EPILOG 1

2.7K 199 23
                                        

GET READY....!!!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SHOWTIME......!!!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_Disaster_

Bangunan rumah dengan gaya minimalis itu menjadi saksi bisu cinta mereka. Junhoe dan Jinhwan memutuskan menikah dan hidup berdua di rumah yang telah dibeli Junhoe dari dulu. Ya, rumah yang jauh lebih kecil dari rumah sebelumnya.

Empat kamar tidur dan ruangan - ruangan lainnya yang cukup luas, dengan taman yang cukup tertata.

Sudah sebulan berlalu mereka menempati rumah ini tentunya setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri.

Jinhwan tersenyum melihat foto besar yang terpajang di ruang tengah. Foto mereka saat melaksanakan pernikahan waktu itu. Hal yang cukup membuat Jinhwan tersenyum dengan semua perasaan yang membuncah. Ia bahagia telah dipersunting oleh namja yang ia cintai.

Dengan telaten ia membawa beberapa pakaian kotor yang akan ia cuci. Jinhwan menaruh pakaian kotor itu di dalam mesin cuci sebelum menyalakan mesin tersebut.

Saat - saat seperti ini Jinhwan pasti kesepian. Bagaimana ia tak kesepian jika ditinggal Junhoe bekerja dan tak ada siapapun di rumah ini. Sesekali memang eommanya akan datang namun itupun jika sempat karena tahu sendiri eomma dan Daddynya pasti sangat sibuk.

Jinhwan sejenak membersihkan peluh yang sedikit menghiasi dahinya. Cukup melelahkan juga menjadi seorang istri tanpa memiliki pekerjaan selain di rumah. Ya, melakukan pekerjaan seperti mencuci dan memasak memang murni keinginannya. Junhoe malah melarangnya untuk melakukan hal - hal seperti itu, bahkan sebelumnya Junhoe sempat mempekerjakan seorang asisten rumah tangga dan hal itu jelas tak diinginkan Jinhwan.

Junhoe selalu beralasan jika Jinhwan akan kelelahan jika seperti itu. Suaminya tak mau ia terlalu kelelahan. Yang Junhoe inginkan dimana Jinhwan duduk manis dan selalu menyambutnya dikala pulang kerja.

Ya, mungkin itu kemauan Junhoe namun tidak dengan Jinhwan. Namja mungil itu ingin menjadi seorang istri yang sebenarnya. Melakukan hal - hal seperti berbelanja kebutuhan bahan makanan, mengurus suami dan mengurus anak. Tapi untuk poin yang terakhir ia belum bisa melakukannya karena mereka belum memiliki anak.

Usia pernikahannya memang masih terbilang masih seumur jagung. Jinhwan tak yakin ia bisa mengandung saat dirinya menyadari jika ia adalah seorang namja.

Memang saat pemeriksaan sebelumnya, Jinhwan adalah seorang namja yang dikaruniai rahim oleh Tuhan. Ia sangat bersyukur untuk itu, peluangnya untuk memiliki anak mungkin sangat besar namun entah kenapa sudah lama ini ia belum juga merasakan tanda - tandanya.

.

Waktu terus berlalu. Jinhwan diam sebari tangannya terus mengutak-atik remoute televisi disana. Sesekali ia akan meminum teh dan memakan beberapa cemilan yang ada di meja. Kesendirian dan kejenuhan melandanya. Jinhwan bingung kala semua pekerjaan rumah telah selesai dan Junhoe belum juga pulang. Biasanya antara jam lima sampai jam tujuh malam itupun jika suaminya tak sibuk.

[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang