GET READY......!!!
.
.
.
.
.
.
SHOWTIME....!!!
.
.
.
_Disaster_
"Eomma aku ingin pulang sekarang"
Jinhwan menatap kedua namja yang telah syah menjadi suami istri itu seraya memohon. Penuh penekanan, dan hal itu membuat Luhan mengernyitkan dahinya.
Sehun yang berada di sebelah Luhan sontak bingung. Bukannya Jinhwan ingin berlibur sejenak disini.
"Tapi kenapa Jinhwan?" Sehun mencoba bertanya pada sang anak. Namun Jinhwan diam dan tak tahu harus menjawab apa. Tidak mungkin jika ia mengatakan yang sebenarnya.
Jinhwan bingung sendiri, ia tak seharusnya meminta untuk sekarang. Ia harus menunggu beberapa hari lagi. Ya, mungkin bersabar sedikit untuk memenuhi ini.
"Emm.. Aku jadi berubah pikiran, aku tidak jadi pulang" Tukasnya dengan plin plan. Penuh keragu - raguan dan hal itu sontak membuat tanda tanya besar.
Sehun dan Luhan saling bertatapan. Bingung dengan jalan pikir Jinhwan yang gampang berubah. Dan sebagai eommanya, Luhan baru menyadari hal itu.
"Ahhh, Jinan baru bangun jadi dia memang agak linglung" Tukasnya sambil menyentuh kepala sang anak. Sedikit geli memang, Jinhwan tak pandai menyembunyikan perasaannya.
Sehun sendiri hanya mengangguk paham. Ya, mungkin Jinhwan baru bangun tidur dan ia tak sadar atas apa yang barusan dibicarakan. Tapi tak lantas Sehun percaya begitu saja, karena menurutnya ada sesuatu yang disembunyikan Jinhwan.
Saat mereka sedang berkumpul untuk sarapan. Seseorang menghampiri ketiga nama tersebut. Dengan tampannya namja itu mencoba menghampiri ke arah meja. Jinhwan yang tahu siapa orang tersebut mencoba menelan makanannya sudah payah. Kenapa Hanbin bisa datang pada saat seperti ini.
"Annyeong" Sapa Hanbin pada mereka.
Jinhwan hanya diam, menatap Hanbin tak minat. Ayolah ia sedang tak ingin bertemu dengannya.
"Oh Hanbin kebetulan sekali, bisakah kau ajak Jinhwan jalan - jalan. Aku pikir dia bosan terus berada di hotel" Ujar sang eomma dengan sembarangan dan Jinhwan melebarkan matanya tak percaya.
Hanbin jelas memanfaatkan kesepatan ini. Ia menatap Jinhwan yang menunduk. "Oh tentu, aku senang bisa pergi dengan Jinhwan" Jinhwan hendak protes, menatap eommanya yang memasang raut senang. Ishh, apa lagi ini?
Luhan nampak puas dengan jawaban itu. Maka dengan cepat ia menarik sang anak bangkit. Menyuruhnya untuk pergi bersama Hanbin sekarang. Jinhwan tahu bagaimana eommanya ini, jika sudah begini ia bisa apa.
Maka ia putuskan untuk bangkit. Jinhwan tak bisa mengelak. Apalagi melihat wajah Sehun yang penuh harapan seperti itu. Lantas mau tidak mau ia mengiyakan ajakan tersebut.
"Hati - hati" Ujar sang eomma saat mereka hendak pergi.
Dan saat mereka sudah benar - benar pergi darisana. Sehun dan Luhan saling bertatapan, seolah mengerti apa yang dipikirkan.
"Aku rasa Hanbin cocok untuk Jinhwan" Ujar Sehun sambil menyesap jus jeruknya. Luhan berpikir sejenak, ucapan sang suami ada benarnya juga. Hanbin dari keluarga yang baik, dan orantuanyapun cukup dekat.
"Aku juga sependapat denganmu"
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI
Fiksi PenggemarJinhwan bilang ia sayang eommanya, ia tak mau eommanya merasa kesepian saat mereka memutuskan untuk bercerai.Jinhwan mengizinkan apapun yang sang eomma inginkan. Karir, jabatan, dan juga pengganti sang daddy dalam hati eommanya. Jinhwan rela jika ia...
![[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOI](https://img.wattpad.com/cover/91439355-64-k449893.jpg)