Pagi ini Sonya masih dalam posisi tidurnya. Tidur bersama adik perempuan kecilnya. Dilihat dari sudut posisi tidurnya, wanita bernama Sonya ini sedikit absurd. Yah bayangkan saja, kaki dia sudah berada di atas wajah adiknya. Ditambah lagi iler yang sudah membentuk setengah pulau Indonesia. Bisa dibayangkan bukan bagaimana Sonya tidur?
Adiknya yang terbangun karena suara alarm yang memekikkan telinga langsung memindahkan kaki yang bertengger indah di atas kepalanya yang sudah tak berbentuk lagi akibat ditimpa beban berat. "Tidak heran kakakku yang satu ini betah menjadi perawan tua. Tidur saja tak beres, apalagi mengurus rumah tangga," decihnya pelan.
Sepeninggal adik perempuannya, Sonya mulai bangun dari lelapnya. Mengelap bekas iler semalam yang sudah mengering di sudut bibir. Sebelum benar-benar bangun, gadis itu melihat jam jendela kamar yang sudah terang tanda matahari lebih dulu bangun darinya.
"Bangke, gue ngga dibangunin."
Sonya beranjak dari tempat tidurnya dalam keadaan rambut berantakan. Dia lebih terlihat seperti singa baru selesai di blow. Rambutnya ngembang dan acak-acakan. Sonya bergegas menuju kamar mandi dalam keadaan setengah mengantuk.
Tukkk.
Tanpa Sonya sadari ia menabrak daun pintu. Alhasil kepalanya benjol dengan memar biru. "Kampret, gue mau cepet-cepet malah nih pintu minta ditabrak! Kepala gue, aw sakit...," rintih Sonya di depan pintu sambil menendang benda mati yang tak bersalah itu.
"Kebo, tumben udah bangun. Siap-siap mau disembelih, ya?" tanya adiknya yang sedang asyik menyantap roti bakar.
"Kurang ajar banget lo bilang gue kebo. Lo kan adek gue, berarti lo adek kebo, dong. Iya, gue siap-siap mau nyembelih lo buat sarapan gue. Kenapa lo gak bangunin gue, Siska bangke?" Sonya melampiaskan sebagian unek-uneknya dan bergegas ke kamar mandi. Kalo dia mengeluarkan semuanya, maka seseorang yang sedang menunggunya akan mempunyai alasan untuk membunuh dia.
"Gue nggak ngerasa jadi adek lo, kok," balas Siska tak mau kalah.
"Gue juga nggak ngerasa jadi kakak kandung lo," balasnya, kemudian masuk kekamar mandi.
Ritual mandi pun dimulai, tanpa konser nyanyian yang biasa ia lakukan setiap diguyur air. Mungkin kali ini ia tidak akan bernyanyi di kamar mandi, tapi nanti. Saat ia sudah di kamar.
Suara gedoran dari luar membuat Sonya tersadar dari lamunannya.
"Keluar woi, buruan!"
"Apaan, sih?" teriak Sonya, sambil memainkan air shower ke dinding kamar mandi.
"Gue mau pipis. Udah kebelet, nih." balas adiknya dari luar.
"Yaelah, pipis dibawah aja. Gue masih lama."
"Kejauhan, butuh naik angkot lagi."
"Nyet." Cepat-cepat Sonya menyelesaikan acara buang air besarnya setiap pagi. Dengan hanya memakai handuk, dia membuka pintu kamar mandi yang langsung di terobos Siska. "Bangke, lo kira gue tembok, hah?" umpatnya kesal.
Dua puluh menit kemudian, Sonya bergegas berangkat kerja yang dijemput langsung oleh Gilang, teman dekat Sonya.
"Hay Son, lama nggak nunggunya?" tanya Gilang sambil tersenyum. Pria tampan ini emang dari dulu menyukai Sonya tapi wanita itu masih belum bisa move on dari Arjuna setelah 5 bulan putus.
Kasihan.
"Em ... gak kok, Lang. Yuk langsung berangkat aja, nanti kita kena marah bos lagi. Elo tau kan bos kita itu kalau udah marah bisa gempa bumi nih kota Samarinda," ucap Sonya dengan gaya bicara yang serius tapi lucu bagi gilang.

KAMU SEDANG MEMBACA
SamCer ( Sambung Cerita )
Short StoryTidak ada deskripsinya, langsung baca aja ya klo penasaran. Dilapak ini terdapat kumpulan cerita dari beberapa member WWClub yang dikerjakan oleh beberapa member dalam membuat cerita pendek. Langsung buka aja ya dan jangan lupa vote+koment.