Lembut.
Hangat sekali.
Pelukan siapa ini?
Mom?
Bukan.
Dad?
Kenapa rambutnya pirang?
Siapa dia?
--
Gelapnya kamarku bukan berarti mudah membuatku untuk tidur. Tidak mungkin sekali. Granger Manor adalah rumahku yang entah kenapa selalu menjadi mimpi yang kadang buruk atau indah.
Aku mengambil handuk dan masuk ke kemar mandi. Menyalakan air di bathup dan menuangkan perisa vanila. Menunggu air memenuhi bathup, aku melepas seluruh pakaianku. Dan mulai membilas badanku. Mengeramasi rambutku, menyabuni badanku, menyikat gigiku, dan tak lupa memakai hair conditioner.
Bathup kini sudah penuh dan aku sudah mematikan air. Dengan perlahan aku masuk kedalamnya. Badanku jauh lebih kecil daripada Bathup. Aku memejamkan mata, menikmati wanginya vanila.
Badanku sudah cukup hangat, dan aku segera keluar dari Bathup. Lalu aku membuang airnya. Aku mengeringkan badanku dan memakai pakaian.
Ini memang hari biasa yang santai, tapi aku sangatlah jarang memakai pakaian santai. Mother selalu mengajarkanku untuk memakai pakaian formal. Seperti sekarang aku memakai dress hitam sepanjang lututku yang tidak terlalu ketat di badan dan melebar dibagian roknya.
Aku menyisir rambutku. Memakai kaos kaki putih 2 centi diatas mata kaki dengan renda dipinggirnya dan taklupa sepatu pantofle hitam legam.
Dan aku segera kebawah.
--
Mother dan Father sedang dalam percakapan serius saat aku masuk. Father langsung nengambil koran.
"Morning, Hermione." Mother tersenyum kearahku. Ya. Motherku. Terpampang jelas namanya di namaku. Jean Granger, of course.
Aku menghampiri Mother dan memeluknya. Mother mencium pipiku dan kepalaku.
"Morning, girl." Father sama sekali tidak melirikku. Membaca koran mungkin lebih penting daripada memberi senyum hangat kepada anaknya. Ya, Fatherku. No one dont know him. Salah satu orang yang sangat berpengaruh di Ministry of Magic.
"Morning" aku duduk didepan meja makan.
Aku melirik ke semua penjuru ruangan ini. Tentu saja sarapan belum mulai jika belum lengkap.
"Mother, dimana Aunty Bella?"
"Entahlah. Mungkin belum bangun."
"Aku saja yang membangunkannya."
Aku beranjak dari ruang makan yang dingin ke lantai atas. Membangunkan Aunty Bella. Ya. Bellatrix Black maksudku. Adik Mother ku. Hanya dia satu-satunya yang menganggapku sebagai temannya-semua yang dia kenal dia anggap sebagai teman kurasa-.
"Aunty. Aunty. Apa kau sudah bangun? Sarapan akan dimulai."
5 detik.
10 detik.
15 detik.
20 detik.
25 detik.
30 detik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Draco Malfoy and the Philosopher's Stone || Dramione
FanfictionDraco Malfoy hanyalah seorang lelaki berumur 11 tahun. Tiba-tiba, dua orang misterius datang dan memperkenalkan diri mereka sebagai 'penyihir' serta meminta Draco untuk masuk dan belajar di sekolah sihir terhebat sepanjang masa, Hogwarts. Kalian tah...