Bag 6

181 4 0
                                    

Jam pulang sekolah pun tiba dengan lemas aku berjalan ke kelas untuk mengambil tas ku, namum belum sampai aku ke kelas Citra dan Sherly sudah menghampiriku dengan membawakan tasku.

"Alfa kamu sudah sadar, syukurlah ayo aku dan Sherly akan mengantarmu pulang" Seru Citra sambil memapahku yang memang terlihat sangat lemas

Saat sampai gerbang sekolah aku meminta agar Citra dan Sherly tidak mengantarku pulang kerumah karena aku yakin Ibu pasti akan sangat khawatir dengan kondisi ku.
Walaupun Citra sempat menolak akhirnya dia menuruti apa yang aku bilang, aku pun pulang menggunakan ojek yang tidak jauh dari sekolahku. Memang baru pertama kali aku merasakan sakit sampai tidak bisa ku tahan seperti ini apa aku ikuti saja kata Dilla tadi untuk mengecek keadaan ku ke rumah sakit.
Ah tidak aku ini tidak apa apa mungkin karena kemarin terlalu lelah sampai seperti ini jadinya toh baru pertama kali juga

"Aku pulang.." Dengan nada lemas aku pun langsung masuk kedalam kamar
"Alfa, kamu kenapa nak?" Saut ibu yang merasa aneh dengan sikapku hari ini

Aku tidak tau kenapa hari ini aku merasa sangat lemas bahkan rasa nyeri di dada masih sedikit terasa perih, aku semakin tidak tahan kondisiku ini. Lebih baik aku ganti baju dulu setelah ini aku mau mencoba untuk dibawa tidur siapa tau akan lebih terasa enakan dari ini.
Aku pun mengganti bajuku dan mulai membaringkan badanku di tempat tidur, dengan perlahan aku pun mencoba untuk tidur sebentar agar badanku bisa lebih segar dari sebelumnya.

.
.
.
.
.
.
.

Waktu menunjukkan pukul 19.05 ya tuhan apakah aku tidur sepulas ini dari jam 2 siang aku tidur jam 7 malam aku baru bangun, saat aku mengecek HP sudah banyak sekali WhatsApp dari Ka Iyan , 25 panggilan tak terjawab dari Ka Iyan, dan 10 VC tak terjawab dari Ka Iyan juga.
Aku pun membalas WhatsApp dari Ka Iyan, namun belum selesai aku mengetik langsung ada panggilan masuk dari Ka Iyan. Tak perlu waktu lama aku pun langsung mengangkat telfon dari Ka Iyan

"Halo ka"
"Halo de, ya ampun kamu tuh kemana saja sih ? Kakak berkali kali nelfon kamu tapi tidak ada jawaban WA Kakak pun tidak kamu balas. Kamu tuh kemana?" Tanya Ka Iyan yang kelihatannya begitu cemas denganku
"Maaf ka aku tadi ketiduran pulang sekolah tadi aku merasa sakit dada aku fikir lebih baik aku bawa tidur untuk meredakan rasa sakitnya, tapi aku kebablasan sampai semalam ini aku baru bangun" Jawabku dengan nada menyesal
"Sakit dada? Sudah kamu periksa ke dokter?" Tanya Ka Iyan dengan cemas.
"Belum ka".
"Kenapa belum, segeralah periksa takut ada apa apa de nantinya"
Ya tuhan jadi seperti ini rasanya dikhawatirkan seorang Kakak , jadi seperti rasanya di perhatikan seorang Kakak. Aku sangat bersyukur ya tuhan bisa mendapatkan seorang Kakak seperti Ka Iyan yang sangat menyayangiku
"Iya ka nanti akan segera ku periksa"
"Yasudah makan sana kamu sudah tidur terlalu lama jadi perutmu masih kosong dari tadi siang"
"Iya ka"
"Yasudah nanti lanjutkan istirahatnya, besok akan kakak kabari lagi. Love you de"
"Love you too ka"

Sudahku buktikan bahwa memiliki Kakak laki laki itu sangat menyenangkan, baru beberapa jam aku tidak ada kabar saja Ka Iyan sudah merasa sangat cemas. Sangat beruntung aku dipertemukan dengan Kakak seperti Ka Iyan.

