"Indonesia Raya, merdeka, merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya."
—
dalam hormat aku tengadah
menatap merah putih yang megah
tujuh puluh satu tahun sudah
mengibarkan sayap-sayap patah
bukan dengan berlian dan permata
mengusir bedebah yang telah lama menyita
tapi dengan keringat dan air mata
negeri ini akhirnya berhenti meronta
ah, gebyarnya menyusup lembut ke hati
mengetuk relung-relung yang tuli
"Indonesia Raya" bukan melodi mati
dengarkanlah, sungguh ia melecut nyali
kini kuikrarkan di bawah terik tengah hari
di Indonesia aku berdiri
untuk Indonesia aku menari
—
YOU ARE READING
kryptOnite
PoetryI write because nobody listens. --- A poem collection Written in 2 languages EN/ID Updated (almost) daily © 2020 by ohjuliette - Highest rank: #2 in poems [June 05-09, 20] #1 in words [June 10-13, 20]
