Heiyo wassap gaess! Hehehe sori nih jarang nongol di wp :v maklum lah, real life emang menyibukkan. Tapi, kali ini wa mo kasih kalian cerita, yang Sad tentunya, dah lama gak baca yg sad sad kan disini? Jadi wa kasih nih yg sad. Walaupun ada bau bau horrornya wkwkwkk.
Sebenernya, klo kalian mengikuti lapak gue yg satunya, yg one shoot horror. Kalian pasti tau cerita ini. Klo baca. Masalahnya lapak gue yg itu gak laku gaes😂 jadi wa pindah aja disini nih storinya.
*Btw, sad ya :'( hiks hiks. *Abaikan yg barusan.
Oke, gausah panjang-panjang langsung aja dibaca critanya dibawah ini!
*Bagi yg blm baca, ya dibaca, yg udah, terserah mau baca atau kgk :v toh kalian tau jalan critanya. Tapi, ada sedikit tambahan sih, jd klo mo tau +nya ya baca lagi :v oke ini kepanjangen, lgsg aja cekidot!!
******************************
Sudah seminggu ini Anin sulit tidur. Setiap ingin memejamkan matanya, Anin langsung terjaga lagi. Terlalu banyak pikiran-pikiran berkeliaran di kepala Anin. Belum lagi rasa sedih karena kepergian orang tuanya dalam kecelakaan pesawat bulan lalu. Anin seperti terkena pukulan keras tepat di bagian wajahnya. Rasanya sakit sekali. Bayangin aja, Ketika kita kehilangan orang-orang terdekat kita yang sangat kita sayangi.
Saat ini Ia masih duduk dibangku salah satu SMA ternama di daerah Jakarta. Sudah cukup dewasa baginya untuk menerima kepergian orang tua nya. Ia dapat merelakannya, hanya saja rasa sedih masih membekas di lubuk hatinya.
Hari itu Anin pindah kerumah tantenya di Manggarai. Anin cukup lelah hari itu, tetapi ia tetap harus merapikan barang bawaannya dan menatanya dengan rapi dikamar barunya.
Setelah kepergian orang tua nya, hanya Tante nya lah harta terbesar yang dimiliki Anin. Di tempat barunya itu, hanya ada Tante dan Anin disana. Ya, masih suasana baru untuk Anin mengenal lingkungan barunya. Disini hanya ada beberapa anak yang sebaya dengan Anin. Rumah tantenya cukup jauh dari tempat Anin bersekolah. Jadi Anin harus menggunakan jasa angkutan umum untuk pulang sekolah.
Tante Anin sangat ramah. Ia akrab dengan semua tetangganya. Termasuk tetangga nya yang berada tepat diseberang rumah ini.
Seperti biasa, setelah makan malam Anin langsung naik ke kamarnya. Ia hanya menghabiskan waktu nya dengan mengerjakan tugas atau hanya sekedar mendengarkan musik dari idol grup favoritnya itu. Apalagi kalau bukan JKT48.
Tapi, malam itu Anin sedang bosan, ia bosan mendengarkan lagu ataupun membaca buku novel kesukaaanya. Ia hanya duduk di depan jendela dan memandang keluar rumah untuk melihat keadaan kompleks dalam keadaan malam hari.
Ada rumah diseberang rumah Tante Anin. Rumah itu berlantai dua, sama seperti rumah Tante Anin. Rumah itu memiliki jendela dilantai dua, ya sepertinya jendela kamar. Salah satu jendela mengarah tepat ke jendela kamar Anin. Malam itu Anin memerhatikan rumah itu. Udara dingin terus berhembus dari luar, sepertinya malam ini akan turun hujan. Dilangit malam itu pun tidak ada bintang yang terlihat, tapi Anin enggan menutup jendelanya. Anin tetap ingin menikmati hembusan angin dingin yang menyapu wajahnya.
Pelan pelan jendela kamar itu terbuka, Anin melihat ada seseorang yang juga berdiri jendela yang tepat mengarah ke jendela kamar Anin. Mungkin itu sang pemilik kamar. Jika dilihat dari bentuk tubuh dan rambutnya, sepertinya dia anak perempuan yang seumuran dengan Anin.
Perempuan itu belum sadar kalau Anin memerhatikan nya. Anin melihatnya dengan penuh seksama. Sampai akhirnya perempuan itu sadar Anin memerhatikan nya, Anin salah tingkah dibuatnya. Pelan pelan jendela nya diangkat, dan perempuan itu mengeluarkan wajahnya. Wajahnya sangat cantik. Hingga membuat Anin tidak berkedip melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Shoot Stories
FanfictionKumpulan cerita One Shoot / Mini Series JKT48. Slow apdet yak :v hehe
