Bag 7

178 5 0
                                    

Malam ini aku sudah siap untuk bertemu dengan wanita penakluk hati Kakakku itu, aku sengaja untuk datang lebih awal jadi jika Kakakku telat aku bisa saja memarahi dia padahal salahku datang terlalu awal.
Niatnya aku ingin pergi dengan mengendarai motor namun ternyata aku tidak dapat izin untuk membawa motor, baiklah kebetulan pula Cafe nya tidak terlalu jauh lebih baik aku jalan kaki saja jadi tidak ada salahnya pula jika aku berangkat jam segini. Dari pada aku buang buang waktu di Cafe hanya untuk melamun saja

"Kakak sudah dimana ya? Kenapa Whatsapp ku sama sekali tidak dibalas olehnya" aku bergumam heran dengan sikap Kakakku, mungkin saja Kakakku sedang dijalan untuk menjemput Aggeris.
Karena terlalu asik menatap ponsel aku pun tidak sadar jika aku sudah dekat dengan Cafe tempat aku dan Kakakku janjian.
Waktu menunjukan pukul 19.55 mungkin 5 menit lagi Kakak akan tiba di Cafe lebih baik aku langsung masuk dan memesan minum agar terlihat kalau aku sudah datang dari tadi.

"Mas.. aku minuman biasa ya" Pesanku kepada pelayan Cafe. Cafe ini memang Cafe langgananku jadi seluruh pelayan disini sudah kenal denganku.
Panggilan alam memang suka datang diwaktu yang tidak pas aku harus segera ke toilet jika tidak bisa sakit perutku karena menahan buang air kecil.
Saat aku sedang buru buru untuk ke toilet tak sengaja aku menabrak seseorang yang baru keluar pula dari Toilet.

"Aduh maafkan aku, aku tidak sengaja" Ujarku yang masih sibuk menahan kebelet.
"Iya tidak ap.." belum selesai pria ini bicara aku langsung meninggalkan dia karena sudah tidak bisa ku tahan lagi.
Tidak sopan! Aku yang menabraknya tapi aku pula yang meninggalkannya. Sudahlah kalau nanti ketemu lagi diluar aku akan minta maaf lagi.

Setelah lega aku pun kembali kemeja yang pertama aku duduki tadi, namun ternyata mejaku sudah ada orang yang menempati. Dan wajahnya tak asing untukku, aku pun mendekati dia. Ternyata dia adalah pria yang ku tabrak didepan Toilet tadi

"Umm maaf ini mejaku" Ujarku kepada pria itu.
"Oh mungkin kamu duduk disini saat aku sedang ke toilet, aku lebih dulu menempati meja ini" Jawab pria itu dengan tersenyum manis kepadaku.
"Benarkah, maaf aku tidak tau. Oh iya aku pun ingin meminta maaf soal di Toilet tadi, sungguh aku tadi se.."
"Tidak apa apa aku tau kamu sedang menahan buang air jadi aku memaklumi" Ucap maklum pria itu.
"Hehe iyaa itu maksudku"
"Jika kamu mau kita bisa duduk bersama" Tawar pria itu.
"Umm sebenarnya aku sedang menunggu Kakakku tapi tak apa dari pada aku hanya sendirian menunggu Kakakku" Jawab aku setuju.
"Denny.." Serunya sambil menjulurkan tangannya kepadaku, tanpaku minta dia memperkenalkan dirinya kepadaku.
"Alfa" Ucapku sambil membalas juluran tangannya tadi.

Untunglah aku bertemu Denny jadi aku bisa berbincang sambil menunggu Kakakku datang, ini sudah pukul 20.20 Kakakku sangat telat dari jam yang dijanjikan. Kemana Kakakku ini tidak biasanya dia datang setelat ini, aku tidak bisa terlalu malam 10 menit lagi aku harus segera pulang karena aku tidak membawa motor kesini.
Aku pun mencoba menelfon Kakakku berkali kali namun tidak ada jawaban sama sekali, aku semakin cemas bercampur kesal. Dia yang menjanjikan namun dia pula yang hilang tidak ada kabar seperti.

"Kamu kenapa Al?" Tanya Denny yang bingung melihat sikap gelisahku.
"Kakakku belum juga datang, dari tadi aku menelfonnya namun tidak ada jawaban"
"Mungkin dia sedang dijalan, tunggulah sebentar lagi" Jawab Denny dengan menenangkanku
"Tapi aku tidak bisa terlalu lama 10 menit lagi aku harus pulang, karena aku kesini jalan kaki tidak membawa kendaraan"
"Aku akan mengantarmu pulang nanti, anggaplah sebuah hadiah perkenalan"
"Tidak usah Den aku merepotkanmu" Tolakku dengan Tawaran Denny.
"Tidak ko tenang saja, aku akan mengantarmu pulang".

