Rintik hujan sapu jalanan
Gemerciknya bawaku terbuai kenangan
Tersamar senyummu dibalik itu,
Runtuhkan aku kepada bait rindu
Anganku mengudara,
Asaku kian membara-bara
Namun semua percuma
Keadaanya tak lagi sama
Semburat jingga membuncah warnai senja
Tetesan hujan membias, nyalakan pelangi
Tetapi kini senjaku tak lagi sama
Karena empunya tlah pergi, sisakan sepi
Ditengah bising angin bergunjing, aku melenguh
Meratapi sang hati yang dilanda sisunyi
Kamu yang dulu mentari kini jadi mati
Yang dulu tambatan hati, kini berlalu pergi
Amarahku bergemuruh
Membelenggu, membentuk bulir-bulir pilu
Ingin marah namun tak mampu
Karena lagi-lagi semuanya percuma
Keadaanya tak lagi sama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kata Tak Bersua
PoetryAsa yang berhamburan menguap mendobrak hati untuk memeluk sang tuan. Seharusnya sesederhana itu memeluknya, tapi apa daya jika semesta tidak merestui? Membuat asa yang harus diredam, ingin yang diurung, ucap yang harus bungkam. Ini isi dari semua...
