10

5.6K 239 6
                                        

Notes: Kalau ada yang baca tulisan ini, saya cuma mau info, saya merasa cerita ini progress nya lambat dan alurnya gak naik-naik. Jadi, saya nyerah dan sisa cerita ini saya buatnya cepat saja asal selesai.

Thanks for the attention.

***

Tak terasa dua tahun telah berlalu. 

Seminggu yang lalu Kevin berulang tahun. Barusan Nina mencetak foto-foto ulang tahun Kevin. Terkadang Tian heran dengan Nina yang masih suka menyimpan foto di album di jaman digital ini.

"Tian, ini siapa?", tanya Nina yang sekalian melihat-lihat foto lama Tian.

"Mantan pacarku Nin"

"Ooo. Cantik ya. Kamu suka yang rambut panjang ya Yan?"

"Hm.. iya Nin, saya suka yang berambut panjang, lebih feminin soalnya"

"Pacar kamu ini orangnya gimana Yan?"

"Mantan Nin, bukan pacar. Hm.. Gimana ya? Baik, lemah lembut, pengertian"

"Terus kenapa putus?"

"Kamu cemburu Nin? Tumben nanya banyak banget"

"Gak kok, nanya aja," jawab Nina sambil membereskan album-album foto.

***

Bruk, splash.

"Aduh, sorry sorry mas, gak sengaja"

Tian membalik tubuhnya dan melihat seorang wanita cantik dan seksi. Rambutnya panjang diurai. Orang yang tadi menabraknya dan menumpahkan kopi setarbak di bajunya.

"Lain kali kalau jalan hati-hati mbak"

"Iya mas, sorry. Aduh, baju mas jadi basah, sorry banget ya mas. Ayo mas saya belikan baju baru. Yang ini di laundry aja, biaya nya saya yang ganti"

"Gak usah mbak, makasih"

"Mas, saya kasih nomor telepon saya aja ya"

Tadinya Tian tidak mau memberikan nomor teleponnya, tetapi karena wanita tadi terus memaksa, akhirnya Tian memberikan handphone nya.

"Mas, mas namanya siapa?"

"Tian"

"Mas Tian, ini nomor saya ya. Namanya Julia"

"Ok."

"Saya tunggu telepon dari mas ya!", kata Julia sambil berjalan lalu, tidak lupa mengedip manja.

*** 

Sudah satu minggu, tetapi Tian masih belum menghubungi Julia. 

Tidak biasanya ada lelaki yang bisa melupakan Julia. Julia merasa tertantang, dan mulai menghubungi Tian.

"Apa kabar mas Tian?"

"Baik"

"Mas, bajunya sudah di laundry mas?"

"Sudah Mbak Julia"

"Berapa mas harganya?"

"Tidak usah diganti mbak"

"Ooow. Mas, lagi dimana nich? Julia kangen, mau ketemu sama mas"

"Sorry mbak, saya lagi sibuk," kata Tian sambil memutuskan sambungan telepon.

***

Hari itu Tian bertengkar hebat dengan Nina. Kemarin Nina lembur sampai jam 3 subuh. Tian meminta Nina untuk berhenti kerja, atau kalau tidak, pindah kerja ke perusahaan biasa. Tetapi Nina menolak. Akhirnya mereka pun bertengkar hebat dan Tian pergi ke klub yang sudah 2 tahun tidak dikunjunginya.

You Are MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang