"Kau harus siapkan mental untuk menjadi pesuruhku" sebuah smirk tercetak jelas di wajah manis gadis ini
"Sayangnya itu hanya khayalanmu Nona Lee" sahut Ten tepat sebelum ia mulai mendribble bola ditangannya
Suara decitan khas antara sepatu yang beradu dengan lantai gedung olahraga terdengar harmonis dengan dentuman bola dan tarikan nafas yang teratur dari dua orang yang tengah bertarung sengit saat ini
Mempertaruhkan keinginan terpendam masing-masing dengan sebuah pertandingan basket kecil, satu lawan satu
"Ya Ten kau curang !" gadis yang sebelumnya Ten panggil dengan sebutan Nona Lee berteriak kesal saat melihat bola basket yang berhasil masuk ke ringnya
"Hei ayolah aku menjunjung tinggi sportifitas, akui saja kekalahanmu" Ten memberikan smirk terbaiknya
"Baiklah jika itu yang kau inginkan" gadis tadi menatap Ten dengan death glare nya lalu mulai serius mendribble bola, melewati hadangan Ten dan melakukan beberapa kali jump
"3 point lagi aku menang" ucap gadis itu dengan nafas terengah, usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menyalip angka Ten dan memimpin point
"Ini belum berakhir Lee Jemi" Ten menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya
Dengan gerakan cepat Jemi berusaha menghindari segala block dari Ten, dari tengah lapangan ia berusaha melakukan three point jump
Bola melambung tinggi diikuti senyuman puas dari Jemi dan sorot mata khawatir Ten
Kedua orang ini bahkan tidak menyadari posisi mereka saat ini dan
Brukkk
Punggung Ten menghantam lantai cukup keras dengan tubuh Jemi yang terbaring diatasnya
"Akhh punggungku !" rintih Ten
"Ya ! Lee Jemi, cepat berdiri pabo. Tubuhmu sangat berat"
Ten sedikit mengangkat kepalanya mencoba melirik Jemi yang masih terbaring diatas tubuhnya
"Hei ireona !" Ten memukul bahu gadis itu
"Ya appo !" pekik Jemi pelan lalu menggeser tubuhnya dari Ten
"Kau sengaja menindihku eoh ?" tuduh Ten sembari mendudukkan tubuhnya
"Mian aku terlalu semangat" Jemi melakukan hal yang sama dengan yang Ten lakukan
"Aakkhh !" tiba-tiba rintihan keluar dari mulut gadis itu
"Ya neo gwaenchana ?"
"Kakiku.. Sepertinya terkilir" Jemi menggigit bibir bawahnya
"Coba kuperiksa" sahut Ten cepat sembari menekan pelan pergelangan kaki kiri Jemi
"Aaww appo.. Sakit Ten" bulir air bening meluncur perlahan dari kelopak mata Jemi
"Uljima.." sahut Ten pelan, dengan gerakan cepat Ten mengangkat tubuh Jemi ala bridal. Jemi membelalakkan matanya terkejut
"Ya ! Turunkan aku"
"Lingkarkan tanganmu dileherku jika tidak mau punggungmu ikut terluka" Ten menatap sekilas wajah Jemi lalu mulai melangkah
Ten tersenyum kecil saat Jemi dengan ragu-ragu mengikuti perintahnya
"Ya jangan tertawa !" sahut Jemi kesal sembari mempoutkan bibirnya
"Ternyata petarung sepertimu juga bisa menjadi putri" Ten tertawa geli
"Bagaimanapun juga aku ini seorang wanita, dasar pabo" Jemi memalingkan wajahnya dari Ten
"Ya kau benar. Bahkan saat ini wajahmu memerah, aku yakin kau tengah berdebar saat ini" goda Ten lalu mengangkat tubuh Jemi sedikit lebih tinggi
KAMU SEDANG MEMBACA
NCT Short Stories
FanficMampir aja siapa tau suka I made the stories for myself Make the⭐orange if you like them
