ALL CHARACTERS BELONG TO J.K. ROWLING
THE PHILOSOPHER'S STONE
~CHAPTER ELEVEN~●
●"Draco! Draco! Draco Malfoy!"
Teriak Blaise entah darimana, tapi suaranya terdengar jauh. Aku bergegas bangun dan berlari keluar kamar. Blaise berdiri didepan perapian yang sepi lalu tersenyum sangat lebar kearahku.
"Happy christmas, Draco."
"Happy christmas, Blaise." ucapku tersenyum sambil memerhatikan ada hal aneh padanya. Tunggu, ia menggunakan scarf siapa?
"Oh, ini scarf dari ibunya Pans. Aku rasa kau dapat satu juga. Dan beberapa hadiah untukmu." kata Blaise.
"Beberapa hadiah?" aku langsung berlari kebawah dan mencari hadiah bernamakan aku.
Dari Pansy, Mom dan Dad, lalu satu lagi tanpa nama pengirim. Aku membuka nya satu-satu, pertama dari Pansy. Ia memberikan scarf yang hampir mirip dengan milik Blaise dan sebuah note berupa ucapan natal. Merry Christmas, Pans!
Lalu aku membuka hadiah dari Mom dan Dad, mereka mengirimi aku banyak makanan ringan, sarung tangan berwarna silver gelap, dan sebuah surat berisikan ucapan natal dan permintaan maaf. Oh sungguh, aku tidak marah dengan kalian, Mom, Dad, aku hanya merindukan kalian.
Satu lagi, tidak ada nama pengirim. Tapi terdapat surat yang cukup besar diatasnya. Bertuliskan tangan ntah siapa.
"Ini dari siapa?" kataku.
Blaise membuka isi dari kotak makanan yang dikirim oleh kedua orangtuaku dan memakannya, "coba bacakan suratnya."
"Someone left this before he went somewhere far. He said only you can have this. Use it well."
Blaise terdiam, "siapa yang pergi? Kenapa hanya kau? Memangnya apa itu?"
"Ntahlah.." kataku dan dengan ragu aku membukanya, "uh, ini apa sih?"
Blaise mengangguk bingung, "terlihat seperti jubah. Coba kenakan!"
Aku membalut diriku dengan jubah ini. Aku tidak merasakan apa-apa namun Blaise terkagum.
"Woah! That's Cloak of Invisibility!"
"Invisibilty? Woah! Kau benar! My body's gone!"
"Itu benda ajaib yang sangat langka. Sayangnya aku lupa aku pernah mendengarnya dimana."
"Kenapa ada yang mengirimiku benda ini ya?"
Blaise berjalan mendekat dan membaca ulang surat itu, "disini tertulis hanya kau yang bisa memilikinya. Dan 'Use it well'? Pengirim ini ingin kau melakukan apa dengan jubah itu?"
"'Use it well'?" aku berpikir sejenak, "omong-omong, kau ingat tentang Restricted Section di perpustakaan?"
Blaise diam sebentar, "Oh!"
--
"Aku rasa ini bukan waktu yang tepat, Blaise."
Blaise memutar matanya, "kita punya jubah ajaib yang membuat kita tidak terlihat. Dan kita akan ke Restricted Section, Draco, Restricted. Waktu yang tepat itu pasti saat malam hari. Jangan jadi cengeng."
"Hah? Aku? Cengeng? Tak mungkin." kataku ragu. Aku hanya tidak ingin dapat detensi, itu saja. Serius, aku tidak bohong!
"Ya sudah, sekarang diam. Kita keluar asrama sekarang."

KAMU SEDANG MEMBACA
Draco Malfoy and the Philosopher's Stone || Dramione
FanficDraco Malfoy hanyalah seorang lelaki berumur 11 tahun. Tiba-tiba, dua orang misterius datang dan memperkenalkan diri mereka sebagai 'penyihir' serta meminta Draco untuk masuk dan belajar di sekolah sihir terhebat sepanjang masa, Hogwarts. Kalian tah...