.
~
.
~
.
~
.
~
.

Hari berlalu begitu cepat semua temanku sudah mengetahui kalau aku memiliki seorang Kakak sekarang, banyak waktu yang sudah ku lewati bersama Ka Iyan. Keluargaku pun menitipkan aku kepada Ka Iyan, Ayahku begitu akrab dengan Ka Iyan seperti sudah dianggap seperti anaknya sendiri juga. Begitu pula dengan keluarga Ka Iyan mereka juga baik kepadaku dan menerimaku sebagai Adik Ka Iyan.
Tidak terasa sudah 5 bulan kita menjadi Adik dan Kakak, rasanya baru kemarin aku kenal dengan Ka Iyan. Hingga kali ini Ka Iyan bercerita kepadaku bahwa dia sedang dekat dengan seorang wanita, dia bilang sudah sebulan belakangan mereka dekat cuma Ka Iyan baru berani bicara kepadaku sekarang.

"Siapa dia ka? Kenapa aku tidak dikenalkan?" Tanyaku
"Bukan begitu de Kakak hanya takut kalau Kakak terlalu cepat kenalkan ke kamu nanti kamu tidak setuju"
"Tidak setuju bagaimana ? Jika wanita itu menurut Kakak baik dan bisa membuat Kakak bahagia, aku sebagai Adik hanya bisa mendoakan dan memberi support. Tapi kalau wanita itu membuat Kakak sakit hati tidak segan segan aku akan mencakar wajahnya karena sudah berani membuat Kakakku patah hati" Saut dengan nada yang seperti orang paling benar saja.
Ka Iyan hanya tertawa kecil melihat tingkah ku seperti ini, kemudian Ka Iyan memelukku.

"Kakak sayang kamu de, tetaplah seperti ini ya. Jadi adik Kakak yang selalu menemani Kakak" Ucap Ka Iyan sambil memelukku
"Iya ka, Kakak pun harus begitu ya"
Ka Iyan hanya mengangguk kemudian mengeratkan pelukannya kepadaku.
Pelukan pertama selama 5 bulan ini, ya tuhan aku mohon jangan pisahkan kami ya tuhan. Aku sudah nyaman dengan keadaan yang seperti ini, aku nyaman memiliki Kakak laki laki seperti Ka Iyan.

"Jadi kapan Kakak akan memperkenalkan ku dengan wanita itu? Umm siapa nama dia?" Tanyaku kepada Ka Iyan yang masih memelukku.
"Malam ini, kamu bisa bertemu dia malam ini. Kita ketemu di Cafe dekat rumah mu saja tapi bisakah kamu membawa motor sendiri karena Kakak harus menjemputnya" Jawab Ka Iyan yang mulai melepaskan pelukannya
"Baiklah jam 8 malam di Cafe dekat rumahku"
Ka Iyan hanya mengangguk kemudian merangkulku.
Aku sangat penasaran siapakah kira kira wanita yang sudah membuat Kakakku jatuh cinta?
"Siapa ka nama dia?" Tanyaku lagi
"Aggeris" Jawab Ka Iyan dengan jelas
"Nama yang bagus, baiklah aku tunggu Kakak dan Ka Aggeris di cafe nanti malam. Sebaiknya Kakak bawa aku pulang sekarang sebelum Ayah menelfonmu nanti" Ledekku kepada Ka Iyan
"Ya ya baiklah" Jawab Ka Iyan dengan tercerngir jahil.

Aku pun pulang kerumah dengan perasaan yang terasa aneh, aku merasa sedikit ada kecemburuan dalam hatiku. Tapi untuk apa aku cemburu dia Kakakku bukan Kekasihku tidak wajar jika aku menaruh rasa cemburu kepada wanita itu, siapa namanya ? Aggeris. Ya tidak wajar aku menyimpan cemburu kepada Aggeris, ah yasudah lebih baik aku bersiap siap untuk pertemuan pertamaku dengan Kakak ipar ku malam ini

Note aja : Cerita yang aku tulis ini semua fiksi yaa, cuma alur ceritanya aku ambil sedikit dari kehidupan nyataku. Tapi semua ini gak nyata ko cuma skenario semata :D

Surat Kecil Untuk KakakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang