Warfare

1.9K 200 72
                                        

GET READY......!!!!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SHOWTIME........!!!!!

.

.

.

.

.

.

_Disaster_

Tak akan pernah terbayangkan dalam hidupnya saat ia bisa berjalan bebas seperti ini bersama teman - temannya. Jika dulu sang eomma selalu membatasi segala bentuk kegiatan apapun untuknya. Namun lain dengan sekarang yang perlahan mulai mengerti akan dirinya meski ia yakin kekhawatiran masih melekat dalam benak.

Jinhwan memang mengkhawatirkan kondisi fisiknya, takut - takut akan merepotkan yang lain atau semacamnya. Ya, dirinya sangat paham namun untuk saat ini bisakah tak memikirkan hal itu dulu ?

"Jinhwan-ah"

Panggilan seseorang membuatnya yang sedang memasangkan tenda terhenti. Ia mendekati temannya -Taeyong- yang tiba - tiba memanggilnya.

"Ada apa?" Ujarnya.

"Lebih baik kau bantu aku mengambil air, biar tenda dipasang yang lain"

Jinhwan tanpa berpikir panjang segera mengangguk. Jujur sejak tadi ia tak bisa untuk melakukan hal itu. Ia hanya membuat tendanya semakin lama selesai.

Dan keduanya segera pergi menuju tempat yang Taeyong maksud.

Perlu diingat beberapa hari yang lalu Taeyong, Ten, Lisa dan Seulgi sudah meminta maaf padanya. Jelas Jinhwan sempat kaget, apalagi saat Seulgi menangis dihadapannya seraya meminta maaf. Dan pada akhirnya ia memaafkan teman - temannya yang sempat jahat padanya. Jadi untuk saat ini mereka berjanji akan berteman baik padanya.

"Apa tempatnya jauh?" Tanya namja mungil itu dan Taeyong menggeleng cepat.

"Tidak terlalu jauh tenang saja"

"Baiklah"

Akhirnya beberapa menit mereka berjalan akhirnya mereka sampai juga. Benar kata Taeyong tempatnya tak terlalu jauh namun sumber mata air yang ada cukup melelahkan karena jalannya yang menanjak.

Jinhwan menghela napas menunggu ember yang mulai diisi air.

"Kau dan Hanbin sudah bertunangan ya?" Taeyong tiba - tiba menanyakan hal yang tak terduga. Jinhwan hendak menjawab namun ia bingung harus mengatakannya bagaimana.

"Ahh itu, ya mungkin bisa dibilang"

Nada yang dikeluarkan membuat Taeyong mengeryit. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

"Kenapa tidak meyakinkan seperti itu?" Jinhwan hanya tersenyum seadanya, sungguh ia tak mau membahas ini.

"-Emm aku tahu kau pasti tak menyukai Hanbin, itu paksaan bukan?"

"Dari mana kau tahu?" Tanyanya penasaran.

"Melihat bagaimana raut wajahmu saat aku bertanya, itu sudah menjelaskan semuanya"

Jinhwan hanya terdiam. Ember yang telah disiapkan air matanya hanya di bawa oleh Taeyong saja, ia yang ingin membawa salah satu ember segera dilarang begitu saja.

[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang