One Way

1.8K 206 55
                                        

GET READY. .......!!!!

.

.

.

.

.

.

SHOWTIME.....!!!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_Disaster_

Junhoe membantu Jinhwan masuk ke dalam mobil kala beberapa menit berlalu mobil jemputan datang. Akhirnya ia bisa bernapas lega karena jemputan tak terlalu lama datang. Sempat khawatir jika sang supir tak bisa sampai karena hujan turun cukup deras juga jalanan yang curam.

"Pakai jaketku" Jinhwan hanya mengangguk, mencoba semakin merapat pada Junhoe seraya memeluk tubuh besar itu. Udara dingin membuatnya menggigil, ia sungguh tak bisa melawan hawa di daerah ini. Beberapa kali Jinhwan sempat bersin dan ia juga meringis kala bekas luka di sudut bibirnya sedikit tergesek.

Junhoe sendiri menatap penuh kekhawatiran. Pasalnya ia bingung harus melakukan apa selain memeluk tubuh itu lebih erat lagi.

"Sebentar lagi Ok" Jinhwan hanya mengangguk atas ucapan itu. Sebentar lagi pikirnya.

Mobil pun mulai berjalan meninggalkan kawasan tersebut. Sempat khawatir juga melihat hujan yang cukup besar membuat jalanan cukup tak terlihat oleh sang pengemudi. Junhoe menyuruh agar sang supir jangan terburu - buru. Lebih mementingkan keselamatan saat dirasa jalanan cukup terjal dan licin.

Namun meskipun laju mobil terkesan lambat, tak menutup kemungkinan jika perasaan semakin takut. Entah gerangan apa yang membuat hatinya cemas bukan main. Intinya hati ini tak tenang sedikitpun. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi, namun entah apa.

Junhoe terkejut saat dirinya merasakan tubuh mungil Jinhwan bergetar dalam dekapannya. Ia memeluk lebih erat tubuh tersebut, meski pendingin di dalam mobil sudah di matikan, namun tetap saja Jinhwan kedinginan.

"Kau kedinginan?" Tanya Junhoe dan Jinhwan mengangguk.

"Jun~"

"Ne, ada apa?"

Jinhwan menghela napas berat, tangan itu mencoba menggapai pipi Junhoe. Tersenyum sebentar sebelum ia mengecup pelan pipinya.

CHUP

"Terimakasih sudah menyelamatkanku"

Ucapan itu membuat wajah Junhoe memerah. Kali pertamanya merasakan kelembutan Jinhwan yang sangat membuatnya senang. Lantas saat itu juga ia membalas kecupan Jinhwan. Junhoe mencium bibirnya pelan hingga rasanya supir yang sedari tadi fokus mengemudi memergoki mereka dari kaca spion. Entah apa yang dipikirkan oleh supir pribadi keluarga Oh. Tapi yang jelas ia menyadari jika anak dari majikannya itu memiliki hubungan lebih dari saudara.

.

.

Mobil melaju di tengah - tengah jalanan dimana dipinggirnya terdapat tebing - tebing yang tinggi menjulang serta hutan yang lebat.

Hujan malam ini semakin membuat Jinhwan meringkuk dalam dekapan. Junhoe. Perasaan mengalihkan segalanya. Junhoe lebih memilih diam, membalas pelukannya erat sekali, membelai rambut namjanya sayang.

[END] Disaster/JUNHWAN/BINHWAN/YAOICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang