Sepulangnya dari rumah Nina, Tian mampir ke rumah orang tuanya.
"Ma, gimana perkembangan persiapan pernikahan Tian?"
"Ini baru satu hari Tian. Kamu mau perkembangan seperti apa?"
"Hari ini Mama sudah menghubungi bridal terkenal. Juga sudah mencari EO terpercaya. Kata mereka paling cepat butuh waktu dua minggu untuk mengurus semuanya"
"Kemarin Papa dan Mama lihat, Nina wanita yang baik, loyal, dan jujur. Kita senang kalau Nina bersedia jadi menantu kita."
"Iya pa," jawab Tian.
"Tian cuma mau tanya itu aja Ma, Pa. Tadinya Tian pikir mama dan papa akan tidak setuju dengan Nina, jadi Tian berniat untuk menjelaskan lagi ke mama dan papa. Tian pulang dulu ya."
Sepanjang perjalanan, Tian tidak berhenti memikirkan Nina. Akhirnya Tian putar balik dan menuju ke rumah Nina.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Apa Nina sudah tidur?
Kamu sudah tidur?
Ada apa?
Bisa tolong buka pintu? Saya ada diluar.
Mau apa Tian malam-malam datang kesini? Baru tadi sore ketemu.
"Ada apa Tian?"
"Gapapa. Mau ketemu kamu aja."
"Gak jelas banget sih kamu."
"Um... malam ini saya boleh tidur disini?"
"Gak boleh. Ini udah malam Tian, stop gangguin saya. Mending kamu pulang dan tidur di rumah kamu sendiri"
"Besok pagi saya kesini lagi ya. Kamu mau dibawain apa?"
"Gak perlu bawa apa-apa Tian. Saya bisa urus diri saya sendiri."
Tian menghela nafas, lalu berkata,
"Ok. Good night and sweet dream"
Tian pun berjalan ke arah mobil. Nina menutup pintu.
Tian kilatan cape banget...
Nina mengambil hp, lalu mulai mengetik sms,
Hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai kabarin.
Trrt..Trrrt
Di lampu merah, Tian melihat hp nya. Lalu tidak lama, senyum mengembang lebar di wajahnya. Tian tidak menyangka Nina akan sms seperti itu. Tian pulang dengan hati berbunga-bunga.
Sesampainya di rumah, Tian langsung menyusun sms pada Nina.
Saya sudah tiba di rumah Nin. Thank you
Tian hampir mengirim sms itu, tapi Tian akhirnya menghapus sms itu.
Trrt trrt. Terdengar hp Nina bergetar. Jam 12 malam. Nina memang belum tidur, tiba-tiba dia tidak bisa tidur Nina melihat ada nama Tian disana. Apa Tian kenapa-kenapa di jalan? Langsung terlintas di otaknya kejadian 4 tahun yang lalu.
Hallo
Hallo Nin
Nina menghembuskan nafas lega. Sepertinya Tian baik-baik saja.
Ada apa Tian?
Gak ada apa-apa. Saya cuma mau kasih kabar kalau saya sudah sampai di rumah.
Hm.. Ok.
Good night Nin. Kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi saya ya Nin.
Iya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
RomanceWanita itu. Tidak salah lagi. Tian tidak akan pernah lupa wajah itu. Wajah yang membayanginya selama 4 tahun. Nina. Nina namanya. Tian tidak akan pernah lupa nama itu. Nama yang terus ada di pikirannya selama 4 tahun. ** Pria itu. Tidak salah lagi...
