Jarum jam berputar terus-terusan,
padahal Tuhan mengizinkan untuk bersandar punggung sejenak.
Ah, mungkin ia tak ingin dikejar masa lalu makanya ingin semuanya cepat berlalu.
Detik demi detik kian berlalu,
berganti menit lantas berganti lagi menjadi jam.
Terus menerus seperti itu,
tiada yang tahu kapan semua itu akan terhenti.
Kenangan silih berganti datang dan pergi,
bagai tamu di hari hari besar.
Terkadang ingin ku patahkan jarum jam itu, agar waktu berhenti sejenak saat ada momen yang sangat berarti di hidupku.
Tapi, jika ku patahkan.. hanya merusak jamnya saja.
Tak ada gunanya bukan?
Namun, terkadang pula ingin ku putar jarum jam itu jadi lebih cepat jika aku sedang terjebak didalam momen yang membosankan; seperti sedang menunggu sebuah kepastian yang tak tahu kapan pastinya?
Hah.
Melihat waktu berlalu,
bagai menunggu kepastian darimu.
***
HAALOOO SEMUA!
Aku kembali:")
Terimakasih ya buat yang masih mau baca atau vote.
Saranghae!
KAMU SEDANG MEMBACA
Derai-derai Aksara
PoezieAksara-aksara yang terbuat dari sebuah kesedihan, dan kerinduan yang tak berujung. Berderai-derai di atas kertas, Membiarkannya bersatu padu dan menyatu.
