2.sinar

3.6K 230 7
                                    

Sudah enam bulan aku praktek di sini di Rumah Sakit Mulia Tangerang, banyak sekali pasien yang datang silih berganti , walaupun aku praktek disini jadi dokter ahli bedah dengan dosen pengampu ku yaitu dokter Tamrin (semacam dosen pembimbing yang ada di RS) , tetapi dengan keahlian ku dokter Tamrin sering mengajak aku di Ruang Operasi menjadi asistennya, mengecek kondisi pasien,

Dan waktu libur hanya hari Minggu doang atau selama seminggu tidak ada waktu liburnya, tapi terbayar lah dengan senyuman senyuman pasien dan keluar pasien,

Mereka sangat ramah kepadaku, kadang mereka memberikan aku hadiah, karena aku selalu mengecek kesehatan dari pasien, padahal kan itu dilakukan oleh semua dokter, dan aku selalu nolak tapi katanya ini untuk dokter cantik heheheh, dan pastinya pemberian tak bisa ditolak dong

Saat ini aku berada di ruangan dokter Tamrin untuk menyelesaikan berkas-berkas pasien, padahal kan ini tugasnya perawat, tapi katanya dr. Tamrin ini ujian buatku.

Tok tok tok

"Masuk"

"Sinar, dokter Tamrin ke Rumah Sakit nggak? Kok aku nggak lihat?"

Tanya Kezia teman praktekku, dan Dokter Tamrin juga merupakan Dosen pengampunya

"Dokter tidak ada kei, beliau lagi sakit, jadinya aku yang disuruh jaga disini"

Dokter Tamrin sangat mempercayai ku, dibandingkan dengan mahasiswa mahasiswi yang lainnya, dan disinilah aku diruangan nya,aku itu seperti sekretarisnya gitu, sambil mengerjakan tugas yang diamanatkan kepadaku dan tak lupa juga aku mengerjakan laporan praktekku karena sebentar lagi akan selesai praktek di sini, mungki seminggu lagi

"Padahalkan mau minta tanda tangan, minggu lalu keluar kota, kemarin sedang operasi, hari ini dia sakit, nasib nasib"

Mendengar keluhannya aku hanya senyum

"Lebih banyak banyak beribadah kei, minta doa sama Tuhan, insyaAllah nanti Tuhan akan mengabulkan doamu kei"

Dia tersenyum sinis kepadaku sambil mengangguk, wajahnya yang memang cantik dipadukan dengan rambut sebatas bahu yang menambah keanggunan nya.

"Makasih ya nar, gue balik dulu yah banyak tugas ni dari pak Tamrin, lo mah enak, tinggal duduk pasti lo akan dapat A+ dah"

"Astagfirullahalasim nggak kok, aku juga kerja laporan , ini depan aku ada laptopkan. jadi, otimatis aku kerjakan lah kei, kok kamu mikirnya gitu sih kei"

Sedih banget tau, memang benar sih banyak yang menyukaiku tapi tak banyak pula yang benci padaku, mereka mau berteman denganku mungkin hanya kepintaran ku saja yang mereka suka,

"Oia... selain lo cerdas lo cantik juga, pantas dokter tamrin suka sama lo,cocok dijadikan istri kedua hahahah"

Pernyataan yang dilontarkan keiza membuat ku menganga tak habis pikir beliau yang sudah aku anggap sebagai ayahku karena seumuran dengan almarhum ayahku dan pribadi lembutnya seperti beliau

"Kok kamu gitu sih Kei"

"Gue iri sama lo, lo puas? Hah?, setiap gue meriksa pasien, nama lo yang selalu pasien gue omongin, kenapa? Belum puas lo dapat segalanya hah"

"Kei, tenangkan dirimu kei, aku...aku"

Tanpa terasa air mataku mulai jatuh membasahi pipiku, aku tak tau apa yang akan aku jawab, karena memang begitu kan pekerjaan dokter memberi semangat kepasien,kok ada yang iri

Matanya seperti menahan amarah yang tersimpan cukup lama "Apaa? Lo nggak tau? Dasar munafik lo,gue benci sama lo "

"Kei ...maaf...maaf membuatmu merasa tersaingi, tapi aku memang tak tau ak.."

sinar suryaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang