Tian merasa kesal setengah mati. Nina masih saja tidak percaya padanya dan bersikeras melakukan semuanya sendiri. Dia merasa tidak berguna dan tidak dibutuhkan.
Ah sialan!, rutuk Tian. Dia butuh minum malam ini.
Nina, malam ini saya pulang larut. Kamu tidak perlu tunggu saya. Langsung tidur saja.
Ok. Hati-hati di jalan.
Ok? Hanya itu jawabannya? Kalau wanita lain pasti akan bertanya, pergi dengan siapa, kemana, ada urusan apa? Tapi Nina? Hanya Ok.
"Jo, jagger 1"
"Boss, udah lama gak ngeliat lo. Kemana aja lo?"
Tian diam tak menjawab. Tak lama, Tian melihat Daniel masuk ke klub.
"Eh bro, ngapain lo disini? Bukannya urus istri di rumah?"
"Lo sendiri gak urus istri di rumah?"
Tian terdiam. Meneguk jagger nya. Lalu memesan satu shot lagi.
"Istri gue gak usah diurusin bro."
"Maksud lo?"
Tian meminum jagger nya lagi.
"Jo, tequila sat shot", kata Daniel
"Jo, gue juga tequila satu shot," kata Tian.
"Lo lagi kenapa Tian?"
"Lo pernah gak sih merasa gak dibutuhin sama istri lo?"
"Hahaha. Gak pernah Tian. Istri gue manja banget soalnya. Gila kali, kalo malam-malam ke toilet aja masih suka minta ditemenin. Sampe gue cape sendiri ngeladeninnya"
Tian meneguk tequila shot nya. Dan memesan bourbon.
"Beruntung banget lo bro."
"Lo lagi kenapa sih bro? Jarang-jarang ngeliat lo kayak gini."
Tian memang terlihat sangat kusut dan banyak pikiran.
"Istri gue gak menganggap gue sama sekali."
"Maksud lo?"
"Nina lagi hamil. Tengah malam dia suka ngidam. Tapi gak pernah sekalipun dia minta ke gue untuk beliin dia apa yang dia mau. Bahkan pernah sekali dia pergi sendirian untuk beli martabak. Nina juga selalu menolak kalau gue mau nganter jemput dia kemana-mana. Bahkan tas belanjaan juga gak pernah mau gue bawain"
"Jrit, sendirian banget bro? Berani banget istri lo. Alasannya apa dia gak minta tolong ke lo?"
"Nina merasa gak enak sama gue. Akhir-akhir ini memang banyak kerjaan, jadi gue suka pulang malam. Gue pengen, sekali, sekali aja dia minta tolong ke gue"
"Bro, mungkin lo harus ngomongin ini ke dia."
"Hm.."
"Serius bro. Dari pengalaman gue, kalo ada masalah mending lo ngomong langsung dan selesaikan secepatnya. Kalo gak nanti akan semakin besar dan makin susah diselesaikan."
Sehabis meminum bourbon nya, Tian segera pulang ke rumah. Sudah pukul 1 malam. Untungnya besok hari sabtu dan dia tidak perlu kerja.
Cklek.
"Tian, kamu udah pulang?", kata Nina yang berjalan ke pintu untuk menyambut Tian.
"Nina, kenapa masih belum tidur?"
"Nungguin kamu"
"Kan saya sudah bilang gak usah nunggu! Kenapa sih kamu gak pernah dengerin omongan saya!", kata Tian dengan nada tinggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
RomanceWanita itu. Tidak salah lagi. Tian tidak akan pernah lupa wajah itu. Wajah yang membayanginya selama 4 tahun. Nina. Nina namanya. Tian tidak akan pernah lupa nama itu. Nama yang terus ada di pikirannya selama 4 tahun. ** Pria itu. Tidak salah lagi...
