya dia bisa masuk. Ah, mungkin karena parasnya yang cantik penjaga di luar memperbolehkannya masuk.
Tian mendekati Nina.
"Hello cantik. Sendirian aja?"
"Iya, saya sendirian"
"Nama kamu siapa?"
"Nina"
"Ok Nina yang cantik. Nama saya Tian. Kamu mau saya temani?"
"Apa kamu mau saya temani untuk malam ini?", Nina balik bertanya pada Tian.
"Hahaha, tentu saja mau dong. Masa ditemani cewek cantik nolak"
"Tapi kamu harus bayar 30 juta."
"Hahaha, 30 juta? Gak kemahalan tuh? Di sini paling mahal tuh harganya 15 juta"
"Ok kalau kamu gak mau. Saya bisa cari yang lain," kata Nina sambil melenggang pergi.
Tian segera menangkap tangan Nina. Entah apa yang merasuki dirinya saat itu. Tetapi satu yang dia tahu, dia ingin mencicipi gadis itu. Lagipula, 15 juta atau 30 juta tidak ada bedanya. Uang segitu tidak ada artinya untuk Tian.
"Oke, saya setuju. Kita segera ke hotel terdekat"
"Saya mau uang tunai"
"Ok"
Setelah Tian membereskan bill nya malam itu, mereka menuju hotel di sekitar situ.
"Saya mau mandi dulu boleh?", tanya Nina.
"Silahkan. Tapi jangan lama-lama."
"Tian, saya sudah selesai."
Tian segera menghampiri Nina. Ingin cepat-cepat memilikinya.
"Tunggu. Mana uang 30 jutanya?"
"Hahaha, oke, oke."
Tian segera mengeluarkan uang 30 juta. Tadi mereka memang sempat mampir ke ATM.
Setelah menerima uang itu, Nina segera menyimpannya dalam tas.
Tian mulai mencium Nina dan memulai semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
RomanceWanita itu. Tidak salah lagi. Tian tidak akan pernah lupa wajah itu. Wajah yang membayanginya selama 4 tahun. Nina. Nina namanya. Tian tidak akan pernah lupa nama itu. Nama yang terus ada di pikirannya selama 4 tahun. ** Pria itu. Tidak salah lagi...
