Kenangan Pahit

1K 56 12
                                    

Hari ini sepertinya cuaca sangat kurang bersahabat sekali. Yah, pagi ini suhunya sangat dingin sekali sehingga aku mengenakan jaket, bagaimana tidak dari tadi malam hujan tak kunjung reda. Aku hanya duduk terdiam memandang hujan dari balik jendela sambil menunggu Kekasihku, Naomi yg sedang membuatkan sarapan untukku.
Hujan turun semakin deras. Aku memutuskan untuk pergi ke dapur untuk membuat teh atau mungkin kalau ada cokelat panas.

"Eh bidadari kuwh, mau buat apa?" tanya Naomi

"Enaknya adem² gini bikin minum apa ya, teh panas atau cokelat panas ?"

"Cokelat panas boleh tuh"

"Emang ada cokelat nya?"

"Tentu ada donk, itu di lemari"

"Kapan kamu beli ?"

"Kemarin"

"Oh, kamu mau aku buatin sekalian gak ?"

"Terserah kamu"

"Sekalian aja ya biar adil, kamu masak aku yg bikin minum"

"Oke, ini bentar lagi jadi kok, kan cuma buat nasi goreng"

Aku pun mulai membuat cokelat panas. Tdk sampai 5menit cokelat panas ini pun jadi.

"Nom dah jadi nih, mau taruh mana?" tanyaku

"Taruh di meja di tempat kau duduk tadi, nanti aku susul"

"Oh oke"

Aku pun kembali ke tempatku duduk tadi sambil membawa 2 gelas cokelat panas. Ku taruh cokelat panas milik Naomi di meja sementara aku meminum cokelat panas milikku utk menghangatkan badanku yg sedari tadi kedinginan. Aku pun kembali memandangi hujan lagi sambil meminum cokelat panas buatanku sendiri.
Srrupp...
"Ahh enak sekali...terasa hangat"
Liburan hari ini inginnya aku keluar bersama Naomi. Tapi cuaca berkata lain. Huft. Liburann....
.
.
.
.

Tiba-tiba aku teringat kejadian waktu itu. Sebuah peristiwa tak terlupakan di hidupku sampai saat ini. Dan sejak itu aku mulai beranggapan bahwa aku adalah seorang kakak yg sangat buruk, yg tidak bisa melindungi adik-adiknya.

"Aku rindu kalian...hiks..." ucapku lirih sambil meneteskan air mata.

"Andaikan waktu itu aku bisa melindungi kalian" ucapku lalu meminum cokelat panas yg ku buat tadi.

"Sarapannya sudah siap...." ucap Naomi sambil menaruh sarapannya di atas meja.

"K-kamu kenapa Ve ?" tanyanya

"Gakpapa kok mi"

"Gpp Kok nangis gitu ?"

"Iya gpp kok"

"Kamu bohong pasti ada apa2. Ceritalah padaku Ve"

"Naomi...hiks" ucapku lalu memeluknya

"Ceritakan semuanya padaku ve ceritakan semuanya"

"Mungkin ini adalah kenangam terpahit yg aku alami...hiks.."

"Ceritalah ve.."

"Jadi gini...hiks...dulu aku ini anak sulung dan aku mempunyai 3 adik. 2 adik perempuan dan 1 laki...hiks..."

"Lalu apa masalahnya ?"

"Kedua orang tua kami bekerja...hiks...jadi kita ber4 sering bersama.."

"Lalu ??"

"Rumah kami terletak di yengah lapangan, rumah yg lumayan besar jadi terasa seperti tinggal di villa..."

"Aku ingat betul kejadian itu, kejadian yg tak terlupakan selama hidupku..."

One Shoot StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang