Qian Kun (Cooking Class)

554 48 0
                                        

"Ya ! Berapa sendok garam yang kau masukan !"

Kun berteriak kuat setelah memuntahkan makanan yang baru dimasukkan ke mulutnya

"Mi..mian" gadis yang baru saja diteriaki kekasihnya ini meringis sembari memeluk erat spatula

"Aishh jinjja ! Kau ini perempuan atau bukan ? Masak nasi goreng kimchi saja kau tidak bisa" Kun mendekati kekasihnya yang tertunduk lalu mengambil spatulanya dengan sedikit memaksa

"Yasudah kau saja yang masak !" pekik gadis itu kesal lalu melempar celemek yang ia kenakan ke sembarang arah

Kun terdiam, ia sadar akan perbuatannya barusan

Membentak gadis yang sangat dicintainya, Kun merasa seperti bajingan sekarang

"Naeul-ah..jangan marah eoh" Kun mendekati gadis bernama Naeul yang duduk menghadap jendela disamping meja makan

"Mianhae chagiya, jebal eoh" rayu Kun

Gadis itu hanya terdiam, menatap gelapnya malam dari balik jendela dengan sorot mata penuh kekesalan

"Aku tidak bermaksud membentakmu, hanya saja kau.."
Kun menarik nafas berat
"Kau tau ini sudah ketujuh kalinya kita latihan memasak hari ini"

"Sudahlah kau pulang saja !" Naeul beranjak dari duduknya dan mendorong tubuh Kun guna meluapkan rasa kesalnya

"Tapi dari tadi siang kau belum makan, aku buatkan dulu baru aku akan pergi" ucap Kun tenang, ia khawatir jika ia mengikuti kemauan kekasihnya, Gadis itu akan kelaparan dan memakan masakannya sendiri yang malah mungkin bisa membuatnya sakit nanti

"Tidak perlu aku sudah kenyang mendengar ocehanmu !" teriak gadis itu kesal lalu berlari menuju tangga dan masuk ke kamarnya dengan sedikit membanting pintu

"Aisshh !" Kun mengacak rambutnya frustasi

Setelah menarik nafas sejenak dan menenangkan dirinya, Kun mulai merapihkan sisa-sisa bahan makanan yang berserakan mengotori dapur

.
.
.

Di dalam kamar Naeul hanya berbaring di atas kasur sembari memandang atap kamarnya, masih dengan perasaan kesal yang teramat sangat

"Dia sendiri yang bilang bagaimanapun hasil akhirnya dia tidak akan marah. Apalagi membentakku !" Naeul bermonolog melampiaskan emosinya

"Bukannya membimbing dengan sabar malah berteriak seperti itu! Jangan salahkan aku yang tidak mahir memasak !"

"Aargghh menyebalkan ! QIAN KUN MENYEBALKAN !"
Gadis itu melempar bantal-bantalnya hingga terpental ke segala penjuru kamar





Kruukkk

"Ah sial !" Naeul mengumpat kesal sambil memegangi perutnya

Ia benar-benar lapar sekarang

Dengan langkah perlahan gadis itu membuka pintu kamarnya, mengantisipasi jika saja Kun sudah berdiri di balik pintu kamarnya

'Aman' batin gadis itu senang lalu melangkah perlahan menuruni tangga dan segera berlari menuju dapur

"Ku-Kun" lirih gadis itu pelan saat melihat beberapa jenis makanan yang masih mengeluarkan uap panas tersaji rapih di atas meja makannya

Naeul tersenyum senang lalu menarik salah satu kursi dan mendudukkan bokongnya

Setelah berdoa ia dengan cekatan menyumpit beberapa daging bulgogi dan segera memasukkan makanan lezat itu kemulutnya

'Kau memang menyebalkan, tapi masakanmu benar-benar lezat !'
Naeul memejamkan matanya menikmati rasa makanan hasil masakan kekasihnya itu

Naeul terus membuka mulutnya lebar, memasukan suapan bulgogi yang ketiga ke dalam mulutnya

"Uhuk ! Uhuk !" gadis itu tersedak saat melihat Kun yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan celemek yang tergantung di tangannya

Kun membelalakan matanya terkejut melihat Naeul yang memukul dadanya pelan sembari terus terbatuk

"Cepat minum" Kun menyodorkan gelas yang sebelumnya sudah ia isi dengan air putih

"Ka..kau masih disini ?" seru Naeul kaget setelah meneguk habis minumannya

"Pfftt...ahaha apa kau sangat kelaparan eoh ?" tawa Kun pecah yang berhasil membuat Naeul mendongakkan kepalanya dan menatap Kun kesal

"Kau makan dengan sangat lahap, bahkan kau tidak sadar sudah menaikkan satu kakimu ke atas kursi" sambung Kun yang sontak saja membuat Naeul segera menurunkan kakinya

"Ya ! Berhenti tertawa" Naeul berteriak keras, ia merasa malu dan sangat kesal sekarang

"Ahaha tidak perlu malu begitu, ayo teruskan makanmu" sahut Kun setelah menghentikan tawanya

Narul hanya diam, ia hanya bisa menatap Kun kesal dan berharap pria itu segera menghilang agar ia bisa melanjutkan makannya

"Jangan hanya menatapku, palli bogo" ucap Kun menggoda, ia sudah duduk manis dihadapan Naeul dengan menopang dagu

'Persetan dengan malu' batin Naeul sebelum ia meraih sumpit dan kembali menyuapkan bulgogi dan beberapa nasi ke dalam mulutnya

Naeul terus saja mengunyah tanpa memperdulikan tatapan aneh Kun yang sedari tadi lekat menatap wajahnya

"Aku menyukaimu" ucap Kun tiba-tiba

Naeul terbelalak, ia menelan makanannya cepat dan
"Ya ! Kau ingin aku mati tersedak!"

Kun hanya tersenyum mengabaikan death glare dari gadis dihadapannya ini

"Aku senang melihat ekspresimu saat memakan masakanku" ucapnya tanpa menghapus senyuman di wajahnya

'Sekarang kau ingin aku sakit gula dengan melihat senyuman mautmu itu' batin Naeul geram

"Jangan tersenyum seperti itu"
Ucap Naeul sebal lalu menundukkan kepalanya

"Kau terpesona eoh ?" Kun menggoda Naeul dengan menarik rambut gadis itu pelan

"Jangan mengkhayal, sudah cepat pulang. Ini sudah malam" Naeul menatap Kun dengan semburat merah di pipinya

"Sekarang kau mengkhawatirkanku" Kun kembali tersenyum lebar

"Aisshh menyebalkan" umpat Naeul kesal lalu berdiri cepat dari kursinya

"Ya mau kemana ? Habiskan dulu makananmu" Kun menahan tangan gadis itu lalu memaksanya duduk kembali

"Kau juga makan !" titah Naeul yang dibalas anggukan oleh Kun

Gadis itu menyuruh Kun makan untuk menghentikan senyuman di bibir pria itu dan ingin segera menghabiskan makanannya agar Kun bisa secepatnya menghilang dari rumahnya




"Berhenti menatapku" Naeul mengangkat sumpitnya hendak memukul kepala Kun yang tidak berhenti menatapnya

"Aku tidak bisa" Kun tersenyum -lagi

"Aku benar-benar akan memukulmu kalau kau masih menatapku saat makan" ancam Naeul yang terlihat serius, sebenarnya gadis itu sebisa mungkin menyembunyikan rasa gugup dan malunya karena ditatap dengan wajah tersenyum seorang Qian Kun

"Kenapa kau sangat sensitif hari ini Naeul-ssi" sahut Kun tenang

Ia meraih tangan Naeul yang masih terangkat diudara, perlahan ia menyentuh ujung bibir gadis itu membersihkan sisa makanan dengan ibu jarinya

"Saat makan kau persis seperti anak kecil" ucap Kun pelan lalu menjilat ibu jarinya yang tadi ia pakai untuk membersihkan bibir gadisnya

"Ka..kau.." sahut Naeul terbata, ia tersentak dengan perlakuan Kun yang tiba-tiba

"Wae ? Apa kau ingin bibirku langsung yang membersihkan bibirmu ?" Kun mengeluarkan smirk andalannya

"Ya ! Byuntae !" pekik Naeul kesal dengan wajah yang sudah merah padam karena perbuatan kekasihnya barusan





-END-

NCT Short StoriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang