10. Operasi

2.1K 161 1
                                    

Hari minggu adalah hari libur, tetapi berbeda dengan Sinar dan tim Operasi Sinar, yang mau saja mengoperasi pasien yang tidak bisa menunggu lagi.

"Bagaimana keadaan Ibu Indah?" Sinar mulai memakai sarung tangannya

"Semua stabil Dok, tadi saya sudah ronsen dan terdapat darah di paru-paru nya akibat benturan di dadanya saat kecelakaan tadi" Dokter anastesi mulai mengecek kembali detak jantungnya

" ini merupakan Operasi besar, kita harus fokus, kita hanya mengeluarkan darahnya di dadanya saja agar Ibu bisa bernafas dengan stabil lagi , sebelum kita melakukan operasi mari kita membaca doa sesuai dengan keyakinan kita masing masing" semua yang berada di ruang Operasi menundukkan kepalanya dan ini merupakan kebiasaan dari Sinar saat melakukan Operasi

"Amin"

"Bismillah"

"Ayo mulai"

***

"Tata, sipa mau tidul" Syifa mulai berbaring di pangkuan Satria

Semua orang menunggu di ruang tunggu, pas di depan ruang operasi,

"Syifa sama Andri, tidur di ruangan Bunda yah" ucapan Bima membuat Syifa dan Andri mengangguk secara bersama sama

"Om aku antar mereka dulu yah, ada Satria kok yang temani Om, Om banyak banyak berdoa yah" ucap Bima memeluk Surya, Surya yang dipeluk membalasnya dan sambil mengangguk

"Kamu jaga Andri sama Syifa yah" Surya melepaskan pelukannya

Bima mengangguk dan memegang tangan Andri dan Syifa

"Dada Om" Andri melambaikan tangannya dan berlalu di lorong rumah sakit

Surya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya

"Uyaaaa"

Dokter Tamrin berlari menghampiri Surya dan Satria yang duduk di ruang tunggu

"Ayah...ibu...ibu" Surya mulai terlihat panik, matanya mulai bekaca kaca

"Tenang nak, tenang Ayah akan kedalam" Dokter Tamrin berlalu dan masuk kedalam ruang ganti

"Om tenang Om, ingat Allah terus" Satria menenangkan Surya yang terus menegang

"Satria hikss"Surya memeluk Satria

"Tenang Om, Om kok nangis sih, Om kan lelaki, katanya Bunda lelaki itu harus kuat, lelaki itu sebagai contoh, sebagai pemimpin,jadi Om jangan nangis, nanti di liatin Bunda" ucap Satria berbicara bijak

Surya mengangguk dan menghapus air matanya. Surya melepaskan pelukannya dan mulai berdiri.

"Yaudah, Om harus terlihat tegar di mata Bundamu yah nak hehehe" cengir Surya mulai sedikit tenang mendengar ucapan Satria

"Uyaaa, Ayah masuk dulu" Dokter Tamrin tiba tiba datang dengan pakai lengkap Operasinya

Belum sempat Dokter Tamrin masuk, perawat sudah keluar dengan terburu-buru

"Suster Mawar, bagaimana keadaan Istriku?" Dokter Tamrin mulai panik melihat ekspresi Suster Mawar yang terburu buru

"Maaf Dok, paru-paru nya dipenuhi darah, saat ini Dokter Sinar tengah berusaha, saya mau ambil kapas dulu di ruangan peralatan, darah diparu parunya cukup banyak, Dokter yang sabar, dan Dokter sudah tahukan peraturan yang berlaku, bahwa keluarga tidak boleh turut andil dalam Operasi yang sedang berlangsung"

Suster Mawar menginggatkan Dokter Tamrin, bahwa jika keluarga yang dioperasi tak boleh ikut mengoperasi. Karena takutnya Dokternya akan merasa bersalah jika kondisi pasien tidak stabil atau Dokternya akan panik. Jadi, tidak di haruskan keluarga pasien yang melakukan operasi

sinar suryaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang