GET READY....!!!
.
.
.
SHOWTIME.....!!!!
.
.
.
.
_Disaster_
Pagi itu Jinhwan memutuskan untuk absen sekolah karena memang ia masih lelah selama di Jeju. Dan orangtuanya pun belum memperbolehkan Jinhwan langsung menjalankan aktifitas seperti biasa. Tahu sendiri bagaimana Jinhwan yang mudah terserang penyakit.
Setelah bangun dan mandi. Ia segera turun untuk sarapan. Melihat Junhoe yang sudah ada di sana, duduk sambil memakan sarapan dan mengacuhkannya yang mendekat.
Tanpa pikir panjang Jinhwan segera mengambil makanan yang telah disediakan untuknya. Ia pikir makan di tempat lain lebih baik dari pada berdua dengan Junhoe, bisa - bisa ia yang akan dimakan.
Jinhwan membawa makanan itu, membuat Junhoe meliriknya tajam. Ia tak protes, hanya saja ia aneh dengan cara jalan Jinhwan yang pincang.
Namun ternyata ia tak terlalu perduli. Kembali melanjutkan makannya meski rasanya ia sudah tak bernapsu lagi. Oh ya, sekarang Junhoe ingin absen sekolah karena keadaannya yang sedikit kurang enak badan setelah mabuk kemarin.
Ya, ia mengakui sangat payah dalam hal itu.
.
Jinhwan memakan makanannya dengan tenang di halaman belakang. Sebari menantap kebun bunga yang ada disana, dan ia baru tahu jika di rumah ini terdapat kebun yang cukup luas. Benar - benar rumah ayah tirinya sangatlah besar. Semuanya ada dan juga indah. Seakan memang dirancang khusus sedemikian rupa.
Setelah selesai memakan sarapannya. Jinhwan segera bangkit, mendekat ke arah kebun bunga itu meski jalannya sedikit terseok.
Ia tersenyum, memegang satu tangkai bunga mawar berwarna merah disana. Cantik, itulah yang dapat di deskripsikan olehnya meski ia tahu batang dari bunga tersebut berduri.
Pantulan sinar matahari membuatnya sangat bersinar. Jinhwan tidak bisa dikatakan cantik, namun ia namja yang sempurna meski kekurangan hanya ada pada kondisi fisiknya yang lemah.
Tak berpikir panjang ia segera menghirup wangi bunga tersebut. Tak mengingat jika apa yang di lakukan akan berdampak bagi paru - parunya.
Saat ia asik menghirup wangi bunganya. Seketika ia terbatuk beberapa kali, menjauhkan bunga tersebut sebelum napasnya sesak. Memegang dada itu yang terasa sakit.
"Uhuk..Uhukk"
Beberapa kali ia terbatuk sampai tak menyadari ada darah yang keluar dari mulutnya. Jinhwan lantas segera berlari masuk untuk mengambil inhaler yang ada di dalam kamar. Namun hal itu tak berjalan mulus, dengan kondisi lututnya sekarang beberapa kali Jinhwan terjatuh membuatnya meringis merasa luka itu semakin membesar.
Berusaha berlari dengan napas yang sesak. Langkahnya ia bawa menuju tangga lalu menaikinya untuk sampai dikamar dengan susah payah.
Jinhwan sudah tidak kuat lagi. Dadanya terasa sesak, dan itu menyiksanya.
Ia memegangi pegangan tangga, rasanya ia sudah tak kuat lagi berjalan. Namun saat dirinya hendak menaiki tangga dengan napas yang sesak dan sesekali terbatuk. Hampir saja ia terjatuh sebelum seseorang menangkapnya yang seketika lemas.
GREP
"Jinhwan..hey kau kenapa?" Jinhwan dipeluk begitu saja oleh Junhoe. Namja tampan itu tidak tahu penyebab Jinhwan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI
FanfictionJinhwan bilang ia sayang eommanya, ia tak mau eommanya merasa kesepian saat mereka memutuskan untuk bercerai.Jinhwan mengizinkan apapun yang sang eomma inginkan. Karir, jabatan, dan juga pengganti sang daddy dalam hati eommanya. Jinhwan rela jika ia...
![[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI](https://img.wattpad.com/cover/91439355-64-k449893.jpg)