Aku hanya mengangguk dengan tawaran Denny, aku sudah sangat kesal 10 menit sudah berlalu. Sampai jam segini Kakakku tidak terlihat batang hidungnya, akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja. Jika terlalu lama aku tidak enak dengan Denny yang mengantarku terlalu malam nantinya.

"Den.. bisakah kamu antar aku pulang sekarang?" Tanyaku kepada Denny
"Loh bukankah Kakak mu belum datang?"
"Biarkanlah nanti juga dia kerumah, ini sudah terlalu lama aku tidak bisa menunggu lagi"
"Baiklah aku akan bayar ini dulu"
"Umm Den ini uang untuk minumanku"
"Tidak usah aku yang akan bayar minumanmu" Seru Denny.
"Tidak Denny aku sudah banyak merepotkanmu"
"Terimalah Al, biar aku yang bayar"

Sungguh aku benar benar tidak enak dengan kebaikan Denny, kita baru kenal namun sikap dia seperti teman lama yang baru bertemu dengan aku. Setelah membayar pesanan kami Denny langsung mengambil motornya, aku pun menunggu Denny didekat pintu masuk Cafe.
Tak lama Kakakku tiba di Cafe dengan Aggeris, sudah sangat lama aku menunggu tidak mungkin aku harus kembali kedalam Cafe lagi.

"De maaf Kakak terlambat tadi Aggeris harus membeli buku dulu di toko buku langganannya karena.." Masih tergantung ucapan Kakakku aku langsung memotong pembicaraannya.
"Tidak apa apa Ka, yasudah nikmati saja malam kalian berdua. Aku sudah terlalu lama menunggu kalian aku ingin pulang" Ujarku dengan kesal
"Tapi.. Aggeris"
"Hi Ka, aku Alfa adik angkat Ka Iyan. Kakak sangat cantik mungkin lain waktu kita bisa bertemu lagi"

Tak lama Denny pun datang dengan motornya menghampiriku, Kakakku aneh melihat kedatangan dia. Baru saja aku ingin naik tiba tiba Kakakku menahanku entah kenapa Kakakku terlihat sangat kesal melihat aku diantar pulang oleh Denny.

"Jadi kamu lebih milih jalan dengan laki laki ini dibandingkan harus makan malam bersama dengan Kakak dan Aggeris?" Seru kesal Kakakku.
"Jalan? Kakak tau aku pun bertemu dengan dia baru saja tadi didalam mana mungkin aku pergi berduaan dengan dia"
"Lalu apa ini? Kalian baru kenal tapi sudah pulang bareng"
"Dia yang menawarkan diri untuk mengantarku pulang, dan aku yang memintanya untuk mengantarku pulang sekarang"

Tanpa berkata lagi aku langsung menaiki motor Denny dan meminta Denny untuk segera melajukan motornya meninggalkan Kakakku dengan Aggeris di Cafe.

"De.. Alfaaa!! Adeee.." Teriak Kakakku dari kejauhan.
"Sudahlah yan ku rasa adikmu kesal karena terlalu lama menunggu kita" Ucap Aggeris menenangkan Kakakku.
"Maafkan aku gis"
"Aku yang harusnya minta maaf harusnya tadi aku tidak mengajak kamu untuk membeli buku, jika memang tadi jam segini kita sudah pulang kita masih ada waktu untuk membeli buku" Ucap sesal Aggeris kepada Iyan

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang.

Diperjalanan pulang aku merasa sangat menyesal sudah bertingkah egois seperti tadi, harusnya aku mendengarkan dulu penjelasan dari Kakakku tadi.
Jika aku tidak bersikap seperti itu aku yakin pasti sekarang aku dan Kakak akan baik baik saja, ya tuhan kenapa aku selalu mengambil keputusan tanpa berfikir terlebih dahulu.

"Alfa.. apakah kamu baik baik saja?" Saut Denny yang heran melihatku diam saja dari tadi.
"Ya aku tidak apa apa"

Tidak terasa aku pun sudah sampai didepan gerbang rumahku, aku pun mengucapkan terimakasih kepada Denny yang sudah repot repot mengantarku pulang.
Denny begitu baik kepadaku aku jadi sedikit merasa nyaman dengan dia, disepanjang perjalanan tadi mencoba membuatku senyum. Sebelum pulang Denny meminta kontakku untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut, menurutku tidak salah jika hanya sekedar berteman. Setelah ku beri kontakku Denny pun berpamitan untuk pulang.

Surat Kecil Untuk KakakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang