Aku terkapar merintih dalam kesendirian
Menantikan dirimu yang tak kunjung datang
Bahkan hanya sekedar untuk menyapa
Di manakah dirimu saat ini?
Dingin nya malam menusuk relung hatiku
Seakan sesuai dengan dinginnya hatiku
Hatiku yang beku setelah kepergianmu
Hingga tak ada cinta yang mampu menghangatkan nya
Aku terdiam
Merasakan hembusan angin
Mendengarkan bisikan yang ia sampaikan
Apakah ada kabar darimu?
Aku membisikkan namamu
Berharap angin membantuku memanggilmu
Namun aku masih di sini
Terkapar menantikan kehadiran dirimu
Hari berganti hari
Dan tahun berganti tahun
Namun angin seakan tak ingin membantuku
Bahkan untuk sekedar memanggil dirimu
Ataukah memang kita tak bisa bersama
Bahkan angin pun enggan membantu
Meski tiap hari aku memanggil namamu
Semua itu seakan terbuang sia-sia
Jika memang cinta tak mempersatukan kita
Hanya satu harap ku
Biarlah angin membisikkan padamu betapa aku mencintaimu
Entah di manapun dirimu berada
KAMU SEDANG MEMBACA
Poetry
PoesiaKetika mulut tak bisa berkata-kata biarlah hatimu yang berkata dan biarkan kata itu terbang bersama angin hingga akhirnya kata itu sampai pada dirinya..dirinya yang memang layak mendengarkan dan memahami setiap kata hatimu yang terdalam..saat itulah...
