Kau datang membawa luka
Luka yang sejak lama ingin aku tutup
Sudah kulakukan seluruh cara untuk melupakanmu
Hingga kini luka itu perlahan mulai menutup
Namun kau seakan tak peduli
Kau datang kembali membawa seluruh kenangan itu
Membubuhkan garam pada luka itu
Hingga luka itu kembali menganga
Kau datang membawa seluruh kenangan itu
Kenangan yang setiap hari menjadi mimpi buruk dalam hidupku
Kenangan yang perlahan membunuhku
Tak tahukah kau aku terluka?
Kau pergi meninggalkan ku
Kau renggut seluruh mimpi indahku
Seakan menamparku akan kenyataan
Kenyataan bahwa kau telah pergi
Pergi merenggut seluruh cintaku
Saat aku berharap cintamu akan abadi selamanya
Namun kau hanya anggapku sebagai tempat persinggahan hatimu
Kuberikan hatiku untuk kau pinjam
Namun kau campakkan begitu saja
Saat ku berharap kau sedikit saja mengerti
Namun seakan itu terlalu sulit untukmu
Satu hal yang perlu kau ingat
Ketika kau telah menyakiti hatiku
Saat itulah rasa cintaku untukmu telah mati
Dan saat penyesalanmu datang
Aku tak mampu memberikan rasa itu kembali
Karena rasa itu sudah hancur
Seperti hancurnya hatiku saat itu
Meskipun kau mencoba untuk menyatukan kembali kepingan itu
Percayalah semua itu akan sia-sia
Karena semua rasa itu telah hilang tak berbekas
Hilang diterpa angin
Tepat setelah kau hancurkan hatiku menjadi kepingan rapuh
Namun percayalah ingatan Tentangmu masih tersimpan rapi dalam ingatanku
Meskipun kita tak akan mungkin bersama lagi
Percayalah aku menyayangi dirimu
Dulu sekarang hingga nanti
Meskipun raga ku tak mungkin bisa bersamamu
Namun bukankah cinta tak harus memiliki?
KAMU SEDANG MEMBACA
Poetry
PoetryKetika mulut tak bisa berkata-kata biarlah hatimu yang berkata dan biarkan kata itu terbang bersama angin hingga akhirnya kata itu sampai pada dirinya..dirinya yang memang layak mendengarkan dan memahami setiap kata hatimu yang terdalam..saat itulah...
