Hai!!!!!
Ketemu lagi dicerita abal2 ini... semoga kalian baik2 semuanyaaaa.
Dikarnakan ide muncul lagi setelah berbulan2 ngestuck karna banyak bgt tugas HEHE dan juga niat mau menyelesaikan rasanya sdh diujung 😂😂 beberapa chapt lagi kayaknya bakal End. InshaAllah...😦😆😆
Selamat membaca....
Jgn lupa vote dan comment bila mau kasih saran. SILAHKEENNN . Karna sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah....
Cus deh masih anget nih..
Udah dulu deh nyablaknya. Mending cek this out---
*********
"Selamat ulang tahun adik kak Di yang paling bawel tapi kak Di paling sayang" Kak Di menyelonong masuk kekamar Prilly membuat kejutan kecil dengan membawa kue berbentuk love.
Prilly tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya dengan duduk di tepi ranjang dengan mengusap matanya yang masih setengah nyawa.
"Aku ulangtahun kak?" Prilly pun yang masih belum sadar dari kantuknya. Dia pun lupa kalau hari ini hari kelahirannya.
"Ya,jelas dong! Udah yuk bangun cuci muka udah pagi juga loh" Suruh Kak Di.
Prilly mengucek matanya, dan berkabur ke kamar mandi sesaat untuk cuci muka.
"Yaampun beneran aku ulangtahun" Prilly melirik kalender yang dipajang di dindingnya, dengan hari dan tanggal yang sudah di tandai bulat merah sebelumnya.
"Hm make a wish dulu dong dek"
Prilly pun berucap tapi tak terdengar, ia berdoa dengan ketulusan hatinya. Semoga bisa terkabul atas semua doa dan harapannya. Amin.
"Makasih kak Di terbaik lah pokoknya kak! Aku sayang kak Di! Muah" Prilly berhambur memeluk Kak Di dengan perasaan senang.
"Iya sama sama adek paling bawel. Pokoknya kamu harus makin dewasa ya dek." Kak Di mengelus pucuk kepala Prilly.
Tak terasa.. adik satu-satunya yang ia punya dan dia sayangi sudah menjadi gadis dewasa. Gadis yang selalu gigih mencapai semua impiannya. Kak Di berharap mereka selalu dilindungi oleh Allah Swt dan semoga impian gadisnya itu akan segera dikabulkan oleh Allah.Amiin....
***
Prillypun bersiap berangkat sekolah dengan perasaan tak tentu. Senang iya, tapi sedih iya. Hanya Prilly dan Tuhan yang tau tentang perasaannya.
“Weits!!! Happy Birthday Prelleeku!” Tegur Itte saat Prilly memasuki kelas.
“Hah? Tau darimana lo? Sok tau!” Prilly menjulurkan lidah sembari menaruh tas dan duduk di kursinya.
“Tau lah! Gue kan detektif handal, masa gak tau! Anyway, semoga makin cantik, dikurangin tomboynya, makin pinteeeerrr dan semua impian lo bisa tercapai! AMIIINN” Itte berdoa dengan hati yang tulus dan mengaminkan.
“Amin, maaci ya Iteeku”
“Doa udah, kadonya nyusul ya Prel! Hehehe. Lo gak ada niatan buat traktir? HAHA” Ledek Itte sembari memainkan kipas doraemon yang dibawanya .
“Halah, Teteup ya! Nanti deh ya pas lo kasih kado. HAHAA” Prilly meledek Itte balik.
“Dih, Dasar ngikut-ngikut lo!”
Prilly mengedarkan pandangannya tepatnya pada bangku Ali. Tetapi Ali belum juga sampai sekolah. Kemana ya? Prilly berfikir, tumben Ali jam segini belum sampai. Ali dari semalem pun belum ngucapin ke gue, mngkin dia lupa? Hm I don’t care. Batin Prilly.
Bu Saras pun memasuki kelas yang pertanda bahwa pelajaran telah dimulai, tetapi Ali masih belum datang juga.
“Pril, Ali kemana deh? Tumben telat.” Itte pun sadar bahwa ali belum datang.
YOU ARE READING
Future Partner
Fanfiction"Bagiku, Prilly tak hanya sahabat tetapi sudah menjadi adik. Sekarang, semua berubah ketika ia pergi dan cinta itu mulai datang. Aku tak bisa menghentikan rasa itu" - Aliandra Syahreza "Bagiku, Ali tak hanya seorang sahabat yang posesif padaku. Tet...
