Part 6

267 25 2
                                    

Maaf ya gak sesuai janji yang kemarin hehe 😆😆 ini part 6 nya semoga suka😀

I'm standing outside the line that I can't ever cross
It hurts but why can't I turn away?
This hopeless love

Sore ini seperti biasa yeoreum pulang sedikit terlambat, membiarkan moonbin dan jieun pulang terlebih dahulu.
Yeoreum berjalan melewati lapangan basket yang cukup sepi, hanya beberapa siswa yang sedang bermain basket disana, saat dia sampai di depan gerbang, yeoreum terkejut melihat moonbin berdiri di depan gerbang sekolah sambil menatap tajam kearahnya.
Yeoreum bingung apa yang harus ia lakukan, ia berusaha mengacuhkan moonbin, berusaha menjauh dari moonbin, tapi moonbin segera menarik tangan yeoreum dan menariknya "ayo kita bicara, naik ke motor ku" kata moonbin, tangan moonbin terasa begitu hangat ketika bersentuhan dengan kulit yeoreum, dia sangat merindukan moonbin. yeoreum mengenakan helm yang di berikan moonbin dan menaiki motor ninja merah kesayangan monbin (😃), Sudah lama rasanya tidak naik motor ini. yeoreum memberikan jarak yang cukup jauh antara dia dengan moonbin. "pegangan" kata moonbin dingin, "hm" kata yeoreum mengiyakan, lalu memegang jaketnya sedikit. Moonbin melihat yeoreum dari kaca spion dia rindu dengan gadis ini. karna terlalu sibuk melihat yeoreum dari kaca spion moonbin jadi tidak fokus melihat jalanan, ia hampir menabrak seekor kucing, untunglah moonbin segera mengerem, yeoreum yang terkejut dengan hal itu segera memper-erat pegangannya pada moonbin. Jantung mereka berdua berdegup. Yeoreum segera memperbaiki posisinya seperti semula begitu juga moonbin yang menyesali perbuatannya, kenapa jantungnya berdebar seperti ini, ada apa dengannya.

Akhirnya mereka sampai di sebuah taman bermain anak-anak dekat tempat tinggal mereka. Dulu saat mereka masih kecil, mereka sering main disini bersama teman-teman yang lain. Yeoreum melepaskan helm yang ia kenakan meletakannya di motor dan berjalan menuju ayunan favoritenya diikuti oleh moonbin yang turun dari motor dan berdiri di dekat motor sambil tersenyum melihat tingkah yeoreum.
Seketika kenangan-kenangan masa kecil mereka berputar di kepala yeoreum, yeoreum tersenyum tipis saat mengingat masa kecilnya bersama moonbin.

jantungnya kembali berdetak dengan cepat ketika melihat yeoreum tersenyum kearahnya sambil menyuruhnya untuk duduk di ayunan sebelahnya, 'ada apa dengan jantungku? Kenapa seperti ini' batin moonbin.
Moonbin duduk di ayunan bersebelahan dengan yeoreum, memandangi wajah yang ia rindukan, entah mengapa moonbin merasa sedih atau mungkin senang bisa melihat wajah yeoreum setelah sekian lama akhirnya ia bisa melihat yeoreun tesenyum di depan matanya.

Setelah beberapa lama saling diam akhirnya moonbin membuka pembicaraan "yeoreum-ah apakabar?" Tanya moonbin agak canggung "baik, kamu? Dan jieun?" Jawab yeoreum tanpa menoleh ke arah moonbin "aku baik, jieun pun begitu" jawab moonbin sambil memperhatikan wajah yeoreum, "syukurlah kalau kalian baik, kalian...pasangan yang serasi" yeoreum memandang kosong kedepan kearah matahari yang semakin terbenam "terimakasih" jawab moonbin pelan dia merasakan sakit di hatinya saat mendengar perkataan yeoreum, lalu mereka kembali diam melihat matahari yang mulai hilang berganti dengan bulan yang menerangi malam mereka "yeoreum-ah kamu kenapa seperti ini?" Moonbin memberanikan diri untuk bertanya kepada yeoreum, yeoreum tersenyum miris mendengar pertanyaan itu 'haruskah ku jawab pertanyaan itu? Aku tidak mau menangis di hadapan mu' batin yeoreum. Yeoreum menarik nafas dalam, mungkin ini saat yang tepat untuk mengakui semuanya, ia sudah lelah menahan semua perasaannya mungkin setelah ini dia bisa melupakan moonbin
"I'm standing outside the line that I can't ever cross, kita sahabat bukan? Aku hanya ingin menjadi sahabat yang baik, aku tidak akan pernah melewati batas antara sahabat, kau paham bukan maksud ku?" Yeoreum mulai menunduk kepalanya menahan air matanya "aku tahu yang ku rasakan ini salah, tapi setiap kali aku melihat kau dengan jieun hatiku terasa sakit. Kau pantas mendapatkan jieun dia cantik, baik, pintar dan sehat. Kalian pasangan yang sangat serasi. Maaf aku menjauhi mu dan jieun, tapi aku tidak membenci kalian aku menyayangi kalian, kalian adalah sahabatku" moonbin terkejut dengan kata kata yeoreum, dia masih belum bisa mencerna semua pengakuan yeoreum.
Yeoreum berdiri dari tempat duduknya "aku sudah menjelaskan semuanya, aku pulang sekarang" yeoreum segera berdiri dan melangkahkan kakinya, namun moonbin menahan tangan yeoreum, lalu menarik yeoreum kepadalam peluknya membuat yeoreum semakin terisak, hatinya terasa sakit, kenapa harus seperti ini, dia harus melupakan moonbin.
Moonbin mengelus lembut rambut yeoreum berusaha menenangkannya, jantungnya kembali berdebar dengan cepat, hatinya terasa sakit melihat yeoreum menangis seperti ini "yeoreum-ah uljima.. mianhae" kata moonbin menenangkan yeoreum, moonbin bingung harus berkata apa dia tidak ingin menyakiti perasaan yeoreum, ia menyayangi yeoreum, hidupnya terasa hampa tanpa kehadiran yeoreum, dia akui itu. Tapi sekarang moonbin memiliki jieun, tidak mungkin dia meninggalkan jieun begitu saja, dia juga menyayangi jieun. (Moonbin plin plan ㅠㅠ jahara kamu bang)

*****

Yeoreum turun dari motor moonbin, tanpa memperdulikan keberadaan moonbin, yeoreum langsung berjalan masuk ke dalan rumah dan menutup pintunya, menaiki tangga dan masuk ke kamarnya, yeoreum melihat keluar jendela, dia bisa melihat moonbin berdiri disana sambil menatap ke arah kamar yeoreum.
*
Moonbin terdiam di depan pagar sambil melihat jendela kamar yeoreum, dia bingung dengan perasaannya, sebenarnya siapa yang ia cintai? Yeoreum atau jieun? Kenapa semua ini terasa begitu rumit apa yang harus moonbin lakukan.

Hopeless Love [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang