GET READY......!!!!
.
.
.
.
.
SHOWTIME....!!!!!
.
.
.
_Disaster_
Seminggu kemudian......
Hari - hari berlalu begitu saja. Luhan dan Sehun pun sudah pulang dari Kanada. Kedua pasangan baru itu tersenyum melihat keakraban kedua anaknya yang semakin hari semakin dekat, namun tak mencurigai segala gelagat yang terlihat jelas dari keduanya. Karena Luhan dan Sehun hanya tahu mereka seakrab itu karena ikatan mereka yang sudah menjadi saudara. Dan juga keduanya tak tahu apa yang telah terjadi selama mereka di Kanada.
Setelah kejadian beberapa waktu lalu, perlahan kondisi Jinhwan mulai membaik. Memang tak ada luka serius apapun, namun mental Jinhwan sedikit down saat sekelebat bayangan kejadian itu kembali teringat. Jinhwan lebih sensitif kali ini, dibayangi rasa ketakutan hingga membuatnya menjadi enggan pergi ke sekolah seperti biasa.
Junhoe memaklumi itu namun tak seharusnya Jinhwan terus membolos. Maka dari itu dengan sedikit paksaan Junhoe mengajak Jinhwan untuk pergi sekolah. Namun hal itu mempan setelah Junhoe menawarkan ajakan kencan padanya.
Ya, atas kejadian yang lalu. Ia sudah tahu siapa yang telah menyiksa Jinhwan waktu itu. Junhoe mengetahui semuanya dan dirinya juga Bobby sudah memberikan pelajaran bagi mereka. Tak bisa dijelaskan seperti apa, yang terpenting ia yakin jika setelah ini mereka tak akan berani pada Jinhwan lagi.
Namun rasanya tak cukup sampai disitu. Junhoe semakin lama semakin benci pada Hanbin. Ohh ayolah, namja itu memang selalu mempersulit keadaannya dengan kedok baiknya tersebut. Rasanya Junhoe ingin tertawa saat menyadari beberapa hari ini Hanbin absen sekolah.
Apa dia mulai takut sekarang?
Junhoe menyeringai seraya memikirkannya.
Jika benar, itu bagus sekali
.
Mereka -Junhoe dan Jinhwan baru saja pulang dari sekolah dan mereka berjalan beriringan sambil menggenggam tangan satu sama lain, tak memperdulikan jikalau kedua orangtuanya curiga. Jinhwan yang melihat Junhoe terdiam sontak mengayunkan genggaman itu, menatap namjanya penuh tanya.
"Kenapa kau diam saja Jun?" Tanya Jinhwan seraya menilik wajah tampan sang saudara.
Junhoe sontak menggeleng, menggenggam erat jemari itu sebelum mengajak Jinhwan pergi ke kamar.
"Ani, bukan apa - apa" Tukasnya seraya mempercepat langkah.
Jinhwan acuh saat ucapannya hanya dibalas seadanya. Mengedikkan bahu seraya mengikuti kemana perginya langkah kaki Junhoe. Ya, sedari tadi ia hanya mengikuti Junhoe saja.
.
.
.
"Belum mengerti yang mana?"
"Ini, aku kurang paham saat Kim saem menjelaskan, aku sedikit pusing"
"Benarkah?"
Junhoe segera menyentuh kepala itu khawatir. Pasalnya Jinhwan mengatakan jika ia pusing saat pelajaran tadi. Belakangan ini Junhoe selalu melindungi Jinhwan, ada saat dia membutuhkan dan rasanya Jinhwan senang akan perlakuan tersebut. Lagipula Junhoe melakukan itu juga karena ia tak mau melihat Jinhwan menjadi bahan bulanan murid - murid lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI
FanfictionJinhwan bilang ia sayang eommanya, ia tak mau eommanya merasa kesepian saat mereka memutuskan untuk bercerai.Jinhwan mengizinkan apapun yang sang eomma inginkan. Karir, jabatan, dan juga pengganti sang daddy dalam hati eommanya. Jinhwan rela jika ia...
![[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI](https://img.wattpad.com/cover/91439355-64-k449893.jpg)